Kiprah Sukses Bisnis Gibran Rakabuming

Sumber: Kompas.com

Bisnis makanan dan minuman (food and beverages/F&B) masih menjadi primadona di sektor bisnis Indonesia. Hal ini sendiri sejalan dengan besarnya pasar dan pesatnya perkembangan media sosial. Peluang ini pun yang banyak ditangkap oleh anak muda dengan menghadirkan bisnis F&B yang kekinian.

Salah satu anak muda yang bermain di sektor ini adalah Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo. Tak hanya dirinya, adik bungsunya Kaesang Pangarep juga memiliki beberapa bisnis kuliner seperti dirinya.

Berawal sepulang dari studi di University of Technology Insearch, Sydney, Australia di tahun 2010, ia diminta oleh ayahnya untuk meneruskan bisnis mebel yang sudah berdiri sejak ia kecil. Tapi ia menolak tawaran tersebut lantaran ingin membangun usahanya sendiri.

Gibran pun mendapatkan ide untuk mendirikan bisnis sendiri dari Gedung Graha Saba Buana di Solo milik Jokowi sudah lama berdiri, sejak 2002. Ia melihat bahwa pengeluaran paling besar saat seseorang mengadakan pesta adalah konsumsi. Dari sana ia ingin membuka bisnis katering yang dinamainya Chilli Pari.

Meski anak seorang walikota solo pada saat itu, hal tersebut tidak serta merta membuat perjalanan bisnisnya sangat mulus. Pertama, bisnis katering berbeda dengan bisnis restoran. Konsumen ingin jaminan kualitas. Bisnis ini semakin dipercaya karena faktor usia bisnis dan kepercayaan. Kedua, ia harus mencari pinjaman modal ke beberapa bank sebelum memulai bisnis ini.

Tahun pertama adalah masa-masa tersulit bisnis Chilli Pari karena ia dan timnya sibuk memperkenalkan katering Chilli Pari ke masyarakat. Tantangan semakin besar ketika beberapa orang sudah pesan, tapi tiba-tiba membatalkan pesanan. Padahal sumber daya telah dikerahkan dan sebagian bahan makan sudah dibeli.

Sementara itu, kebijakan manajemen Graha Saba Buana tidak mengharuskan konsumen memesan katering dari Chilli Pari. Konsumen bebas memilih katering dari mana saja. Tidak jarang, ada beberapa konsumen yang tidak melunasi katering pernikahan tersebut.

Tahun kedua dan ketiga, Chilli Pari menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Kini tidak hanya katering, tapi juga merambah ke jasa pembuatan suvernir pernikahan, foto pernikahan, hingga wedding organizer. Chilli Pari juga menangani klien dari luar kota Solo, seperti Madiun dan Ponorogo.

Kemudian Gibran mulai merambah kuliner lain, yakni Markobar (Martabak Kotta Barat). Bisnis dengan menu utama martabak manis ini awalnya dari salah seorang teman Gibran yang diwarisi usaha kuliner martabak kaki lima oleh orang tuanya. Karena belum dikembangkan, akhirnya mereka bekerja sama untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Markobar seketika viral karena menawarkan martabak manis dengan bentuk seperti pizza yang diberi delapan topping premium, seperti nutella, ovomaltine, keju, oreo, delfi, cadburry, silver queen, dan pocky green tea.

Kini sudah ada beberapa cabang Markobar yang tersebar di beberapa kota seperti Solo, Jakarta, Semarang, Yogya, Makassar, Bali, Surabaya, Medan, Banjarmasin, dan Samarinda. Selain itu, Markobar juga mengeluarkan menu kopi susu yang dinamai Markos.

Bisnis Markobar sendiri tidak diwaralaba karena Gibran lebih suka untuk menjalankan bisnis dengan satu rekanan untuk satu bidang kuliner. Selain menyangkut soal kepercayaan, juga sudah melalui serangkaian proses penyesuaian satu sama lain yang cukup panjang.

Bisnis kuliner kaki lima lain yang pernah dijajalnya adalah Pasta Buntel dan Cakar Dheer yang saat ini sudah berhenti permanen karena sering kena penggusuran dan berurusan dengan preman.

Tahun 2017, Gibran berkolaborasi dengan Kaesang di luar bisnis kuliner. Kali ini ia mencoba bisnis jas hujan dan kaos T-shirt ‘Tugas Negara Bos’ yang mulai dilirik oleh publik setelah dipakai oleh news anchor Najwa Shihab.

Selain Tugas Negara Bos, ayah Jan Ethes ini lebih banyak kolaborasi dengan sang adik di bisnis kuliner. Seperti bisnis kopi cold brew kemasan Ternakopi yang beberapa bulan lalu baru dibuka, Mangkokku yang juga berkolaborasi dengan Chef Arnold Purnomo, Madhang yang merupakan aplikasi jual beli masakan rumahan, serta bisnis keripik dan minuman ‘Siap Mas!’ yang dijual di Indomaret.

Ada juga bisnis iColor yang bergerak di bidang service center khusus untuk produk besutan Apple yang bisa dikerjakan di tempat konsumen. Bisnis ini dijalankannya di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang dan sangat disambut antusiasme konsumen, terutama konsumen yang sibuk dan tidak sempat memperbaiki gadget mereka.

Baru-baru ini yang cukup menggemparkan dunia bisnis adalah bisnis Goola yang baru saja menerima suntikan modal sebesar Rp 71 miliar dari Alpha JWC Ventures. Goola sendiri adalah bisnis kios minuman tradisional Indonesia yang dikemas lebih kekinian.

Contoh menu yang ditawarkan adalah Es Doger Jeger, Es Kacang Hijau, dan Es Goola Are. Goola kini telah memiliki 22 menu minuman yang terbagi dalam empat seri, yaitu Signature (produk unggulan), Tea (teh), Coffee (kopi), dan Refreshing (minuman segar).

Meskipun menjual minuman tradisional, target pasar Goola adalah kelas menengah dengan hadir di beberapa mal ternama di Jakarta, seperti Mall Kelapa Gading, Plaza Indnoesia, dan Pacific Place. Target Gibran ke depannya adalah menambah 160 outlet hingga tahun 2020.

Kesuksesannya memegang kendali beberapa bisnis, membuat suami Selvi Ananda ini seringkali diundang sebagai pembicara bisnis di beberapa seminar yang diadakan oleh perguruan tinggi atau sekolah, juga narasumber di acara talk show on air yang disiarkan di stasiun televisi nasional. 

Bagi pria yang masuk dalam bursa kandidat Pemilihan Wali Kota Solo ini, untuk mengetahui bisnis bisa bertahan atau tidak adalah dengan melihat perjalanannya selama tiga bulan pertama.

Waktu tiga bulan pertama inilah yang krusial karena di saat tersebut pemilik bisnis bisa mempelajari target konsumen yang mulai tertarik pada bisnis kita.

Selain itu, tidak masalah untuk memulai usaha dari skala kecil, seperti usaha kaki lima, karena jika memang bisnis itu memiliki prospek bagus, tentu akan bisa bertumbuh dan berkembang menjadi lebih besar ke depannya.

Sebagai anak orang nomor 1 di Indonesia, baik Gibran dan Kaesang, tidak lepas dari nyinyiran warganet terhadap bisnisnya. Justru nyinyiran tersebut tidak diambil pusing olehnya dan dijadikan bahan promosi untuk meningkatkan pamor bisnisnya. 

Berbisnis memang tidak mudah. Namun jika Anda senang bekerja dengan penuh tantangan dan menjadi boss bagi diri sendiri, tidak ada salahnya untuk mencoba menjadi pebisnis sesuai dengan kebutuhan pasar dan passion Anda. 



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi