Perjalanan Stanislaus Tandelilin dari Bank, Jualan Baju, Hingga ke P2P

Sumber: Tempo.co

Mencoba sesuatu yang baru untuk keluar dari zona nyaman memang tidak pernah mudah. Tapi hal tersebut dilakukan oleh Stanislaus Tandelilin, Co-founder Sorabel by Sale Stock dan Modal Rakyat, ketika awal terjun di dunia startup.

Usai lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai lulusan terbaik di tahun 2012, ia mencoba peruntungan dengan melamar di Management Associate Citibank. Rupanya dewi fortuna berpihak kepadanya, ia langsung diterima di bank terkemuka tersebut tanpa harus magang.

Bekerja di perusahaan berskala internasional seperti Citibank tentu saja memiliki sisi prestisius dan menambah banyak pengalamannya. Apalagi ia bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapatnya di bangku kuliah selama belajar di jurusan corporate finance (keuangan perusahaan).

Jatuh bangun pun kerap dirasakannya, yang mana ia sendiri hampir dipecat ketika baru empat bulan bekerja. Meski berat, ia berusaha untuk tidak putus asa dan terus belajar untuk menggali ilmu dan pengalaman baru melalui proyek dan tugas yang diberikan.

Selang hampir tiga tahun, rasa bosan mulai menghampirinya. Ditengah rasa bosan yang mendera, disitulah ia mulai berkenalan dengan co-founder Sorabel by Sale Stock. Ia cukup penasaran karena konsep yang ditawarkan cukup berbeda daripada e-commerce yang sudah ada di Indonesia.

Selama tiga bulan, ia mempelajari konsep bisnis Sale Stock tersebut dengan bekerja secara part-time untuk Sale Stock sambil masih mempertahankan posisinya di Citibank. Setelah mantap dan merasa yakin dengan prospek cerah Sale Stock, ia pun memutuskan untuk mundur dari pekerjaanya di perbankan.

Memutuskan keluar dari Citibank juga bukan berarti tanpa hambatan. Kedua orang tuanya tidak setuju dengan keputusannya untuk keluar karena karier di perbankan dan bekerja di bank bonafit lagi. Butuh waktu tiga bulan baginya untuk meyakinkan kedua orang tuanya, bahkan sampai dibantu oleh co-founder Sale Stock, bahwa keputusannya tidak percuma.

Tahun 2015 ia yang sudah hengkang dari industri perbankan memutuskan untuk fokus mengembangkan Sale Stock bersama keempat co-founder lainnya. Memfokuskan diri sebagai e-commerce di dunia fesyen bukan hal mudah karena banyak pesaing sejenis seperti HijUp, Zalora, dan Berrybenka.

Sale Stock pun bermain dengan berani menawarkan pakaian dengan harga yang jauh lebih murah dibanding kompetitornya. Hal ini disebabkan oleh produk yang biasanya dikerjakan dalam bentuk sampling di pabriknya, nantinya akan diproduksi massal oleh konveksi yang dikelola oleh UKM.

Foto dan kesesuaian produk pun dijamin 100% asli karena perusahaan yang mendesain dan memproduksi sendiri produk-produknya. Ukurannya pun sudah diseragamkan sesuai patokan.

Tidak hanya merangkul UKM sebagai mitra produksi, Sale Stock juga merangkul logistik kecil untuk mengakomodasi pelanggan di luar Pulau Jawa, sebab ongkos kirim luar Pulau Jawa yang biasanya mahal membuat konsumen malas belanja online. Stan sadar betul bahwa mayoritas e-commerce masih fokus untuk konsumen di Pulau Jawa. Hal ini menjadi celah peluang untuk bisa memenangkan pasar.

Tidak hanya urusan logistik, inovasi lain yang dilakukan Sale Stock adalah dengan melayani COD (Cash on Delivery a.k.a. bayar di tempat) yang menjadi favorit pelanggan Sale Stock.

Hal ini kemudian ditambah dengan program layanan #CobaDuluBaruBayar yang memungkinkan pelanggan memanggil kurir dan membawakan baju yang diinginkan. Lalu mereka bisa mencoba dulu selama lima belas menit dan memilih mana yang mereka mau.

Agar bisa menawarkan harga yang terjangkau bagi kantong, Sale Stock juga rupanya memperhatikan biaya operasionalnya dengan hanya menghadirkan aplikasi dan tampilan website dalam bentuk mobile saja. Hal ini untuk mengurangi biaya membangun website dan tidak perlu banyak kanal yang harus senantiasa dipelihara.

Untuk menghadirkan layanan customer service 24 jam, Sale Stock memanfaatkan teknologi chatbot berbasis AI (Artificial Intelligence) dimana pengguna dapat meminta rekomendasi produk sesuai selera dan mengakomodasi hingga pembayarannya.

Menginjak usia ke-5 tahun, Sale Stock pun berhasil masuk dalam jajaran Top Free Aps di Play Store di urutan ke-7, bersaing dengan aplikasi e-commerce besar lain, seperti Shopee, Bukalapak, Tokopedia, OLX, Lazada, dan Akulaku.

Tahun 2018, Stan memutuskan untuk mundur dari jabatan strategis di Sale Stock namun masih menjadi penasihat perusahaan karena fokus membangun startup baru di dunia keuangan. Ia membangun Modal Rakyat, peer-to-peer (P2P) lending yang mengkhususkan diri untuk UMKM.

Dua produk pinjaman yang ditawarkan Modal Rakyat adalah untuk usaha kecil menengah dan usaha mikro. Pada usaha kecil menengah, rata-rata pinjaman Rp 50-500 juta dengan tenor dua hingga empat bulan. Sedangkan, usaha mikro rata-rata pinjaman berkisar Rp 500ribu-1 juta selama dua minggu.

Bunga yang ditawarkan berkisar 12-20% per tahun dan termasuk bunga lunak (soft loan) dibandingkan kompetitor, yang besarannya tergantung pada risiko peminjam. Maksimal dana pinjaman yang dapat diajukan adalah Rp 2 miliar.

Meski sudah banyak pemain sejenis, Stan bersama ketiga rekannya sebagai co-founder Modal Rakyat tetap optimis untuk menggaet peluang akses pendanaan kredit usaha bagi UMKM. Yang berbeda dari kompetitor, Modal Rakyat memiliki fitur streaming video seperti Instagram TV (IGTV) untuk memberikan perkenalan UMKM yang akan meminjam dana.

Ada pula teknologi robo lending untuk mengatur kriteria peminjam yang akan dibiayai oleh pemberi pinjaman. Hal itu bertujuan untuk menjaga kepercayaan pemberi pinjaman dengan menekan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah.

Setahun berdiri, Modal Rakyat telah menyalurkan pinjaman Rp 40 miliar kepada 600 peminjam UMKM di 16 provinsi di Indonesia. juga, anggota Mensa Internasional ini sendiri mendapatkan penghargaan seperti 30 Under 30 Forbes Asia 2018, Tatler Asia Generation T 2019, dan Australian Award.

Ingin sukses seperti Stanislaus? Jangan ragu untuk mencoba dan mau belajar dari nol karena kesuksesan tidak akan pernah datang secara tiba-tiba.



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi