Kompaknya Tiga Sekawan Membesarkan Ismaya Group

Anak muda sekarang tentu sudah tidak asing lagi dengan acara-acara musik semacam Djakarta Warehouse Project (DWP) atau We The Fest. Mungkin juga sudah cukup familiar dengan brand restoran, kafe, dan bar semacam The People’s Café, Blowfish, Djournal Coffee, atau Dragonfly.

Brand yang telah disebutkan diatas tersebut berada di bawah naungan manajemen dalam satu grup perusahaan yakni, Ismaya Group.

Ismaya yang berdiri sejak 2002 di Jakarta telah memfokuskan diri pada industri hospitality yang mengutamakan pada kepuasan pengalaman pelanggannya. Tidak salah jika mereka mengusung misi “Creating the good life” dalam setiap lini bisnisnya.

Sang founder, Christian Rijanto, Bram Hendrata, dan Brian Sutanto awalnya bukanlah orang-orang yang memiliki pengalaman di bidang hospitality sebelum memulai bisnis ini.

Ketiga sekawan ini dulunya lebih banyak berkecimpung di dunia manajemen seperti marketing, investasi, dan keuangan.

Ide bisnis ini sendiri berawal dari Christian Rijanto yang hobi makan dan menggemari wisata kuliner sewaktu masih tinggal di negeri Paman Sam.

Ia memiliki ide untuk berbisnis restoran yang tidak biasa dengan menawarkan pengalaman lain yang tidak terlupakan.

Jadi pelanggan tidak hanya datang untuk makan, tapi juga merasakan pengalaman lain melalui hiburan, konsep desain interior restoran, atau konsep penyajian restoran yang tidak bisa ditemui di tempat lain.

Hal ini sering dirasakan oleh Christian sewaktu masih tinggal di Amerika Serikat. Tapi sayangnya ketika ia kembali ke Jakarta, ternyata belum ada restoran dengan konsep seperti yang biasa ia temui di Amerika.

Padahal konsep restoran yang tidak hanya sekedar menyajikan makan yang enak, tentu lebih menarik bagi pengunjung.

Lalu Christian bertemu dengan Bram dan Brian sewaktu sama-sama masih bekerja di bidang investasi dan keuangan dan mengajaknya untuk berbisnis bersama membuat sebuah restoran. Akhirnya ide ini disetujui oleh keduanya dan mereka mulai menggodok ide bisnis tersebut.

Supaya eksekusi bisnis berjalan mulus, ketiga sekawan ini melakukan riset pasar mengenai bisnis hospitality di Jakarta di awal tahun 2000-an.

Bram sendiri memberanikan diri untuk belajar kepada salah seorang teman di Amerika Serikat selama tujuh bulan yang memiliki restoran untuk mematangkan ide tersebut dan memahami seluk beluk bisnis restoran.

Ditengah perjalanan, ketiga sekawan ini menyadari bahwa bisnis di bidang F&B ini tidaklah mudah. Tapi jika tidak ada kesulitan, pasti tidak akan pernah belajar untuk mengatasinya.

Keluarga Christian sendiri lebih menyukai bila ia berbisnis di bidang manufaktur atau membuka pabrik. Tapi ia tetap bersikukuh yakin akan bisa sukses bersama kedua rekannya tersebut untuk membuka bisnis ini dengan persiapan matang dan perhitungan bisnis yang detail.

Tahun 2003, merek pertama yang diluncurkan Ismaya Group adalah Blowfish yang berlokasi di Wisma Mulia City Plaza. Blowfish sendiri adalah restoran Jepang modern yang mengusung konsep resto sekaligus hiburan malam pertama di Jakarta untuk konsumen menengah ke atas.

Di awal-awal pendiriannya, kantor perusahaan berada di basement parkir mobil yang bising dan dekat dengan saluran pipa pembuangan asap. Tak jarang, mereka bertiga ikut turun tangan di restoran membantu mencuci piring, menyajikan makanan, ataupun membersihkan meja makan.

Di tahun 2004, Ismaya Group meluncurkan Dragonfly di Graha BIP yang membawa konsep resto dan bar yang masih mirip dengan Blowfish, tapi dengan desain furnitur yang didominasi oleh kayu.

Masih bertemakan masakan Jepang, ketiga sekawan mencoba pangsa pasar mass market dengan mendirikan Sushigroove di Jakarta tahun 2005. Lalu di tahun 2006, Ismaya Group melalui Sushigroove membuka cabang pertamanya di luar Jakarta yaitu di Paris Van Java, Bandung.

Beberapa kota besar lain yang telah disinggahi Ismaya seperti Surabaya, telah ada empat merek restorannya, Mr. FOX, The People’s Café, Tokyo Belly, dan Djournal Coffee. Lalu ada Bali yang menjadi tempat singgah merek restoran Manarai, Kitchenette, dan Pizza E Birra.

Ismaya sendiri tidak hanya ingin jago kandang di negeri sendiri. Gerai Social House adalah pembuktian ekspansi Ismaya pertama kalinya di Dubai, Uni Emirat Arab di tahun 2009 di Burj Khalifa Tower.

Lalu diikuti dengan Markette dan Gia. Shanghai juga menjadi jujukan Ismaya untuk membuka Sushigroove di tahun 2018 ini.

Tak ingin berhenti di bisnis resto dan bar. Ismaya Group mendirikan anak perusahaan di bidang event organizer yaitu Ismaya Live di tahun 2008.

Ini berawal dari Blowfish sendiri yang memang merupakan resto dan bar memiliki acara bernama Blowfish Warehouse Project yang mengusung konsep indoor music festival. Bintang tamu yang hadir saat itu adalah DJ dari luar negeri seperti Howells, Renaissance, Matt Darey, Cash Money, dll.

Sempat berhenti di tahun 2009, Blowfish Warehouse Project akhirnya berganti nama menjadi Djakarta Warehouse Project dan mengambil lokasi yang lebih luas di Pantai Carnaval Ancol di tahun 2010.

Dari tahun ke tahun, pengunjung DWP pun semakin bertambah dan menjadi acara EDM (Electronic Dance Music) terbesar di Indonesia.

Tahun 2014, DWP untuk pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta International Expo dan diperpanjang selama dua hari. Acara tersebut berhasil menggiring 70.000 pengunjung dari yang ditargetkan hanya 50.000 pengunjung saja.

DWP 2015 kembali menggiring pengunjung lebih banyak dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 75.000 pengunjung. Lalu di tahun 2016, 80.000 pengunjung berhasil digaet hingga DWP dinobatkan sebagai acara musik EDM terbesar di Asia.

DWP 2017 mampu menarik 35% penonton dari luar Indonesia dan diperkirakan telah menghasilkan devisa untuk negara lebih dari 350 miliar rupiah.

Dengan bintang tamu internasional yang beragam, menarik, dan banyak digandrungi oleh pencinta musik EDM, DWP tidak pernah kehilangan penggemarnya dari tahun ke tahun.

DWP 2018 sedikit berbeda dari DWP sebelumnya karena diadakan di Bali selama tiga hari sebagai edisi khusus perayaan 10 tahun acara DWP di tanah air.

Tak puas dengan DWP, ada We The Fest (WTF) yang merupakan festival dengan beragam genre musik yang diisi oleh artis dalam dan luar negeri.

Selain itu, acara ini juga menggabungkan musik, seni, fesyen, dan makanan di dalam satu tempat sebagai festival musim panas tahunan yang diadakan setiap bulan Agustus.

2017 lalu acara ini berhasil menarik perhatian Joko Widodo untuk ikut hadir menikmati acara tersebut bersama anak-anak muda lainnya.

Ada juga acara khusus pencinta kuliner yaitu Jakarta Culinary Feastival yang tidak kalah sukses dan meriah dengan DWP maupun WTF.

Ismaya Live sendiri telah berpengalaman sebagai promotor beberapa musisi luar negeri seperti One Direction, Katy Perry, David Guetta, dll.

Sebagai perusahaan f&b modern, ia tidak mau ketinggalan zaman dengan ikut meluncurkan Ismaya App berbasis mobile untuk para pelanggan setianya yang berisi informasi terbaru tentang promo, event, konser, maupun keanggotan pelanggan.

Kesuksesan Ismaya Group sebagai perusahaan f&b dan event tidak terlepas dari ide-ide segar dengan benchmarking dari berbagai bisnis-bisnis lain di penjuru dunia.

Selalu melakukan riset perilaku konsumen dan perkembangan ekonomi juga penting dilakukan secara berkala untuk mengetahui keinginan konsumen yang semakin dinamis.

Tidak heran jika Blowfish dan Dragonfly pernah menjadi Top Ten the Best Design in Asia yang dimuat oleh majalah Wallpaper, majalah desain dunia. Resto lainnya juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai the best restaurant, the best cocktail, ataupun the best design.

           

Sumber:

https://www.moneysmart.id/tips-sukses-bisnis-ala-christian-rijanto-pendiri-ismaya/

https://swa.co.id/swa/listed-articles/grup-ismaya-di-tangan-tiga-sekawan

http://www.thejakartapost.com/news/2013/06/10/a-fight-finesse-christian-rijanto-ismaya-group-co-founder.html

http://www.wanitawirausaha.com/article/marketing-services/seri-memahami-konsumen-millennial-pengaruh-tren-dari-negara-maju

https://www.forbes.com/sites/jesselawrence/2015/09/21/christian-rijanto-ismaya-live-putting-south-east-asia-on-the-festival-map-2/#c13935b13345

http://marketeers.com/branding-good-life-ismaya-group/

http://hai.grid.id/read/07603884/sempat-ganti-nama-dan-vakum-inilah-sejarah-panjang-dwp-dari-tahun-ke-tahun-sampai-sepecah-sekarang?page=all

https://www.ismaya.com/storage/app/uploads/public/5b0/630/ef0/5b0630ef0a7c3274347994.pdf

https://www.ismaya.com/corporate/ismaya-15

https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20171212100541-227-261759/dwp-hari-raya-partygoers-jakarta-dan-asia

https://tirto.id/djakarta-warehouse-project-yang-menembus-batas-b9k3

http://marketeers.com/kepakkan-bisnis-ismaya-dari-klub-baru-hingga-mobile-app/

https://www.ismayalive.com/about/

https://www.ft.com/content/d4b6d272-fb10-11e5-b3f6-11d5706b613b



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
0 komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi