Pengabdian Tulus Sang Ibu Untuk Arek-Arek Suroboyo

Sumber: abouturban.com

Pemberani, tegas, dan membela rakyat kecil merupakan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Tri Rismaharani. Walikota perempuan Surabaya pertama sepanjang sejarah ini menjadi tokoh kebanggan arek-arek Suroboyo karena prestasi dan kinerjanya dalam memajukan Surabaya. Tidak heran jika ia terpilih kembali menjadi walikota dalam periode kedua dengan total suara cukup tinggi melebihi 85% pada pilkada 2015 lalu.

Kontribusinya untuk Kota Surabaya dimulai dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya pada tahun 2005. Berlatar belakang pendidikan Arsitektur dan Manajemen Pembangunan Kota, membuatnya tergugah untuk mempercantik Kota Surabaya supaya lebih tertata dan terlihat lebih asri daripada sebelumnya. Kerja kerasnya memperindah Surabaya terus dilakukannya hingga ia menjadi orang nomor satu di Surabaya seperti saat ini.

Permulaannya untuk menjadi walikota sesungguhnya tidak semulus yang dikira.  Sebagai wanita, ia kerap kali dipandang sebelah mata karena belum pernah ada sepanjang sejarah Kota Surabaya dipimpin oleh wanita. Perlu kerja keras lebih baginya untuk memenangkan hati masyarakat Surabaya supaya mau memilihnya sebagai calon walikota yang mumpuni dan amanah bagi rakyat. Begitu ia berhasil dipercaya menjadi Walikota Surabaya di tahun 2010, dengan segera ia berkembang pesat dalam mengembangkan dan memajukan Kota Surabaya.

Beberapa kebijakannya juga kerap kali diprotes oleh DPRD Kota Surabaya yang tidak senang dengan sepak terjang politik Risma di panggung politik Surabaya, seperti kenaikan pajak reklame dan meneruskan proyek frontage road dan MERR IIC (Middle East Ring Road), yang menghubungkan area industri Rungkut hingga Jembatan Suramadu melalui wilayah timur Surabaya.

Pertengahan 2014 berhembus kabar bahwa ia berencana untuk mengundurkan diri dari jabatan Walikota.  Namun karena kecintaan masyarakat Surabaya kepada ibu walikota yang totalitas berpihak pada rakyat kecil ini, akhirnya muncul gerakan di jejaring sosial bernama ‘Save Risma’ untuk mendukung kepemimpinannya.  Di tahun yang sama, ia melakukan sebuah keputusan fenomenal dengan menutup Gang Dolly, area prostitusi terbesar se-Asia Tenggara, yang belum pernah masuk dalam agenda kerja walikota-walikota sebelumnya. Keputusan ini diambil karena melihat dampak yang ditimbulkan pada anak-anak yang tinggal di lingkungan sekitar Gang Dolly tersebut.

Dibawah kepemimpinannya, Surabaya berhasil meraih beberapa penghargaan seperti Kota Adipura selama empat tahun berturut-turut sejak 2011-2014 untuk kategori kota metropolitan, dan adipura paripurna pada tahun 2016.  Citynet pernah menganugerahkan Surabaya sebagai kota terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik di tahun 2012 karena keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan. Future Government Awards 2013 pernah menganugerahkan dua penghargaan sekaligus, yaitu data center dan iklusi digital kepada Surabaya dalam tingkat Asia-Pasifik.

Taman Bungkul yang dirubah dan ditata sedemikian rupa oleh Risma juga berhasil meraih penghargaan taman terbaik se-Asia di tahun 2013 dari Asian Townscape Award dari PBB.  Dengan pemugaran totalitas, ia berhasil mempercantik tata letak Taman Bungkul serta menambah fasilitas-fasilitas yang ramah bagi semua kalangan masyarakat, baik anak-anak, orang tua, maupun disabilitas. Dengan demikian, taman tersebut bisa menjadi sarana rekreasi terjangkau bagi semua kalangan masyarakat Surabaya.

Tak hanya sibuk memperhatikan tata kota. Risma juga memperhatikan birokrasi pemerintahan utamanya dalam pelayanan masyarakat yang masih rumit dan tidak sistematis. Beberapa kebijakannya dengan mengoptimalkan teknologi informasi, bisa membuat sistem birokrasi pelayanan jauh lebih mudah dan tidak rumit.  Ia juga memberlakukan aturan untuk tidak memberikan uang tip kepada petugas pelayanan masyarakat demi pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.  Atas kerja kerasnya, ia beberapa kali diganjar penghargaan seperti anugerah tanda bintang jasa utama dari Presiden Joko Widodo dan penghargaan anti korupsi dari Bung Hatta Anti Corruption Award di tahun 2015.

 

 

Sumber:

Biografi Tri Rismaharini – kenangan.com


Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
0 komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi