Tiffany Robyn Soetikno, Millenial Inovator Lewat Startup Kesehatan

Sumber: Tempo.co

Tak hanya Reynold Wijaya dan Christina Suriadjaja saja yang ingin mencari pengalaman baru dengan mendirikan bisnis sendiri di luar bisnis keluarga. Ada juga Tiffany Robyn Soetikno, putri Ferry Soetikno—pemilik bisnis farmasi Grup Dexa, yang mencoba untuk mandiri dengan bisnis yang didirikannya sendiri.

Sepulang dari menuntut ilmu di luar negeri, wanita yang akrab disapa Robyn ini sempat bergabung di bisnis keluarganya dan terlibat dalam peluncuran Herbakof, obat herbal milik Dexa Medica. Ia juga pernah ditempatkan di bagian distribusi agar lebih tahu detail mengenai penjualan obat.

Tak lama, di awal 2016, Robyn mulai merintis PT. Global Urban Esensial (GUE) yang saat ini menaungi empat startup di ranah kesehatan, yakni Gue Sehat, GoApotik, Teman Bumil, dan Teman Diabetes.

Awalnya Global Urban Esensial berada di bawah PT Anugerah Arkon Medika, perusahaan distribusi milik Dexa. Tapi tidak lama, akhirnya dipisah dan berdiri sendiri.

GoApotik sendiri sebetulnya sudah ada sejak 2014. Idenya muncul ketika menyadari sulitnya mendapatkan obat yang tepat dan terpercaya, serta apotek yang terpukul program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Untuk menyempurnakan layanan, akhirnya di tahun 2016 GoApotik muncul sebagai e-commerce produk kesehatan yang melayani pembelian resep, alat kesehatan, dan keperluan bayi. Bisa dibilang terobosan ini menjadikan GoApotik sebagai online marketplace kesehatan pertama di Indonesia.

Membangun e-commerce di bidang kesehatan merupakan tantangan tersendiri baginya karena regulasinya tidak semudah menjual produk biasa. Untuk membangun kepercayaan konsumen, ia bekerja sama dengan beberapa apotek terkenal di Indonesia sebagai penyedia obat. Sedangkan pembayaran dan pengiriman, diurus oleh GoApotik.

Tak hanya itu saja. Untuk memastikan kualitas dan keaslian produk, terutama untuk obat dengan resep dokter, ia menyediakan tenaga apoteker sebagai quality control dan pengawasan produk yang dipesan.

Tidak ingin berhenti di GoApotik. Bersama dengan beberapa teman, penyuka dunia psikologi ini mencoba membangun GUESehat, portal informasi kesehatan. Konsepnya sederhana, ia ingin setiap orang bisa sehat dengan caranya sendiri.

Dia melihat bahwa sudah menjadi kebiasaan umum di Indonesia bahwa ‘sakit dulu baru berobat’, padahal langkah promotif dan preventif itu penting dan saling berkaitan. Justru jika seseorang melakukan pencegahan penyakit sedini mungkin, bisa menekan biaya berobat yang memakan biaya yang tidak sedikit.

Selain itu, ia melihat bahwa setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap suatu penyakit. Hal itu pula yang membuatnya semakin tertarik untuk bisa mewujudkan konsep asyik di mana orang-orang bisa menjalani hidup sehat tanpa beban.

Alasannya memilih untuk fokus di ranah digital adalah karena keterbatasan biaya dan internet adalah hal yang murah tapi mampu menjangkau banyak kalangan. Dimulai dari membangun forum komunitas, akhirnya perlahan-lahan GUESehat mampu eksis di tengah banyaknya portal kesehatan lain yang bermunculan.

Kelebihan GUESehat dibanding portal informasi kesehatan lain selain menyediakan informasi soal artikel kesehatan, ada pula fitur symptom checker, Forum, dan Food Calorie Counter untuk menghitung kadar kalori dalam makanan.

Selain itu ia juga bekerja sama dengan dokter dan dokter spesialis untuk mendukung layanan tersebut. Walaupun menyediakan pemeriksaan kesehatan secara online, tetap pada akhirnya user harus konsultasi ke dokter agar mendapatkan diagnosis penyakit yang lebih tepat.

Selama menjalankan GUESehat, rupanya ada banyak perempuan yang bertanya soal kehamilan dan parenting (pola pengasuhan orang tua pada anak). Sejak saat itu, ia melakukan riset kecil-kecilan.

Hasil risetnya menunjukkan bahwa wanita hamil membutuhkan perhatian ekstra dari orang terdekat dan lingkungannya. Ironisnya dari 500 wanita hamil, ada dua persen—atau sekitar 10 wanita hamil, yang sama sekali tidak mendapatkan perhatian dan dukungan dari orang terdekatnya.

Dari situ muncul lagi idenya untuk membuat aplikasi yang menyediakan fitur yang dibutuhkan ibu hamil untuk mengetahui dan memantau perkembangan janinnya. Selain itu, ada informasi-informasi mengenai parenting yang bisa menjadi bekal bagi orang tua muda dalam mengasuh anak.

Diluncurkan pada tahun 2017, aplikasi ini diberi nama ‘Teman Bumil’ yang berarti dapat menjadi teman pendukung para ibu hamil dalam melewati masa kehamilan mereka. Aplikasi ini sendiri hingga saat ini sudah didownload lebih dari 500.000 ibu Indonesia.

Akhir Juni lalu, Teman Bumil meluncurkan serial buku berjudul Kehamilan Tanpa Galau dan Parenting Tanpa Galau untuk memberikan informasi lengkap tentang kehamilan dan pengasuhan anak, terutama untuk bayi baru lahir (0-6 bulan), anak usia 7-12 bulan, hingga usia 1-3 tahun.

GUESehat kembali membuat terobosan baru dengan meluncurkan aplikasi Teman Diabetes pada Agustus 2018 silam. Hal itu disebabkan oleh tingginya prevalensi penderita diabetes di Indonesia yang menempati peringkat ke-6 di dunia pada tahun 2017.

Mirisnya, dua dari tiga orang yang terdiagnosis diabetes tidak menyadari mereka menderita diabetes karena ketidaktahuan mereka akan penyakit ini. Sehingga, mereka baru berkonsultasi ke dokter apabila sudah dalam kondisi tahap ‘lanjutan’ atau parah hingga mengalami komplikasi.

Aplikasi ini hadir untuk membantu para penderita diabetes mengontrol kadar gula mereka dan memberikan informasi seputar diabetes, serta pendampingan ahli medis yang siap mendukung dan membantu penderita diabetes.

Selain itu ada pula fitur yang bisa merekam aktivitas sehari-hari dan mengontrol makanan yang dikonsumsi, yang informasinya dapat diakses oleh keluarga dan tenaga medis terpilih.

Menjalankan bisnis di usia yang masih terbilang muda tentu merupakan tantangan tersendiri bagi perempuan yang pernah menulis buku tentang pubertas pada remaja putri ini. Tak hanya harus menjadi seorang pemimpin yang inovatif, ia juga harus bisa menjadi pemimpin yang mampu merangkul berbagai kalangan.

Tidak heran jika ia diberi penghargaan Indonesia Young Woman Future Business Leader 2017 dan 30 Under 30 Forbes Asia 2019 karena telah berani menelurkan inovasi yang memberikan kemudahan dalam dunia kesehatan.



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi