Keisengan Winston Utomo Berbuah Sukses Bisnis Media IDN Times

Sumber: MLDSPORT

IDNTimes merupakan salah satu situs berita yang cukup dekat dengan anak-anak millenial yang ingin mengonsumsi konten hiburan seperti tips berbusana, tips menjalani hubungan, karier, teknologi, ataupun informasi seputar selebriti.

Meski tidak setenar detik.com atau kompas.com di kalangan generasi X, IDNTimes mampu menjadi salah satu startup di bidang media yang berhasil membuat konten-kontennya viral di dunia maya dalam waktu kurang dari lima tahun.

Bagaimana resep eksekusi duo bersaudara, Winston Utomo dan William Utomo, dalam mengeksekusi bisnis ini?

Winston Utomo, CEO dan Founder IDNTimes, dulunya bekerja sebagai account specialist di Google Singapura selepas menyelesaikan pendidikan masternya di Columbia University, Amerika Serikat.

Ia yang hobi menulis, iseng-iseng menulis sebuah artikel di laman blog pribadi miliknya dan dibagikan melalui media sosial. Tidak disangkanya, keesokan harinya artikel tersebut menjadi viral di media sosial. Dari sana ia melihat adanya peluang untuk membuat konten khusus untuk generasi Y (Millenial) dan Z.

Ia sendiri memulai dengan menulis opini dan pemikirannya terhadap suatu fenomena yang sedang ramai dibicarakan di Indonesia. Hingga Maret 2014, ia telah rutin menulis sekitar 10 artikel yang telah dimuat di blog pribadinya.

Karena kesibukannya yang masih bekerja kantoran, ia pun akhirnya mulai mencari pekerja paruh waktu untuk mengisi blognya dan mengajak sang adik, William Utomo, untuk ikut serta. Ia juga mulai menyisihkan gaji bulanannya untuk membangun situs pribadinya tersebut.

Winston menyadari, baik ia dan adiknya tidak memiliki latar belakang pendidikan jurnalistik atau apapun yang berhubungan dengan media. Ia pun memutuskan untuk mempelajari banyak hal terlebih dahulu bila ingin membangun sebuah portal berita.

Berdua dengan adiknya, ia pun mulai aktif mengikuti berbagai workshop, seminar, atau berdiskusi dengan pakar jurnalistik. Mereka juga membekali diri dengan ilmu programming untuk bisa lebih siap jika ingin serius terjun di industri tersebut.

Setelah menimba banyak ilmu yang dibutuhkan, Juni 2014 dua bersaudara ini pun mulai resmi mendirikan portal berita yang dinamai Indonesia Times, yang menjadi cikal bakal IDNTimes yang semula hanya fokus menyajikan berita singkat sebanyak 100 kata.

Waktu itu dia sengaja membuat portal berita tidak lebih dari 100 kata agar masyarakat Indonesia, terutama kaum millenial dan generasi Z yang menjadi target pembaca mereka, dapat membaca inti berita secara sekilas dengan lebih efisien. Apalagi kebiasaan masyarakat Indonesia saat berselancar di dunia maya cenderung lebih suka membaca berita singkat.

Pada awal pendirian, Indonesia Times masih dioperasikan 15 orang, termasuk Winston dan William di dalamnya. Saat pertama kali mulai membangun portal berita, tantangan yang dihadapi Winston adalah bagaimana menciptakan konten yang viral. Untuk itu, ia mengadaptasi suasana kantor dan lingkungan kerja Google yang cenderung santai seperti rumah sendiri untuk memicu kreativitas para pegawainya.

Baca juga: David Soong, dari Cinta Akhirnya Menghasilkan Duit

                   Biografi - Chairul Tanjung

Selain menciptakan suasana kantor yang homey, ia juga membebaskan jam masuk kantor, tidak memakai seragam, disediakan makan siang gratis, hingga disediakan fasilitas mesin kopi dan meja pingpong agar tidak mudah jenuh dan bisa menghasilkan konten segar.

Winston sendiri juga sempat waswas, dimana ia berani mengambil risiko keluar dari Google yang jelas-jelas merupakan perusahaan impian banyak orang di luar sana, demi membangun bisnis portal beritanya yang bisa kolaps kapan saja.

Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, apa yang dikerjakannya untuk membangun Indonesian Times perlahan mulai menampakkan hasil. Genap setahun berdiri, startup-nya menarik minat East Ventures untuk memberikan pendanaan tahap awal (seed funding) dengan jumlah yang tak disebutkan.

Setelah mendapat kucuran dana dari investor, Winston pun mulai membenahi dan mengembangkan perusahaannya. Jumlah personel timnya ditambah, hingga berpindah haluan dari portal berita 100 kata menjadi situs berita yang mengedepankan penyajian berita dalam bentuk daftar (listing). Saat itu portal beritanya berubah nama menjadi IDNTimes yang kita kenal saat ini.

Perkembangan IDNTimes pun melaju pesat berkat fokus dalam pembuatan konten kreatif maupun distribusi kontennya. Selain memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, serta beriklan di Google, IDNTimes bekerja sama dengan LINE (Line Today) dalam mendistribusikan konten sehingga berpotensi lebih cepat viral dan dibaca lebih banyak orang.

Dengan strategi konten kreatif dan pendistribusiannya yang hampir memanfaatkan semua channel di dunia maya, pengunjung IDNTimes pun terus meningkat tajam. Hingga September 2016, IDNTimes mencatatkan sekitar 15 juta pengunjung bulanan. Hal ini menarik North Base Media, East Ventures, dan GDP Venture untuk mendanai IDNTimes di pendanaan Seri A.

Dari IDNTimes, Winston mulai membangun beberapa channel portal berita yang masih dalam satu jaringan dengan IDNTimes: Popbela.com (konten khusus perempuan generasi Y dan Z), Popmama.com (konten khusus ibu muda millenial),  dan Yummy (konten digital khusus tutorial memasak).

Tak hanya itu, IDNTimes juga memiliki lini bisnis lain yang masih dalam lingkup media di bawah perusahaan bernama IDN Media, antara lain IDN Creative (agensi digital kreatif), IDN Event (agensi acara), dan IDN Creator Network (agensi kreator marketing).

Inovasi IDN Media tidak berhenti sampai disitu. Winston menghadirkan Community Writer atau komunitas penulis yang tergabung dalam IDN Times Community. Community Wirter ini bisa mempublikasikan opini, artikel, atau berita yang akan dimuat di IDN Times setelah melewati tahap editing oleh tim editor IDN Times.

Tidak hanya sekedar menyediakan platform gratis untuk menulis. IDN Times memberikan timbal balik berupa poin yang bisa ditukar dengan uang tunai bagi penulis komunitas yang telah tergabung dan bisa mendapatkan banyak pembaca untuk setiap artikel yang ditulis dan telah dipublikasikan IDN Times.

Berkat sistem tersebut, ia berhasil menarik minat generasi muda yang hobi menulis dan ingin mendapatkan penghasilan dari hobinya tersebut. Hingga kini, jumlah anggota yang bergabung dalam IDN Times Community telah menyentuh angka ratusan ribu.

Pembaca IDN Times yang terus membludak hingga jutaan pengunjung situs setiap bulannya membuat East Ventures kembali menanamkan investasi pendanaan Seri B diikuti Central Exchange asal Hong Kong. Ia dan adiknya juga diganjar penghargaan 30 Under 30 Forbes Asia 2017 sebagai pemuda inspiratif di bidang media, pemasaran, dan periklanan.

Pada pertengahan 2018 silam, IDN Times berada di peringkat ke-3 media digital nasional versi ComScore yang mampu menyaingi popularitas pemain portal berita lama seperti Kapanlagi, Tribun, detik.com, Kompas.com.

Hingga tulisan ini ditulis, situs IDNTimes menduduki peringkat ke-14 sebagai situs yang paling banyak diakses di Indonesia versi Alexa dalam kurun waktu hampir lima tahun setelah didirikan.

Belajar dari Winston, lakukan apa yang kamu inginkan dan kamu sukai agar menikmati segala proses suka dukanya. Berbisnis juga berarti berani dan siap menghadapi segala risikonya.

 

 

Sumber:

https://www.thesplicenewsroom.com/winston-utomo-idn-times-indonesia-millennial-sites/

https://id.linkedin.com/in/winstonutomo

https://ht.linkedin.com/in/williamutomo

https://www.idntimes.com/about-us

https://crafters.getcraft.com/id/william-utomo-idn-times/

https://www.hitsss.com/winston-utomo-jerih-payah-membangun-idntimes-berbuah-manis/2/

https://kumparan.com/bibia-indonesia/keisengan-winston-utomo-lahirkan-media-daring-terhits-untuk-generasi-y-dan-z-1533582530265420157

https://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/winston-utomo-tinggalkan-google-demi-idnmedia

https://sepositif.com/kisah-sukses-winston-utomo-pendiri-idntimes-media/

https://www.alexa.com/topsites/countries/ID



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi