Sasar Milenial, Cara Jitu Steven Wongsoredjo Bangun Nusantara Technology

Sumber: Tech in Asia Indonesia

Bisa memberikan dampak bagi lingkungan sekitar adalah sebagian besar cita-cita entrepreneur milenial masa kini. Hal tersebut juga yang menjadi alasan Steven Wongsoredjo untuk memberanikan diri membangun startup Nusantara Technology.

Berawal dari kepulangannya setelah S2 di Amerika Serikat, ia melihat pesatnya pertumbuhan startup di Indonesia didominasi oleh e-commerce, ride sharing, atau pemesana tiket secara online. Industri startup yang masih memiliki celah untuk dimasuki adalah bisnis media, seperti artikel konten yang menyasar bagi kaum milenial.

Ia sendiri tidak langsung membangun startup, tetapi bekerja di perusahaan keluarga selama beberapa bulan sambil merintis startup yang diinginkannya sebagai pekerjaan sambilan yang dikerjakan setelah bekerja di kantor.

Karena tidak memiliki rekan untuk membangun bisnis, semuanya dikerjakannya sendiri disela-sela kesibukannya bekerja di perusahaan keluarga. Hingga akhirnya, startup yang berawal dari situs konten Yukepo ini mulai menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, ia meninggalkan pekerjaannya di perusahaan keluarga.

Keputusannya untuk bekerja penuh waktu di bisnis miliknya sendiri tidak serta merta mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Mereka bertanya-tanya mengapa ia memilih bersusah payah membangun bisnis sendiri, daripada melanjutkan bisnis keluarga yang sudah mapan. Banyak pula yang meragukan kemampuannya untuk membangun perusahaan sendiri.

Namun tekadnya sudah bulat. Ia ingin melepaskan diri dari perusahaan keluarga dan fokus merintis startup miliknya. Bermodal dari uang tabungan pribadinya, ia merekrut enam orang pekerja yang setiap hari bekerja di kafe karena ia belum punya modal untuk menyewa ruko sebagai tempat kerja.

Melihat kesungguhan sang anak, ayahnya pun berbaik hati untuk meminjamkan ruko kosong kepada Steven agar ia bisa bekerja disana bersama beberapa pegawainya. Yukepo pun semakin berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung situsnya.

Yukepo sendiri adalah situs media dengan konten tentang gaya hidup yang lebih orisinil dengan target pembaca utama perempuan. Yang membedakan dengan media milenial lain adalah konten dibuat sendiri dan tidak mengambil konten dari media sosial. Selain itu, Yukepo juga selalu menggunakan data untuk menentukan konten yang akan dibuat.

Setelah mengembangkan Yukepo, Steven mengakuisisi Keepo yang didirikan oleh Michael Rendy di Surabaya. Keepo.me sendiri adalah situs media yang menyediakan konten yang lebih faktual mengarah ke tipe news, entertainment, dan sedang viral di kalangan warganet. Tidak heran jika proporsi audiens di Keepo lebih berimbang antara laki-laki dan perempuan, dibandingkan Yukepo.

Akuisisi Keepo sendiri juga memperluas wilayah jangkauan Steven untuk membuka perusahaan di Surabaya, setelah sebelumnya telah mendirikan kantor di Jakarta dan Yogyakarta. Yogyakarta sendiri dipusatkan sebagai pusat editorial konten Yukepo, sedangkan Jakarta sebagai pusat pengembangan bisnis Nusantara Technology.

Tidak puas dengan bisnis media online, ia mulai masuk ke bisnis Software as a Service (SaaS) dengan menghadirkan layanan bernama PlayingVIral. PlayingViral adalah platform berbasis AI (Artificial Intelligence) yang memungkinkan penggunanya untuk membuat konten pemasaran interaktif, seperti survei dan kuis untuk menggaet pengguna. Beberapa perusahaan terkemuka telah menggunakan PlayingViral seperti Garuda Indonesia dan Singapore Airlines.

Ada pula bisnis lain, Super App sebagai jaringan agen penyalur barang kebutuhan UKM dalam bentuk aplikasi dengan sistem bagi hasil. Barang kebutuhan yang disalurkan berupa barang sembako seperti susu, minyak goreng, gula, beras, dan lainnya.

Berkembangnya beberapa lini bisnis media ini membuat Steven memikirkan nama perusahaan induk yang menaungi Yukepo, Keepo, Super App, dan PlayingViral tersebut. Tercetuslah nama Nusantara Technology yang didaulat sebagai perusahaan induk ketiganya. Nama Nusantara dipilih agar ketika bisnis ini mengglobal, akan lebih mudah diingat karena berasal dari Indonesia.

Jatuh bangunnya membangun Nusantara Technology ini nyatanya berbuah manis. Desember 2018 lalu, ia berhasil terpilih sebagai startup pertama asal Indonesia yang berbasis AI dalam Y-Combinator Winter 2018.

Y-Combinator ini adalah inkubator startup paling bergengsi dan selektif di dunia menurut majalah Forbes dan telah melahirkan startup kelas dunia seperti Airbnb, Dropbox, Reddit, hingga 9GAG. Hal ini membuktikan bahwa startup milik anak bangsa memiliki prospek cerah untuk bersaing secara global. Di Sillicon Valley, Steven mengikuti program inkubasi selama tiga bulan.

Sebelum terpilih oleh Y-Combinator, ia berhasil mendapatkan pendanaan seri A dari Alpha JWC Ventures dan Insignia Ventures dengan jumlah yang tidak disebutkan.

Meski telah mendapat pendanaan, Nusantara Technology yang telah tiga tahun berdiri ini mendapat pemasukan dari iklan, pembuatan konten sponsor, dan layanan strategi digital yang membuatnya berhasil meraih keuntungan. Selain itu, ia juga tengah berekspansi ke negara lain di Asia Tenggara yang dimulai dari Thailand.

Bagi Steven yang namanya masuk ke dalam daftar 30 Under 30 Forbes Asia 2019 ini, bisnis startup haruslah memiliki dua inovasi; inovasi teknologi untuk menyelesaikan masalah di masyarakat dengan fitur terkini dan inovasi bisnis agar startup bisa tetap hidup dan melahirkan inovasi-inovasi teknologi teranyar.

Memulai sesuatu yang baru memang tidak pernah karena akan ada hambatan yang datang, baik dari diri sendiri atau orang lain di sekitar kita. Tidak cukup sekedar punya target untuk diraih. Tetapi butuh tekad baja, mental pantang menyerah, dan terus-menerus fokus dalam memperjuangkannya.



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi