Sulit Cari Jasa, Anthony Gunawan Akhirnya Ciptakan Aplikasi Tuupai

Sumber: Jawa Pos

Majunya perkembangan teknologi semakin mempermudah kebutuhan manusia. Termasuk dengan teknologi internet yang membuat era sekarang serba online. Cukup dengan smartphone, kita sudah bisa melakukan segala aktivitas seperti belanja, pesan tiket pesawat, dll.

Kemudahan yang telah diadopsi oleh layanan online inilah yang menginspirasi Anthony Gunawan untuk membangun Tuupai, startup marketplace yang khusus menyediakan kebutuhan jasa.

Mengusung tagline “Duduk Santai, Ada Tuupai”, ia ingin mempermudah masyarakat yang membutuhkan layanan jasa yang berkualitas dengan harga yang kompetitif.

Layanan jasa yang disediakan oleh aplikasi Tuupai ini amatlah beragam. Seperti jasa perbaikan AC, jasa bor sumur, perbaikan rumah, perbaikan televisi, perbaikan kompor, sedot WC, hingga layanan kebutuhan bisnis seperti desain, fotografi, dan penerjemah bahasa pun ada di aplikasi ini.

Anthony sendiri sebagai pendiri bukanlah berlatar pendidikan teknologi seperti umumnya founder perusahaan startup teknologi. Ia sendiri dulunya berkuliah jurusan Financial & Entrepreneurship di Loyola Marymount University, Amerika Serikat.

Lulus di tahun 2012, ia mengaplikasikan ilmunya di bidang keuangan tersebut dengan bekerja di perusahaan telekomunikasi tower di negeri Paman Sam. Setahun bekerja, ia memilih untuk pulang ke kampung halaman.

Kembali ke Indonesia, ia berbisnis produk camilan Almond Crispy Surabaya yang dijual secara online dan dipasarkan di beberapa supermarket di Surabaya. Ketika bergelut dengan bisnis camilan ini, ia merasakan sulitnya mencari tenaga jasa perbaikan seperti service AC, kompor rusak, atap bocor, dsb.

Baginya mencari orang yang kompeten untuk layanan jasa perbaikan tersebut masih belum semudah jual beli online di internet.

Dari kesulitan pribadi yang dialaminya, ia mendapatkan ide untuk membuat aplikasi marketplace yang mewadahi sektor jasa tersebut. Di akhir tahun 2016 ia memulai membuat tim IT untuk aplikasi jasa tersebut dan uji coba beta aplikasi di tahun 2017.

Karena konsep bisnisnya masih terhitung baru dan awam bagi kebanyakan orang, edukasi pasar dengan mengenalkan teknologi ke masyarakat menjadi hal yang terasa paling sulit.

Baca jugaBiografi - Ferry Unardi

             Prelo, Platform Barang Bekas Anti KW Buatan Fransisca Hadiwidjana Kini Diperhitungkan di Asia

Ditambah lagi, para mitra atau vendor penyedia jasa seperti service AC atau jasa tukang perbaikan rumah, jasa-jasa lainnya selama ini masih berkutat dengan kegiatan promosi yang konvensional dengan promo dari mulut ke mulut, menempel stiker di dinding dan tiang listrik, serta menyebar brosur yang masih tradisional.

Dengan pemasaran dari pihak mitra yang masih sederhana, alhasil masyarakat pun ketika mencari jasa layanan ini masih menggunakan fitur telepon yang standar dengan menelepon langsung ke pihak mitra yang menyediakan layanan jasa tersebut.

Di sisi lain, Anthony juga terganjal masalah kepecayaan dalam meyakinkan pihak mitra bahwa melalui aplikasi layanan jasa mereka bisa dikenal oleh banyak orang dan tentunya mereka menjadi lebih sejahtera karena pendapatan bisa meningkat.

Berkat ketekunan usahanya, perlahan tapi pasti Tuupai mulai mendapat kepercayaan dari para vendor yang diajak bekerja sama. Vendor mulai banyak yang bergabung, aplikasi mulai banyak didownload, dan transaksi mulai berjalan. Kemajuan inilah yang membuat Anthony berani memasuki pasar Jakarta setelah mendapat sambutan hangat di Surabaya.

Nama Tuupai yang digunakan untuk aplikasi ini sendiri berangkat dari nama hewan tupai yang dikenal lincah, gesit, dan cerdik. Karena unik Anthony yakin nama aplikasinya akan mudah diingat oleh orang. Sifat Tupai juga merepresentasikan karakter perusahaannya.

Berjalan hampir dua tahun, Tuupai sendiri masih belum menghasilkan laba. Ia masih mencari investor untuk bisa berkembang menjadi startup besar di kemudian hari. Saat ini sendiri, Tuupai masih meningkatkan target transaksi harian agar dilirik oleh investor nantinya sembari terus melancarkan pemasaran di Surabaya, Jakarta, Sidoarjo, Gresik, dan beberapa daerah penyangga.

Bisnis model yang diterapkan Tuupai sendiri adalah dengan menyediakan fitur reguler dan premium bagi para vendor. Fitur-fitur premium tentunya jauh lebih komplit namun vendor harus membayar biaya bulanan untuk bisa menikmati fitur tersebut. Sedangkan fitur reguler merupakan fitur dasar yang bisa dicoba oleh vendor ketika ingin mencoba.

Pengguna jasa melalui Tuupai bisa memilih teknisi berdasarkan review yang tersedia, serta bisa menanyakan harga untuk perbandingan antara satu teknisi dengan teknisi lainnya. Anthony sendiri berharap dengan aplikasi buatannya, masyarakat lebih mudah mencari layanan jasa profesional yang berkualitas tanpa takut khawatir kredibilitasnya.

Sebagai perusahaan rintisan teknologi yang masih baru, aplikasii Tuupai saat ini telah tersedia di Android dan iOS serta telah memiliki 5.000 user aktif. Mitra penyedia jasa yang tergabung di Tuupai sendiri berkisar lebih dari 1.000 vendor dari berbagai macam kategori kebutuhan jasa.

Dari kisah inspiratif Anthony ini, kita bisa belajar bahwa kesulitan pribadi bisa menjadi sebuah peluang bisnis yang menguntungkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

 

 

Sumber:

https://www.jawapos.com/teknologi/aplikasi/22/09/2018/menilik-kisah-si-tuupai-startup-jasa-bikinan-pemuda-surabaya/

http://www.surabayapagi.com/read/180134/2018/11/27/tuupai-startup-yang-berawal-dari-pengalaman-sang-founder.html

https://www.jawapos.com/teknologi/aplikasi/25/08/2018/berangkat-dari-surabaya-startup-jasa-tuupai-siap-rambah-jakarta/

https://id.linkedin.com/in/anthony-gunawan

https://tuupai.com/



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi