Valencia M. Randa: Menebar Kasih Melalui Komunitas Kemanusiaan

Sumber gambar: Harian Jurnal Asia

Berawal dari sebuah kejadian saat menemani sang ibu rawat inap di rumah sakit, Valencia M. Randa melihat ada seorang pasien yang tidak terselamatkan nyawanya karena tidak berhasil ditemukannya pendonor darah untuk pasien tersebut. 

Pada saat itu ia merasa sedih karena tidak bisa membantu.  Selain itu, maraknya SMS penipuan tentang kebutuhan stok darah yang juga dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu demi mengambil keuntungan pribadi.

Berangkat dari sana, hati nuraninya tergerak untuk membuat komunitas Blood4Life Indonesia melalui mail-list yang beranggotakan 44 orang pada Oktober 2009 silam. 

Pada tahun 2010, Blood4Life melebarkan sayap untuk mengukuhkan eksistensinya sebagai komunitas di dunia maya melalui akun twitter dan facebook.  Dari sanalah Blood4Life semakin mendapat atensi dari masyarakat. 

Banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya komunitas ini untuk penyebaran kebutuhan darah dan kegiatan donor darah di berbagai daerah.

Di Blood4Life, IGD Maya bertugas untuk memantau kebutuhan darah masyarakat dan pemberi informasi kepada calon pendonor darah tentang acara donor darah di berbagai kota di Indonesia. 

Tak hanya sebagai penghubung, Blood4Life juga aktif mengampanyekan kepada masyarakat pentingnya donor darah untuk sesama dari sisi kesehatan dan kemanusiaan.

Hal ini disebabkan kebutuhan transfusi darah setiap tahunnya sangat besar, sedangkan pendonor darah masih sedikit untuk memenuhi kebutuhan darah karena donor darah masih dianggap menakutkan atau menyakitkan bagi sebagian besar orang.

Valencia tidak ingin cepat puas dengan hanya mengembangkan Blood4Life saja.  Baginya, berbuat dan menyebarkan kebaikan harus dilakukan secara konsisten dan tidak pandang bulu. 

Apa saja yang bisa kita lakukan untuk membantu orang lain, sekecil apapun tentunya akan berguna. Apalagi di era sekarang yang serba canggih, baginya dalam hal membantu orang lain tentu juga bisa memanfaatkan antusiasme masyarakat di dunia maya dalam menggunakan media sosial.

3 Little Angels adalah bukti lain dari semangat Valencia dalam bersosial di dunia maya. Komunitas ini didirikan pada tahun 2011 untuk membantu anak-anak yang terkena penyakit kronis dan berasal dari keluarga tidak mampu.

Setahun berselang, Blood For Life Action didirikan untuk mewadahi gerakan sukarela dalam membantu korban bencana alam.  Lalu ia juga membentuk Rumah Harapan untuk memfasilitasi pasien luar kota yang membutuhkan tempat tinggal sementara di Jakarta.

Seluruh komunitas yang berhasil dibangun Valencia tersebut hingga saat ini berada dibawah naungan Valencia Care Foundation yang mengusung semangat melalui visi yayasan, yaitu “Membantu semakin banyak orang dan menyalurkan kasih dari Sang Empunya kasih kepada semua yang membutuhkan”.

Sebagai komunitas kemanusiaan, komunitas-komunitas milik Valencia hingga saat ini telah memberikan manfaat besar dan dikenal luas di masyarakat. 

Seperti Blood4Life yang merupakan komunitas dunia maya perdana bentukannya telah memiliki website supaya lebih tersistem dan tetap eksis di media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.

Hingga berita ini dibuat, akun media sosial Blood4Life sudah diikuti oleh 159.600 pengikut di Twitter, 58.378 pengikut di Facebook, dan 2.729 pengikut di Instagram.

Dari keyakinan dan komitmennya dalam berkomunitas dan membantu sesama, ia pernah diganjar penghargaan sebagai Internet Hero oleh Google Web Award atas kegigihannya membantu masyarakat dalam kebutuhan donor darah, serta membantu menghubungkan masyarakat yang membutuhkan darah dan calon pendonor darah.

 

Sumber:

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2867616/keajaiban-hidup-valencia-mieke-randa-pendiri-rumah-harapan

https://twitter.com/justsilly

https://tirto.id/m/valencia-mieke-randa-iR



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi