Susi Pudjiastuti: Wanita Nyentrik Berdedikasi Memajukan Laut Indonesia

“Tenggelamkan!!!”

Siapa yang tidak mengenal slogan ini? Slogan yang seringkali digunakan sebagai meme yang bersliweran di lini masa media sosial ini merupakan ekspresi ungkapan Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, mengenai operasi penangkapan kapal milik asing yang melaut di perairan Indonesia. 

Menteri satu ini adalah menteri yang cukup nyentrik dan sering mendapat sorotan di era Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Pertama kali ia mendapat sorotan ketika publik mengetahui bahwa ia hanyalah seorang menteri lulusan SMP (Sekolah Menengah Pertama). Tak sedikit ejekan ditujukan kepadanya dan juga presiden melalui dunia maya karena dianggap aneh untuk mempercayakan kementrian pada seorang Susi. 

Setelah acara pelantikan menteri di Istana Negara, lagi-lagi ia mendapat sorotan ketika ia merokok di halaman istana dan penampilannya yang sedikit memperlihatkan tato ditubuhnya.  Publik kembali dibuat penasaran oleh sosoknya.

Setelah resmi menjabat sebagai menteri, dengan segera Susi menunjukkan kinerjanya dalam memajukan kementrian kelautan dan perikanan RI.  Bukan tanpa pertimbangan Jokowi mempercayakan kementrian perikanan dan kelautan kepada Susi. 

Ia telah berkecimpung selama lebih dari 3 dekade di industri perikanan yang dimulai dengan mendirikan usaha pengepul ikan pada tahun 1983.  Tempat asalnya di Pangandaran membuatnya akrab dengan wilayah Pantai Pangandaran yang memiliki hasil laut yang melimpah dan beragam.

Karena usaha pengepulan ikannya berkembang pesat, ia mengembangkan usahanya dengan mendirikan pabrik pengolahan ikan yang diberi nama PT. ASI Pudjiastuti Marine Product pada tahun 1996. 

Ketika membesarkan pabrik pengolahan ikan dari hasil tangkapan nelayan, ia mendapat tantangan untuk mengirimkan lobster hidup dari Pangandaran ke Jakarta untuk diekspor ke luar negeri. 

Tantangan tersebut cukup berat.  Perjalanan jauh membuat angka kematian lobster cukup tinggi, sehingga cukup merugikan perusahaannya.  Namun ia tidak ingin menyerah begitu saja.

Didorong oleh keinginan untuk dapat mengantarkan lobster segar dalam waktu singkat, Susi mengambil resiko dengan membeli sebuah pesawat Cessna Grand Caravan pada tahun 2003 seharga Rp 20 miliar untuk mengangkut ikan dan lobster segar. 

Adanya pesawat ini sangat membantu operasional perusahaan dan ikut meningkatkan omzet perusahaan.

Tsunami dahsyat yang menyapu daratan Nanggroe Aceh Darussalam pada Desember 2004 lalu juga turut menggerakkan hati Susi untuk menolong sesama. 

Untuk pertama kalinya, pesawat Cessna Susi ini menjadi pesawat pertama yang mendarat di Meulaboh dan Pulau Simeuleu untuk mendistribusikan bantuan bencana kepada para korban yang berada di daerah terisolir. 

Keputusan yang cukup nekat karena belum ada izin terbang atau izin operasi, bahkan tanpa kepastian bisa mendarat atau tidak pada saat itu.  Namun Susi berhasil meyakinkan semua pihak bahwa Meulaboh mampu ditempus melalui udara. 

Setelah penerbangan pertama, sejak hari itu pesawat tersebut berubah menjadi pesawat bantuan bencana tsunami Aceh.

Baca Selengkapnya: Biografi - Susi Pudjiastuti

Dari sana, ia melihat bahwa ada peluang bisnis penerbangan ke daerah terpencil Indonesia yang belum dijangkau oleh maskapai komersil lainnya. 

Sejak 2004 akhirnya Susi meresmikan maskapai penerbangan yang diberi nama PT. ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air), yang mengkhususkan untuk pengoperasian pesawat kecil dengan rute daerah terpencil yang belum banyak dijangkau oleh maskapai komersil dengan pesawat besar.

Hingga 2013, Susi Air telah memiliki 43 pesawat dari beragam jenis seperti Cessna Grand Caravan, Piaggio P. 180 Avanti II, Agusta Westland Grand, Pilatus PC-6 Porter, dll.

Kinerjanya selama memegang jabatan di kementrian kelautan dan perikanan sendiri sudah tidak perlu diragukan lagi. Berbekal pengalamannya selama menggeluti industri perikanan, ia paham betul permasalahan yang kerap kali dihadapi nelayan serta atmosfer industri perikanan di Indonesia. 

Selama kepemimpinannya, ia tak segan-segan menumpas kapal-kapal ilegal milik asing yang melaut dan menangkap hasil laut di wilayah perairan Indonesia. Ia juga membuat kebijakan untuk mendorong kemajuan industri perikanan.

Ia banyak diganjar penghargaan dari dalam maupun luar negeri atas kontribusinya memajukan perikanan Indonesia.  Pada 2016 silam, ia satu-satunya menteri yang lulusan SMP namun berhasil mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro Semarang. 

Baca Lainnya: Sri Mulyani: Ibunya Ekonomi Indonesia

Ir. Ciputra - Biografi

Tri Rismaharini - Biografi

Penghargaan bergengsi dari luar negeri pun berhasil didapatkannya atas kerja kerasnya memajukan industri perikanan dan menjaga laut bumi pertiwi.

           

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Susi_Pudjiastuti

https://www.liputan6.com/bisnis/read/2129167/menteri-susi-pudjiastuti-buka-bukaan-soal-putrinya-nadine-kaiser

https://news.mypangandaran.com/artikel/read/inspirasi-dan-opini/174/susi-pudjiastuti-inilah-sepenggal-kisah-hidup-saya.html

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150326_perbudakan_benjina

http://industri.bisnis.com/read/20141026/99/267934/kabinet-kerja-tak-lulus-sma-ini-biografi-menteri-kelautan-susi-pudjiastuti

 



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi