Marshall Pribadi Hadirkan PrivyID untuk Identitas Digital

Sumber: Tech in Asia Indonesia

Umumnya startup digawangi oleh para pendirinya yang memiliki latar belakang IT. Namun itu tidak berlaku bagi Marshall Pribadi yang justru berlatar belakang hukum. Justru hal tersebut baginya sangat berperan dalam mendirikan startup-nya, PrivyID.

PrivyID ini merupakan startup yang bergerak di bidang identitas digital yang memungkinkan Anda untuk memberikan tanda tangan digital menggunakan teknologi asymmetric cryptography.

Tanda tangan digital di Indonesia yang terpercaya dan mendapat lisensi ISO 20071:2013 saat ini satu-satunya masih dipegang oleh PrivyID.

Ide bisnis ini lahir dari pengalaman pribadi Marshall saat ia dirawat inap di rumah sakit dimana ia harus menanda tangani berlembar-lembar formulir pendaftaran sebelum menerima perawatan medis. Kejadian tersebut juga berulang kali dialaminya ketika menjadi mahasiswa jurusan Hukum UI.

Di dunia hukum sendiri, tanda tangan menjadi sesuatu yang vital karena banyak dokumen yang memerlukan pengesahan dengan tanda tangan. Satu kontrak bisa terdiri dari banyak dokumen yang mungkin bisa saja tidak terarsip dengan baik dan proses penandatanganan dokumen bisa terhambat.

Dari situ lah, muncul idenya untuk membuat tanda tangan digital yang bisa sekali rekam tanda tangan untuk berbagai dokumen resmi, terutama untuk dokumen-dokumen digital. Menggandeng Guritno Adi Saputra sebagai CTO (Chief Technology Officer), ia mendirikan PrivyID di tahun 2016.

Awalnya tidak ada yang paham dan percaya akan konsep identitas digital berupa tanda tangan digital yang diusung oleh PrivyID karena ini konsep yang masih baru dan belum dikenal luas di Indonesia.

Padahal dalam urusan bisnis dan pemerintahan, penggunaan tanda tangan digital ini bisa menghemat biaya akuisisi pelanggan hingga 95% karena tidak adanya biaya cetak, biaya kurir, dan biaya penyimpanan.

Di awal pendirian, Marshall pernah mengikuti pameran Tech In Asia yang membuatnya bertemu dengan pihak inkubator Indigo milik Telkom. Ia mendapatkan kesempatan pitching mengenai startupnya, yang berujung pada pendanaan awal Rp 120 juta dari Indigo.

Tak hanya mendapatkan pendanaan. Telkom pun menjadi client pertama PrivyID yang menggunakan tanda tangan digital. Berkat penggunaan tanda tangan digital, Telkom mampu menggaet lebih banyak pelanggan baru yang berlangganan melalui aplikasi MyIndihome.

Lalu ia juga mendapat pendanaan dari Mandiri Capital Indonesia (MCI) senilai Rp 3 miliar karena menjuarai ajang Finspire. Lalu ada pula beberapa investasi lain yang masuk dengan nilai yang tidak disebutkan.

Jika umumnya startup yang telah mendapatkan pendanaan akan fokus pada pemasaran, hal tersebut tidak berlaku untuk PrivyID. Marshall dan timnya sibuk meningkatkan sistem keamanan begitu mendapat kucuran dana segar dari investor untuk menjaga kepercayaan client-clientnya.

Keseriusannya dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan data penggunanya dibuktikan dengan sertifikat ISO 20071:2013 yang keluar pada akhir Januari 2018.

Sertifikat ini hanya dimiliki oleh perusahaan seperti bank, operator telekomunikasi (XL Axiata), lembaga pemerintahan (OnlinePajak dari Ditjen Pajak), dan perusahaan asing seperti Google for Business milik Google. Jadi bisa dibilang, PrivyID adalah startup pertama di Indonesia atau bahkan ASEAN yang lolos audit ini.

Sertifikat ISO 20071:2013 ini sendiri adalah standar keamanan informasi yang diluncurkan oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Elecrotechnical Commission (IEC).

Perusahaan yang berhasil mengantongi sertifikat ini berarti sudah teruji dan terbukti memberlakukan standar sistem manajemen keamanan informasi yang tepat dalam menjaga keamanan data perusahaannya. Sertifikat ini cukup sulit didapatkan karena harus memenuhi kriteria-kriteria yang ditetapkan ISO dan IEC.

Selain mengantongi sertifikat ISO 20071:2013, keamanan data PrivyID ini juga sudah diakui oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Mendagri untuk akses verifikasi data kependudukan di Dukcapil.

Karena belum banyak pemain yang terjun di bidang ini, dalam kurun waktu tiga tahun berdiri PrivyID telah digunakan oleh 3,5 juta pengguna dan 172 perusahaan di Indonesia dari berbagai bidang seperti telekomunikasi, fintech, dan perbankan.

Pengguna merasa banyak sekali manfaat penggunaan PrivyID. Dengan identitas tunggal untuk keperluan banyak hal bisa digunakan ketika ingin registrasi seperti pembukaan rekening, pendaftaran asuransi, pengajuan kredit, dsb. dan tentunya mampu menandatangani dokumen dalam jumlah banyak dalam sekali waktu.

Biaya yang dipatok oleh Marshall sendiri tidaklah mahal. Setelah pengguna membuat akun dan tanda tangan digital secara gratis, pengguna tinggal menggunggah dokumen yang akan ditanda tangani. Biaya untuk 10 dokumen akan dikenai biaya Rp 35.000, 25 dokumen Rp 87.500, dan 50 dokumen dikenai biaya Rp 175.000.

Ambisi Marshall sendiri ingin tanda tangan digital bisa banyak digunakan oleh masyarakat luas karena identitas digital telah terjamin keamanannya dan sah di mata hukum, serta dapat dibuktikan di pengadilan.

Tak hanya itu. Penggunaan tanda tangan digital ini juga bisa berdampak ke lingkungan karena hilangnya penggunaan kertas dan kurir yang menjadi beberapa faktor meningkatkan emisi karbon (CO2).

Ia juga ingin berekspansi ke pasar internasional seperti ke negara-negara tetangga; Singapura, Malaysia, Australia, Thailand karena disana platform tanda tangan digital belum begitu besar dan memiliki pangsa pasar potensial. Ditambah lagi, belum ada platform tanda tangan digital di negara tetangga yang memiliki sertifikasi seperti miliknya.

Ide brilian Marshall ini berhasil mengantarkannya pada penghargaan 30 pemuda di bawah usia 30 tahun dari Forbes Asia 2017 di bidang keuangan dan modal ventura dan Endeavor Entrepreneur. Selain itu, PrivyID juga pernah memenangi Danamon Entrepreneur Awards 2017 sebagai most promosing fintech.

 

 

Sumber:

https://swa.co.id/swa/ceo-interview/marshall-pribadi-ceo-privyid-tanda-tangan-digital-menjadi-sebuah-kebutuhan

https://youngster.id/featured/marshall-pribadi-menghadirkan-teknologi-untuk-identitas-penggunanya

https://privy.id/

https://www.viva.co.id/digital/startup/1135155-privyid-gandeng-dukcapil-tanda-tangan-digital-makin-cepat

https://tirto.id/aplikasi-tanda-tangan-digital-untuk-cegah-pemalsuan-paraf-cGth

https://www.danamon.co.id/id/Tentang-Danamon/BeritaDanamon/Article/2018/02/12/09/02/Marshall-Pribadi-PrivyID-Pemenang-Danamon-Entrepreneur-Awards

https://kumparan.com/swaonline/aplikasi-privyid-digital-signature-untuk-verifikasi-dokumen



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi