Yasa Singgih: Mendulang Sukses Dari The Power of Kepepet

Every problem is a gift – without problems we would not grow” –Anthony Robbins.

Kutipan diatas cocok menggambarkan bagaimana motivasi Yasa Singgih memulai berbisnis hingga akhirnya mampu mendulang sukses bersama Men’s Republic. Berawal dari ayahnya yang seorang pegawai kantoran terkena serangan jantung dan hipertensi, ayahnya diharuskan untuk operasi pemasangan ring.

Tapi sang ayah menolak ide tersebut dan bersikeras agar uang yang seharusnya digunakan untuk biaya operasi disimpan untuk biaya pendidikan Yasa dan kakaknya.

Ia merasa tertampar akan kesakitan ayahnya. Sejak saat itu, Yasa yang baru berusia 14 tahun, mulai memeras otak mencari cara untuk menghasilkan uang sendiri. Ia memulai dengan bekerja paruh waktu di beberapa event organizer milik temannya dan menjadi master of ceremony (MC) di berbagai acara ulang tahun, musik, perlombaan, talk show, hingga seminar.

Di usia 15 tahun, ia mulai tertarik untuk terjun ke dunia bisnis dengan berjualan lampu hias secara online. Sayangnya, bisnis ini ditutup lantaran distributor tidak dapat memasok barang lagi.

Setahun kemudian, ia banting setir ke bisnis fesyen dengan berjualan kaos yang didesainnya sendiri menggunakan program Microsft Word. Bermodalkan Rp 700.000,00 ia memulai usaha tersebut. Tapi sayangnya, kaos tersebut tidak laku.

Dua kali mencoba bisnis tidak membuatnya kapok. Lalu ia belajar lagi bagaimana caranya berbisnis kaos hingga akhirnya ia memutuskan untuk menyambangi Tanah Abang.

Menginjakkan kaki pertama kalinya di Tanah Abang, ia cukup bingung karena banyaknya jumlah toko yang menjual pakaian. Ia memutuskan untuk meminjam barang dagangan beberapa pedagang di Tanah Abang untuk dijualnya secara online.

Tidak mudah meyakinkan pedagang disana. Tapi Yasa tidak patah arang dan terus mencoba, hingga akhirnya ada beberapa pedagang yang mau meminjamkan barangnya untuk dijualnya.

Ia menggunakan nama “Men’s Republic” sebagai nama toko online-nya, dengan saluran pemasaran melalui blog, Twitter, dan BBM. Usaha fesyennya kali ini sempat naik daun dan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit, hingga ia bisa memiliki cukup modal untuk membuka bisnis baru di bidang kuliner.

Baca lainnya: Mengeruk Laba Dibalik Manisnya Puyo Silky Dessert 

Rollover Reaction, Bukti Kosmetik Lokal Anak Muda Berkualitas

Self Branding, Kunci Sukses Anaz Siantar di Dunia Fashion Blogger

“Ini Teh Kopi”, usaha kedai yang menjual aneka makanan kecil, kopi, dan teh dimulainya di tahun 2012. Dilansir dari SWA, diakui Yasa bahwa bisnis ini merupakan kesalahan terbesarnya. Perjalanan kedai ini tidak mulus.

Di hari pertama pembukaan, kedainya dihantam banjir. Di minggu berikutnya, kedainya kemalingan. Selanjutnya, kedainya sepi karena ada penutupan jalan. Melihat kedai pertamanya hampir bangkrut, ia memindahkan kedainya di Mal Ambassador. Sayangnya, kedai ini hanya bertahan 20 hari saja dan menyisakan kerugian Rp 120 juta.

Gagal bisnis kuliner, penulis buku Never Too Young to Become a Billionaire ini kembali ke bisnis fesyen dengan berjualan baju seperti sebelumnya. Ia kembali menggunakan merek “Men’s Republic” dengan segmen pasar untuk kaum pria berusia 17-35 tahun dari kelas ekonomi menengah dan menengah ke bawah. Men’s Republic datang mengusung konsep go online dengan kualitas produk mall tapi harga online shop.

Sejak 2014 silam, perlahan tapi pasti Men’s Republic mulai berkembang. Produk yang ditawarkan tidak hanya baju, tetapi juga kebutuhan fesyen pria lainnya, seperti sepatu, jaket, ikat pinggang, celana dalam, tas, dll. Meski tidak memiliki pabrik, ia mampu meraup omzet ratusan juta rupiah dan mendapatkan laba bersih sebesar 40%.

Pelanggannya pun tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri, seperti Hong Kong, Malaysia, Filipina, Makau, Taiwan, hingga Nigeria. Men’s Republic pun membuka toko fisik di Tangerang untuk melayani permintaan pelanggan yang menginginkan adanya toko fisik untuk melihat dan mencoba langsung produknya.

Dari kerja kerasnya sejak usia sangat belia, mahasiswa Binus ini telah diganjar beberapa penghargaan antara lain Mandiri Young Studentpreneur 2015 dari Bank Mandiri, Marketeers Youth of the Year Award 2016 dari MarkPlus, Forbes 30 Under 30 Asia 2016, dan Global Student Entrepreneur Awards Indonesia & Asia Pacific 2017 dari Entrepreneur Organization.

 

Sumber:

https://www.linkedin.com/in/yasa-singgih-85475bb2/

https://swa.co.id/swa/profile/yasa-singgih-mulai-berbisnis-di-usia-15-tahun

https://www.maxmanroe.com/yasa-singgih.html

https://www.finansialku.com/kisah-sukses-yasa-singgih-pendiri-mens-republic/

http://marketeers.com/yasa-singgih-dan-cerita-personal-bangun-mens-republic/

0 komentar
Berikan komentar anda
Anda harus Login untuk komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi