Sindrom Asperger Tak Mengalangi Evita Nuh Jadi Fashion Blogger Internasional

Sumber Gambar: Pinterest

Siapa sangka alamat blog www.jellyjellybeans.blogspot.co.id yang berjudul “The Crème de la Corp” ini dibangun oleh gadis cilik berusia 9 tahun di tahun 2008.  Evita Nuh, yang memiliki nama asli Evita Panca Ludwina Nuh, adalah sosok dibalik tenarnya blog bertema fesyen tersebut. 

Ide awal Evita untuk membuat blog fesyen muncul ketika ia tidak sengaja berselancar di dunia maya dan berkunjung ke blog fesyen milik blogger asal Perancis. Pada saat itu, ia merasa jenuh dan tidak tahu harus melakukan apa untuk mengisi waktu luang.

Setelah kesasar di blog fesyen tersebut, ia merasa bahwa ia juga bisa membuat blog seperti blogger tersebut. Saat itu ia yang masih belia berpikir bahwa tema blog haruslah mengenai fesyen, sehingga ia mencari cara untuk mewujudkan keinginannya membuat blog fesyen yang belum terlalu populer di Indonesia.

Diakuinya sejak kecil bahwa ia telah memiliki selera fesyen yang bagus dan lebih senang memilih pakaiannya sendiri. Memadu madankan pakaian baginya semenyenangkan bermain Barbie atau mendandani tokoh sims dalam gim The Sims.

Insipirasi gaya fesyennya pun datang dari berbagai sosok tersohor seperti Alexander McQueen, Anna Wintour, Karl Lagerfield. Meski demikian, baginya kebiasaan berpakaiannya pun sebetulnya lebih banyak dipengaruhi oleh sang nenek yang memiliki kebiasaan untuk selalu berpenampilan cantik dan unik di setiap kesempatan.

Foto-foto yang menghiasi laman blognya sendiri lebih banyak dipotret oleh sang kakak atau ia memotret dirinya sendiri menggunakan tripod kamera. Yang membuat blognya dengan cepat dikenal adalah gaya berpakaiannya yang unik untuk anak-anak seusianya dan fotonya yang selalu dengan ekspresi muka datar, namun tetap menawan.

Selain itu, kepiawaiannya dalam berbahasa Inggris sejak kecil membuatnya lebih banyak mengisi konten blog dengan bahasa Inggris. Hal tersebut juga akhirnya membuatnya mudah menjaring pembaca dari luar negeri.

Di tahun 2010, ia berada di urutan ketiga ‘Fashion Brights Under 16’ menurut blog komunitas penulis fesyen Asia Tenggara, www.tonguechic.com, saat usianya masih 11 tahun.

Majalah Marketeers juga pernah memasukkan namanya dalam ‘100 Anak Muda Paling Berpengaruh di Indonesia’, dan ia menjadi yang termuda dengan usia 12 tahun.

Di bulan Agustus 2011, majalah Grazia asal Italia memuat artikel tentang dirinya dalam satu halaman penuh. Februari 2012, dirinya terpilih sebagai satu-satunya wakil anak muda jenius dari Asia dalam wawancara di majalah Le Nouvel Observateur asal Perancis.

Di tahun 2013, Evita dijuluki sebagai The Next Tavi dalam majalah Elle. Namanya juga pernah dimuat dalam New York Times pada tahun 2015.

Kepopulerannya melalui fesyen blog yang dibangunnya ini membuat majalah Go Girl! menjadikannya sebagai coloumnist majalah tersebut.

Baca juga: Self Branding, Kunci Sukses Anaz Siantar di Dunia Fashion Blogger

             Inspiratif! Diajeng Lestari Berhasil Membawa Fashion Muslim Indonesia Lewat HijUp

Beragam merek fesyen juga tak segan untuk memintanya menjadi model sebagai bentuk promosi produk dan mengiriminya berbagai barang-barang fesyen, supaya bisa dipadu padankan sesuai dengan gaya berpakaiannya.

Selain itu, ia sendiri menjadi asisten fotografer lepas untuk mengasah kemampuan fotografinya.

Selain eksis menjadi fashion blogger, ia mendirikan lini fesyen sendiri di tahun 2015 yang bertajuk EN.PENS yang merupakan kepanjangan dari Evita Nuh. Prefectum Est Non Satis. EN.PENS sendiri adalah merek tas lokal yang didirikan dan didesainnya sendiri.

Produk tas rancangannya ia pasarkan secara online melalui Instagram. Salah satu rancangannya yang ikonik kala itu adalah clutch berwarna kuning yang terinspirasi dari taksi New York yang difavoritkan oleh sesama fashion blogger seperti Cindy Karmoko, Anaz Siantar hingga selebriti.

Artis dan penyanyi Andien bahkan pernah membawanya ke acara New York Fashion Week 2014 lalu dan menjadi perbincangan hangat di kalangan fashionista. Selain itu ia pernah merancang busana bayi bekerja sama dengan merek busana anak dan bayi, Ava and Archibald.

Setelah 10 tahun mengurus fashion blog, Ia sendiri beberapa kali telah dipercaya menjadi brand ambassador dari merek kosmetik ternama. Kesibukan lainnya juga ia sering menjadi ilustrator lepas untuk desain album wedding photography atau kids photography.

Dalam wawancaranya dengan salah satu majalah, ia mengakui bahwa ia menderita Asperger Syndrome, salah satu gejala autisme yang sering disebut autisme yang memiliki banyak fungsi.

Penderitanya memiliki kesulitan berkomunikasi dengan lingkungan dan cenderung sulit untuk memahami bentuk komunikasi non verbal. Namun kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya relatif tidak mengalami penurunan.

Evita sendiri membuktikan bahwa hidup dengan sindrom Asperger bukanlah akhir dari segalanya. Ia mampu hidup normal dan mandiri, serta menginspirasi banyak anak muda melalui pemikiran-pemikirannya yang jauh lebih dewasa dari usianya. Tak hanya itu saja, sukses juga tidak harus di usia diraih di usia tertentu.

 

           

Sumber:

https://www.vice.com/id_id/article/43vbq9/kisah-anak-muda-indonesia-jadi-salah-satu-fashion-blogger-berpengaruh-global

http://jellyjellybeans.blogspot.co.id/search?updated-max=2017-05-20T15:08:00%2B07:00&max-results=4

https://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/kenalan-lebih-dalam-evita-nuh-fashion-blogger-muda-mendunia-a1ae29-3.html

https://wolipop.detik.com/read/2015/06/15/110255/2942386/233/evita-nuh-fashion-blogger-yang-jadi-desainer-tas-di-usia-15

https://jadiberita.com/103271/evita-nuh-fashion-blogger-muda-asal-palembang-mendunia.html

http://www.wanitaindonesia.co.id/index.php?view=viewarticle&id=16040048

https://www.vemale.com/fashion-update/43770-fashionista-muda-penuh-talenta-evita-nuh.html

https://klasika.kompas.id/evita-nuh-yang-mungil-nan-berbakat/

https://www.instagram.com/nuhevita/

https://www.4muda.com/evita-nuh-fashion-blogger-muda-mengagumkan-meski-sindrom-asperger/

https://ask.fm/evitanuh/best



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi