Mundur dari Gojek, Alamanda Shantika Wujudkan Mimpi dengan Binar Academy

Sumber: Femina.co.id

Anda tahu Gojek? Atau bahkan rutin menggunakan Gojek? Dibalik aplikasi Gojek yang ada di smartphone Anda, ada seorang wanita yang berjasa membuatnya dari nol.

Sudah jadi rahasia umum jika jumlah wanita yang berperan di dunia teknologi informasi tidak sepesat perkembangan teknologi informasi. Industri ini masih didominasi kaum Adam karena ada anggapan bahwa komputer adalah mainan pria.

Indonesia sendiri tidak luput dari hal ini. Meski demikian, semangat para wanita untuk eksis dan terlibat dalam perkembangan teknologi informasi tidaklah surut.

Kami pernah mengulas Fransiska Hadiwidjana, founder Prelo, yang eksis di dunia teknologi informasi. Kali ini ada kartini lain yang juga tak kalah moncer di bidang teknologi informasi.

Dialah Alamanda Shantika Santoso, pendiri BINAR Academy. Ia telah dikenal luas oleh publik sebelumnya sebagai Vice President Gojek yang kini sudah menjadi mantan perusahaannya.

Sejak usia 14 tahun, wanita berkacamata ini telah gemar mengutak-atik komputer. Ia pun dengan segera jatuh cinta dengan programming setelah diajarkan oleh sepupunya. Namun kala itu, ia mengalami kesulitan mempelajarinya karena keterbatasan pengetahuan di lingkungan sekitarnya.

Koneksi internet yang masih sangat terbatas, serta tidak ada guru yang bisa mengajarinya membuatnya harus mempelajari komputer secara otodidak dan perlahan-lahan. Tentunya hal ini memerlukan usaha yang lebih keras dan waktu yang lebih lama.

Selain menyukai komputer, ia juga sudah tertarik pada matematika. Lantaran sang ayah sejak kecil telah mengajarinya matematika. Hobinya membongkar pasang mainan mobil juga mengasah pemikiran kritisnya.

Kegemarannya dengan matematika semakin membantunya untuk mempelajari programming. Di sisi lain, ia juga menyukai hal-hal berbau seni seperti menulis, menggambar, desain grafis, serta bermain saksofon dan biola.

Ayah, ibu, dan kakak-kakaknya pernah mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri. Ala pun juga memiliki keinginan yang sama. Tapi setamat SMA, ayahnya telah dua kali diserang penyakit stroke. Keluarganya pun fokus pada pengobatan sang ayah yang cukup memakan banyak biaya.

Dia pun harus menunda impiannya untuk sekolah ke luar negeri. Akhirnya ia memilih untuk berkuliah di Binus University mengambil double degree jurusan matematika dan teknologi informatika selama lima tahun.

Di sela-sela waktu kuliahnya, Ala sempat mendirikan perusahaan startup bernama Pentool Studio untuk membantu UMKM membuat website perusahaan untuk kepentingan branding perusahaan. Dari sana, kemampuan codingnya semakin meningkat hingga ia berhasil membuat 200 situs.

Selain membesarkan Pentool Studio selama lima tahun, ia juga pernah bergabung bersama Berrybenka dan Kartuku. Ia mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk menjadi programmer handal, hingga ia dianugerahi penghargaan Best Team Work oleh Kartuku di tahun 2013.

Di Kartuku inilah ia bertemu dengan Nadiem Makarim yang kemudian dirayu untuk diajak bergabung dengan Gojek. Awalnya, ia menjadi programmer lepas untuk Gojek yang bekerja di malam hari selepas bekerja di kantor.

Setelah Nadiem keluar dari Kartuku untuk membesarkan Gojek, Ala pun diajak untuk bergabung dengan Gojek secara full time dan dipercaya menjadi Vice President Gojek.

Sebelum bergabung bersama Gojek, banyak yang meragukan keputusannya termasuk kedua orang tuanya sendiri. Posisinya di Kartuku dianggap sudah cukup mapan sehingga banyak yang menyayangkan jika ia melepaskan posisinya di Kartuku demi pindah ke Gojek yang saat itu masih merintis dari nol.

Tapi ia merasa, ia tidak hanya mencari uang tapi berkarya demi kehidupan para tukang ojek nantinya melalui aplikasi karyanya. Baginya, bergabung ke Gojek juga merupakan tantangan tersendiri.

Di Gojek, Ia pun dijuluki “Ummi” oleh para programmer di Gojek karena memimpin para programmer yang mayoritas adalah laki-laki. Dia mengaku bahwa ia belajar banyak untuk tidak hanya sekedar mencari nafkah. Melalui aplikasi mobile yang dibuatnya dari nol, ia tahu bahwa kontribusinya sangat berjasa bagi hajat hidup tukang ojek motor.

Kesuksesannya memimpin para programmer di Gojek menjadikan namanya di dunia teknologi informasi tidak bisa dipandang sebelah mata.

Berkat rintisan serta tim yang dipimpinnya sejak Gojek diluncurkan ke publik hingga saat ini, Gojek mampu menjadi startup unicorn pertama di Indonesia dengan nilai valuasi perusahaan miliaran rupiah.

Selain dikenal sebagai mantan Vice President Gojek, ia kerap berkontribusi di berbagai acara startup digital, mulai dari pembicara hingga menjadi mentor atau juri.

Setelah dua setengah tahun bekerja sembari belajar di Gojek, ia merasa cita-citanya untuk turut membesarkan Gojek sudah tercapai. Ia pun menantang dirinya sendiri dengan ‘loncat’ ke berbagai pekerjaan lain.

Di tahun 2017, Ala mendirikan sekolah sendiri untuk mewujudkan mimpinya sejak lama sekaligus jalan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi menteri pendidikan. Sekolah tersebut bernama Binar Academy, sekolah gratis yang mengajarkan pengembangan aplikasi dan hal-hal berbau teknologi lainnya.

Binar dibuka di Yogyakarta dan dengan segera menarik banyak orang yang tertarik untuk mempelajari teknologi informasi untuk bergabung. Untuk mendukung proses pembelajaran peserta, Binar bekerja sama dengan berbagai perusahaan besar, komunitas, hingga profesional.

Ala pun aktif menjadi mentor dan juri program 1000 Startup Digital dan FemaleDev yang diinisiasi oleh Kibar, penyedia ekosistem startup teknologi di Indonesia, sejak 2016.

Peraih penghargaan Women of the Year 2017 dari Her World Magazine dan Inspiring Woman of the Year 2018 oleh Elle Style Awards ini juga beberapa kali dipercaya menjadi advisor untuk CIMB Niaga, Oktagon, Pijar Imaji, dan Nama Studio.

Harapan srikandi IT tanah air ini ke depannya adalah akan lebih banyak perempuan yang tidak ragu untuk berkontribusi di dunia teknologi dengan kaum adam.

Baginya, wanita dan pria di dunia teknologi sama saja, tidak ada yang lebih superior kemampuannya. Asalkan mau belajar dan bekerja keras, kesuksesan akan datang tidak memandang gendernya.

 

 

 

Sumber:

https://www.linkedin.com/in/alamanda-shantika-santoso-318b8436/

http://marketeers.com/alamanda-shantika-bicara-teknologi-gap/

http://www.femina.co.id/profile/alamanda-shantika-santoso-dorong-wanita-andal-di-ti-

https://techno.okezone.com/read/2017/04/21/207/1673533/naungi-tiga-startup-alamanda-shantika-kembangkan-hacker-space

http://www.wanitaindonesia.co.id/index.php?view=viewarticle&id=17050018

https://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20170326/281496456113687

https://www.idntimes.com/life/women/rosa-folia/alamanda-shantika-santoso-perempuan-di-teknologi-akuperempuan-1/full

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160611093823-185-137399/cerita-alamanda-dirayu-nadiem-bangun-gojek

https://kumparan.com/@kumparanstyle/alamanda-shantika-programmer-yang-mendobrak-stigma-dengan-prestasi

https://tekno.kompas.com/read/2017/04/21/15000097/kisah.sosok.perempuan.di.balik.suksesnya.go-jek

https://uzone.id/kejutan-dari-alamanda-shantika-ex-gojek-yang-punya-sekolah-sendiri


Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
0 komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi