Wahyu "Pinot" Ichwandardi Banggakan Indonesia Melalui Animasi Retro

Sumber Gambar: brilio.net

Merantau ke negeri orang bukanlah hal yang direncanakan olehnya.

Kesempatan kerja yang datang kepadanya di Kuwait membuatnya akhirnya memutuskan untuk menjadi diaspora bersama keluarga kecilnya.

Berpetualang di negeri orang pun menjadi tantangan tersendiri bagi Wahyu Ichwandardi sekeluarga.

Pria yang pernah bekerja cukup lama di stasiun televisi swasta nasional Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) ini sejak kecil telah akrab dengan dunia animasi dan desain grafis.

Maklum saja, ayahnya sendiri adalah seorang animator yang telah mengenalkannya pada dunia animasi.

Mulanya ayahnya hanya mengajarkan menggambar diatas kerta putih dengan krayon seperti anak-anak pada umumnya.

Lambat laun, seiring berjalannya usia, Wahyu menyadari bahwa ia memiliki ketertarikan yang besar pada dunia seni, hingga ia memutuskan untuk berkuliah di di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung.

Tapi sayangnya, ia malah kesasar di jurusan Desain Tekstil selama empat tahun.

Selepas dari bangku kuliah, ia memulai kariernya sebagai news graphic designer di stasiun televisi nasional pada tahun 1994, mengikuti keinginan terpendam lamanya yang ingin menjadi desainer grafis.

Setelah belasan tahun berkarier di stasiun televisi, ia menerima tawaran kerja di Kuwait pada tahun 2007 yang membuatnya akhirnya hijrah bersama keluarga kecilnya.

Tidak mudah beradaptasi di negeri orang dan menahan rindu kampung halaman. Namun baginya, berani mengambil tantangan justru membuat hidup lebih menantang untuk melakukan hal lebih.

Ia juga ingin mengenalkan luasnya dunia kepada anak-anaknya.

Disela-sela pekerjaannya sebagai desainer grafis di stasiun televisi Kuwait, ia kerap mengisi waktu luangnya dengan mencoba-coba hal baru yang tak jauh dari dunia seni. Kala itu di tahun 2012, aplikasi Vine sedang booming diantara pencinta animasi.

Wahyu pun mencoba untuk berkarya menggunakan aplikasi Vine yang mewadahi video berdurasi 6 detik yang bercerita. Biasanya tema video berupa komedi, drama, action, animasi stop motion, dan sebagainya.

Rupanya animasi menggambar yang rutin diunggahnya di aplikasi Vine ini menarik banyak pihak untuk mengikuti akunnya.

Baca juga: Menjadi Orang Kreatif Ala Yoris Sebastian

             Keisengan Winston Utomo Berbuah Sukses Bisnis Media IDNTimes

Ia pun menjadi Vine Artist yang rutin mengunggah animasi-animasi menarik dan menghibur.

Dari hobi isengnya ini, ia pun berhasil digandeng dengan beberapa merk ternama sebut saja Angry Birds, Disney, Virgin Mobile USA, BBC, ESPN, Spotify, Ford, dan Samsung untuk membuat Vine dalam materi iklan.

Ketekunannya menggeluti dan menjaga orisinalitas karya Vine juga mengantarkannya sebagai juri dalam Fast Film Fest di Spanyol pada tahun 2014.

Lelaki yang akrab disapa “Pinot” dalam akun media sosialnya ini juga pernah diundang Twitter untuk mengisi seminar mengenai Vineography.

Berbagai penghargaan internasional juga pernah diraihnya. Seperti Media Branded Content of the Year di Snackable Content Awards (2018), pemenang Vineographer Category untuk Shorty Awards (2014), pemenang Animation Category untuk Fast Film Fest (2013), dan juara kategori Audience Awards Fast Film Fest (2013).

Dari sederet prestasi membanggakan itu pula, dia mendapat akhirnya hijrah ke sebuah digital agency di New York pada tahun 2015.

Di negeri Paman Sam sendiri, ia berhasil menjadi viral di jagat maya setelah mengunggah karya remake trailer Star Wars: The Last Jedi dan Stranger Things versi piksel seperti gim video zaman baheula.

Sebelumnya, ia juga membuat video tari milik Donald Govier “This Is America” menggunakan produk Macintosh keluaran Apple medio ’80-an.

Ia mendapat apresiasi luar biasa dari warganet, termasuk sutradara dan pemain Star Wars: The Last Jedi

Bahkan tim Stranger Things pun memintanya untuk terlibat langsung dalam pembuatan konten kreatif untuk ditayangkan di Netflix.

Sebagai seorang animator, ketiga putra putri Wahyu juga memiliki ketertarikan yang tak jauh beda darinya.

Istrinya, Dita Wistari Yolashasanti, sendiri seorang photographer, stylist, dan illustrator yang menjadikan gaya pengasuhan keluarganya cukup unik.

Menurut Wahyu, selalu menjaga kreativitas anggota keluarga terutama anak-anak hingga usia remaja dan dewasa adalah hal yang sangat penting.

Ia juga menanamkan prinsip ke diri anak-anaknya untuk tidak takut berbeda, selalu percaya dengan kemampuan diri sendiri hingga mampu mengenal bakat di dalam diri, dan dapat menemukan minat sebagai bekal hidup saat dewasa tiba.

Gaya pengasuhan keluarganya yang menarik ini pernah diliput oleh majalah Esquire dan stasiun televisi Jepang, NHK World.

Selain itu, ia sendiri aktif berbagi tips menjaga kreativitas anak-anak serta dunia seni grafis dan ilustrasi bersama ratusan ribu pengikutnya di Twitter.

Baginya, hidup bukan sekedar mengejar sukses tetapi lebih mengejar mimpi yang sesuai dengan isi hati.

 

Sumber:

https://merahputih.com/post/read/belajar-mengejar-mimpi-dari-animator-wahyu-pinot-ichwandardi

https://kumparan.com/@kumparannews/cerita-pinot-ichwandard-dan-impiannya-membuat-orang-tertawa

https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20170905115454-241-239526/cerita-goresan-jadul-pinot-di-star-wars-stranger-things

https://www.liputan6.com/tekno/read/3462429/pinot-animator-indonesia-yang-mendunia-berkat-animasi-retro-star-wars

https://www.liputan6.com/tekno/read/3462429/pinot-animator-indonesia-yang-mendunia-berkat-animasi-retro-star-wars

http://www.thejakartapost.com/life/2016/09/02/artful-adventures-with-pinot-and-ditas-neverland-family.html

https://www.linkedin.com/in/pinotichwandardi/

https://www.vice.com/en_au/article/594z83/this-animator-spent-four-months-recreating-this-is-america-on-an-ancient-computer

 

 



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi