Mengenal Politikus Generasi Milenial: Tsamara Amany

Muda namun sudah vokal berpolitik pantas disematkan pada diri Tsamara Amany.  Gadis keturunan Arab ini masih berusia sangat muda, yakni 22 tahun tapi sudah mantap untuk totalitas terjun ke dunia politik. Tak tanggung-tanggung, ia terjun langsung dengan bergabung bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ia juga lantas dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat Eksternal PSI tersebut.  Hal ini yang masih sangat jarang dilakukan oleh anak muda Indonesia pada umumnya.

Dia mengaku sejak duduk di bangku sekolah menengah atas telah memiliki ketertarikan akan isu politik Indonesia. Meski demikian, ia belum memiliki ketertarikan yang dalam untuk terjun langsung ke panggung politik.

Ketika pemilihan umum presiden dimenangkan Joko Widodo pada 2014 lalu, ia baru merasa tergugah untuk terjung langsung ke dunia politik. 

Hal ini disebabkan oleh banyaknya komentar negatif yang dilayangkan pada Joko Widodo di sosial media, saat telah terpilih menjadi pemenang pemilu presiden RI. 

Keaktifannya di dunia politik dimulai dari menuangkan buah-buah pikirannya ke dalam tulisan-tulisan di blog pribadi maupun sejumlah portal daring. 

Ia getol membela Jokowi dan mengulas isu-isu politik yang tengah menjadi pembicaraan hangat di tanah air kala itu.  Setahun kemudian pada 2015, ia diundang oleh Jokowi ke Istana Negara bersama beberapa blogger lainnya.

Dari sana, ia masih sebatas aktif berpolitik melalui tulisan-tulisannya di dunia maya. Ia berkesempatan untuk menjadi saksi dalam sidang uji materi persyaratan calon independen di pilkada yang diajukan oleh Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI) di Mahkamah Konstitusi.

Baca Lainnya: Susi Pudjiastuti: Wanita Nyentrik Berdedikasi Memajukan Laut Indonesia

Sri Mulyani: Ibunya Ekonomi Indonesia

Sidang uji materi ini membuahkan hasil dengan pengurangan syarat presentase minimum pengumpulan KTP untuk calon independen.

Pada Januari-April 2016, ia mendapatkan kesempatan untuk magang di Balai Kota DKI Jakarta untuk membantu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).  Tugas utamanya adalah menyederhanakan perizinan untuk memulai usaha. 

Kesehariannya sebagai staf magang di Balai Kota menggugah pikirannya untuk terlibat aktif di politik.  Ia merasa jika hanya vokal menyuarakan politik melalui tulisan, belum tentu bisa membuat perubahan di masyarakat secara optimal. 

Dengan meleburkan diri ke tubuh pemerintahan, ia bisa melakukan perubahan secara nyata terhadap kebijakan pemerintah.

Selepas dari magang di Balai Kota, Tsamara bersama beberapa rekannya membentuk sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perempuan Politik.  Lembaga ini dibentuknya sebagai bentuk dorongan terhadap perempuan-perempuan di Indonesia agar tidak perlu takut untuk berpolitik sejak dini. 

Target utama dari LSM ini adalah remaja yang masih duduk di sekolah menengah dengan rentang usia 12-18 tahun.  Diharapkan, apabila mereka telah mengenal politik sejak dini, kelak ketika mereka telah berusia 17 tahun keatas dan memiliki hak pilih dalam pemilu, mereka dapat berpolitik secara sehat dan cerdas.

Ia juga menerbitkan sebuah buku yang berjudul Curhat Perempuan: Tentang Jokowi, Ahok, dan Isu-Isu Politik Kekinian yang berisi kumpulan tulisan-tulisannya mengenai pandangan politiknya yang beberapa kali viral di portal media daring.

Buku ini juga mengungkapkan keresahannya terhadap sosok Anies Baswedan ketika Anies mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017 silam.

Meski kedua orang tuanya tidak ada yang berlatar belakang dunia politik, Tsamara tetap mantap melangkahkan kakinya ke dunia politik. Hal itu dimulainya dengan menjadi pendukung Ahok ketika Ahok mengikuti pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 lalu. 

Pada April 2017, ia juga menyatakan diri bergabung dengan PSI dan semakin aktif menyuarakan politik, serta mengajak generasi milenial untuk tidak apatis terhadap isu politik tanah air. 

Di tahun yang sama, Tsamara bahkan telah mendaftar menjadi calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia dan berharap kontribusinya untuk terjun ke DPR bisa memberantas korupsi yang merajalela di sektor pemerintahan.

Bahkan, meski kerap disindir oleh warganet tentang cuitannya yang sarat akan politik, dia tetap tidak gentar untuk terjun di dunia politik dan mengajak para generasi milenial untuk lebih memperhatikan negara, salah satunya melalui isu politik.

 

Sumber:

https://twitter.com/tsamaradki

https://id.wikipedia.org/wiki/Tsamara_Amany

https://kumparan.com/@kumparannews/tsamara-amany-millenial-yang-terjun-ke-politik

https://kumparan.com/@kumparannews/untuk-apa-jadi-anggota-dpr-ri-tsamara-amany

https://www.liputan6.com/news/read/3021390/7-fakta-tsamara-amany-generasi-milenial-yang-cinta-politik



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi