Menjadi MUA, Cara Bubah Alfian Bisa Go International

Sumber: thebridedept

Pekerjaan MUA (Make Up Artist) bisa dibilang menjadi salah satu pekerjaan yang sedang naik daun dilakoni oleh para milenial karena banyaknya peluang potensial yang membutuhkan jasa ini.

Tak heran jika saat ini banyak bermunculan workshop kecantikan mengenai keterampilan tata rias yang begitu digandrungi kaum hawa. Salah satu MUA kondang yang cukup sering menjadi tutor make up ini adalah Zakharia Mahfudi Alfiansyah, atau yang lebih dikenal dengan nama Bubah Alfian.

Bukan tanpa perjuangan Bubah bisa menjadi MUA profesional ternama di tanah air yang jasanya telah dipercaya oleh sederet artis, pejabat, hingga sosialita. Bahkan ia sendiri merupakan salah satu MUA yang sukses go international.

Setamat SMA di Jember, tante yang membesarkannya, Hanik Nurdiana, yang biasa dipanggilnya Mama, mendorong Bubah untuk belajar tata rambut dan rias di kursus Rudy Hadisuwarno Jember karena melihat bakat terpendamnya yang bahkan ia sendiri tidak menyadarinya.

Saat belajar pun, bukan tidak ada halangan yang dihadapinya. Ia terpaksa tidak menuntaskan pembelajaran hingga level 3 dikarenakan tidak adanya biaya untuk membayar kursus.

Akhirnya ia memutuskan untuk magang di salon kecil di kampung halamannya demi mendapatkan pengalaman dan membuka jasa hair extension (sambung rambut) yang saat itu sedang populer. Kala itu ia hanya dibayar Rp 5.000 padahal harga rambutnya Rp 6.000. Meski rugi, baginya itu adalah pengalaman yang tidak ternilai harganya.

Selain magang di salon, ia juga aktif di organisasi yang sekarang dikenal Jember Fashion Carnival sejak 2007. Disana ia mulai mengenal dunia tata rias wajah lebih banyak, sekaligus banyak belajar mengenai tata rias wajah, rambut, hingga membuat aneka kostum dengan bentuk meriah.

Setelah pengalamannya cukup, sang ibu, Ely Nur Amalia, membuka salon di Jember untuknya di tahun 2009. Apalagi bisnis salon di Jember saat itu sedang berkembang dengan pesat.

Banyak cibiran yang diterimanya yang mengatakan bahwa pekerjaannya dianggap terlalu feminin. Yang lebih menyakitkan bahkan cibiran itu tak jarang datang dari keluarga sendiri.

Meski sering dicibir, ia merasa justru semakin bersemangat untuk mengembangkan kemampuannya secara serius hingga bisa menjadi seorang yang profesional. Ia pun mencoba peruntungan dengan mengikuti kompetisi Gading Beauty Award 2011 di Jakarta.

Dari kompetisi tersebut, ternyata ia mampu meraih juara pertama. Sejak saat itu ia bertekad untuk hijrah ke Jakarta untuk mengembangkan karier lebih serius lagi. Dengan modal jual laptop yang membuahkan uang Rp 2,5juta, ia berangkat mengadu nasib ke ibu kota meski sang ibu sebetulnya keberatan dengan keputusannya tersebut.

Setiba di Jakarta, beruntungnya Bubah mendapat tumpangan tempat tinggal di rumah Adi Mulyadi, seorang desainer kebaya. Tak hanya itu. Ia juga dipinjami beragam peralatan make up untuk mengikuti berbagai kompetisi di Jakarta.

Demi menyambung hidup, ia bekerja sangat keras. Bekerja hingga 20 jam dalam sehari dengan libur hanya 4 hari selama setahun penuh. Merias wajah, menyewakan kostum, hingga menjahit baju pun dilakoninya.

Dengan sepeda motor, perias yang mengawali kariernya sebagai MUA untuk pemotretan di Femina Group ini menyambangi para kliennya yang akan ia dandani. Selain bekerja untuk salon dan majalah, ia juga berkeliling menawarkan jasanya ke orang-orang dan para fotografer.

Meskipun di awal-awal ia tidak dibayar, ia tidak lantas cepat berkecil hati. Baginya yang terpenting mengerjakan dengan maksimal tentu uang akan datang dengan sendirinya. Terbukti, perlahan-lahan, orang-orang yang pernah memakai jasanya di awal kariernya mengapresiasi pekerjaannya.

Mendapatkan kesempatan untuk bekerja di majalah dan rekomendasi dari MUA yang sudah lebih senior bisa mengantarkannya untuk bertemu dengan banyak artis yang dulu diidolakannya menjadi pelanggan setianya.

Baca jugaTonjolkan Ciri Khas Karya, Bukti Resep Sukses Fotografer Rio Motret

                      Sumiati Sutrisno: Basket Mengubah Hidup Saya

Kesempatan yang lebih melambungkan namanya sebagai MUA profesional di Indonesia adalah saat salah satu temannya menelepon dan memintanya untuk mengirimkan portofolio make up yang pernah dikerjakannya. Ia sempat heran dengan permintaan tersebut. Tak disangkanya, portofolio itu ternyata diajukan untuk acara America’s Next Top Model Cycle 20.

Setelah seleksi, penata rias berciri khas make up flawless dengan sedikit sentuhan fashion, ini pun akhirnya resmi terpilih menjadi make up artist para finalis ANTM dan para juri acara tersebut yang sedang syuting di Bali. Beberapa artis Hollywood papan atas saat itu yang hadir seperti Tyra Banks dan Leven Rambin, pemain film The Hunger Games.

Untuk mempertahankan kesempatan amat langka ini, ia pun harus membatalkan janji dengan beberapa kliennya. Ia juga harus rela bolak-balik Jakarta-Bali karena ada beberapa pekerjaan yang sudah tidak bisa dibatalkan dan mengejar pekerjaan bersama ANTM.

Keberhasilannya merias wajah para model dan juri America’s Next Top Model Cycle 20 menjadi pembuka jalan rejekinya di kancah internasional. Ia ditawari untuk menjadi juri tamu The Amazing Race USA, reality show Amerika, yang melambungkan namanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Kendala bahasa yang dihadapinya tidak menyurutkan semangatnya karena kesempatan emas seperti itu hanya datang sekali seumur hidup.

Artis dalam negeri yang pertama kali dipoles wajahnya oleh Bubah adalah Astrid Tiar yang saat itu menjadi model sampul sebuah majalah dan ia sendiri masih bekerja untuk sebuah majalah di Jakarta.

Tak hanya handal dalam merias wajah, kepribadiannya yang ramah dan supel mebuatnya lebih mudah akrab dan dekat dengan para kliennya. Tidak heran jika banyak kliennya yang selalu puas dengan riasannya dan ingin kembali bekerja sama. Nama Bubah Alfian pun dijuluki sebagai “The Most Wanted Make Up Artist” dari Femina Magazine.

Bubah Alfian Saat Merias Miss Universe 2015, 2017, 2018 (Sumber: Kapanlagi.com)

Jerih payahnya merantau di ibu kota, membuatnya tidak hanya menjadi MUA langganan selebriti papan atas seperti Anggun, Nadya Hutagalung, Rossa, Agnez Mo, Pevita Pearce, Bunga Citra Lestari, Raline Shah, Raisa. Ia pernah berkesempatan mendadani putri Brunei Darussalam, putri Perdana Menteri Malaysia, Pia Wurtzbach Miss Universe 2015, dan para kontestan Puteri Indonesia 2019. Cinta Laura pun pernah memboyongnya ke New York Fashion Week 2018.

Bubah Mengajar Kelas Make Up Bersama Nivea (Sumber: Female Daily)

Selain sibuk menjadi MUA, ia sendiri bekerja dengan beberapa merek make up, seperti Nivea, Make Up For Ever, Lamica Brush, Chanel Beauty, dan ghd Indonesia. Selain itu, Bubah juga rutin menjadi pembawa acara Insert Flawless di stasiun Trans TV.

Penghargaan yang telah diperolehnya pun tidak sedikit, antara lain Most Favorite Make Up Artist 2016 dari Beauty Voyage, Most Influencer Make Up Artist 2018 dari Female Daily Network, Rising Star Make Up Artist 2018 dari Cosmobeaute Indonesia, serta Make Up Artist of the Year 2018 dari Elle Style Awards,

Meski saat ini telah sukses, Bubah tetap berprinsip untuk selalu menjaga sikap rendah hati, memahami klien, selalu mau belajar agar tidak cepat puas dengan apa yang telah dikerjakan.

 

Sumber:

https://www.femina.co.id/profile/bubah-alfian-dari-jember-mengejar-amerika

https://kinibisa.com/inspirasi/detail/make-up-artist/bubah-alfian-kerja-keras-yang-berbuah-kesuksesan

https://radarlampung.co.id/2018/12/10/mau-belajar-makeup-profesional-ayo-ikut-seminar-workshop-bubah-alfian/

https://www.moneysmart.id/kisah-bubah-alfian-penata-rias-salon-yang-jadi-mua-kondang/

https://www.viva.co.id/gaya-hidup/gaya/1086603-kisah-menyedihkan-bubah-alfian-tak-bisa-bayar-sekolah

https://www.popbela.com/career/inspiration/ria-theresia/sepak-terjang-bubah-alfian-hingga-kini-jadi-make-up-artist-terlaris-di-indonesia/full

https://www.instagram.com/bubahalfian/?hl=id

http://thebridedept.com/meet-the-expert-bubah-alfian/



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi