Mengeruk Laba Dibalik Manisnya Puyo Silky Dessert

Sumber gambar: do.inc

Puding sudah sejak lama menjadi salah satu makanan penutup atau dessert favorit semua orang. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut menjadikan makanan penutup satu ini mudah untuk digemari semua kalangan.

Seiring dengan maraknya penggunaan sosial media di tanah air dan berkembangnya berbagai ragam kreasi makanan beberapa tahun terakhir ini, ternyata ada puding unik yang merknya mulai terkenal.

Penggemar dessert yang aktif berselancar di Instagram tentu sudah tidak terlalu asing dengan merk puding satu, Puyo Silky Dessert.

Merk yang pernah hadir sebagai salah satu tenant Pop Up Market 2014 ini menawarkan kreasi baru soft pudding dengan rasa dan tekstur yang jauh lebih lembut, serta warna-warni pastel yang memikat dan tentunya Instragammable.

Adalah Adrian Christopher Agus dan adiknya, Eugene Patricia Agus, otak dibalik lahirnya merk Puyo ini.

Ide bisnis ini muncul ketika ayah mereka yang gemar memasak menciptakan puding yang ternyata setelah dicoba rasanya lezat dan lembut. Akhirnya dimulailah eksperimen untuk menciptakan resep puding lembut yang enak selama tiga bulan.

Duo kakak beradik yang sama-sama berlatar belakang pendidikan di bidang manajemen dan bisnis kemudian mencoba memasarkan soft pudding kreasi mereka ke saudara dan teman dekat.

Tak disangka, ternyata banyak respon positif yang mereka terima. Setelahnya, mereka sepakat untuk menjadikan soft pudding ini sebagai peluang berwirausaha.

Tepatnya Juli 2013, saat bulan Ramadan, Adrian dan Eugene mulai memasarkan kreasi soft pudding tersebut dengan nama merk Puyo Silky Dessert melalui Instagram.

Alasannya karena pada saat itu, Instagram merupakan media sosial yang digandrungi oleh anak muda masa kini. Pesanan mulai bergulir dan popularitas Puyo Silky Dessert semakin meroket yang menjadi fenomena tersendiri.

Kemasan puding yang sangat mencerminkan ‘anak muda’ membuat Puyo Silky Dessert dengan segera mampu tampil beda diantara beragam jenis puding lain di pasaran. Harga yang dibanderol pun tidak begitu mahal.

Cukup merogoh kocek sebesar Rp 12.500,00 sudah bisa membawa pulang puding sutra ini. Tak heran seketika banyak anak muda yang menjadi penggemarnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Puyo sendiri pernah mengalami kegagalan ketika pertama kali mengikuti bazaar acara musik kampus dimana 75% produknya tidak laku dan harus dibawa pulang.

Hal ini lantaran pengunjung yang datang ke acara musik cenderung ingin fokus menikmati acara musik, bukan ingin menikmati ku

Baca juga: Dea Valencia, dari Batik Kuno Gandeng Kaum Difabel

Rollover Reaction, Bukti Kosmetik Lokal Anak Muda Berkualitas

Yasa Singgih: Mendulang Sukses Dari The Power of Kepepet

Lalu ketika mengikuti bazaar di pusat perbelanjaan, ternyata produknya laku keras. Dari sana mereka belajar bahwa lebih efektif untuk memasarkan produknya di pusat perbelanjaan.

Untuk meningkatkan awareness pelanggan, mereka rajin mengikuti bazaar dan pop up market di pusat perbelanjaan.

Setelah tiga bulan berjualan secara online dan offline di bazaar, Puyo memantapkan diri untuk membuka booth pertama kalinya di Alam Sutera Living World.  

Modal usahanya yang hanya sebesar Rp 5juta dengan cepat terus berkembang berkali-lipat seiring dengan peningkatan kapasitas produksi puding.

Popularitas Puyo sendiri semakin meningkat ketika beberapa media massa yang meliput dan mewawancarai mereka untuk menceritakan rahasia kesuksesan puding sutra berbahan susu dari lemak nabati ini.

Tak ayal, hingga kini jumlah outlet Puyo Silky Dessert telah berjumlah 40 outlet di berbagai pusat perbelanjaan di kawasan Jabodetabek, Karawang, dan Bandung.

Kakak adik yang baru saja masuk dalam daftar 30 Under 30 Asia 2018 versi Forbes ini bercita-cita Puyo Silky Dessert mampu menjadi merk dessert yang go international.

Selain menelurkan produk berupa puding sutra, ia juga mengeluarkan produk berupa minuman dengan warna warni yang tak kalah ciamik dengan puding sebelumnya.

Puyo Silky Dessert sendiri sejak 2017 telah menaruh perhatian pada pengembangan lingkungan. Terbukti perusahaan ini telah memiliki beberapa program sosial seperti bekerja sama dengan beberapa artis ibukota seperti penyanyi Vidy Aldiano membangun perpustakaan di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, program sosial lainnya adalah menanggulangi masalah Penyu bersama The Nature Conservancy. Yang terbaru, Puyo bekerja sama dengan Chelsea Islan untuk membangun perpustakaan di Kampung Roe, Nusa Tenggara Timur.

 

Sumber:

https://swa.co.id/swa/trends/puyo-desserts-kumpulkan-rp100-juta-untuk-donasi-di-ntt

http://www.wanitawirausaha.com/article/kisah-sukses/resep-ayah-pada-puyo-dessert

https://news.detik.com/adv-nhl-detikcom/2558209/mengintip-kisah-sukses-si-lembut-puyo-silky-dessert

https://www.ceritaprasmul.com/wajah-prasmul-di-balik-kesuksesan-puyo-desserts-success-story-eugenie-patricia/

https://travel.kompas.com/read/2017/04/25/161821427/beli.silky.pudding.bisa.selamatkan.penyu

https://www.gadis.co.id/try-it/jajan-sambil-beramal-bareng-puyo-silky-desserts-dan-vidi-aldiano-

http://www.puyodesserts.com/

0 komentar
Berikan komentar anda
Anda harus Login untuk komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi