Karya Minimalis Desainer Muda Peggy Hartanto yang Mendunia

Sumber: swa.co.id

Penikmat karya fashion designer Indonesia tentu sudah tidak begitu asing dengan nama Peggy Hartanto. Perancang busana asal Surabaya ini dikenal dengan gaya rancangan yang feminin, bergaris modern, dan selalu memiliki latar belakang dibalik setiap rancangannya.

Kelahiran 19 April 1988 ini sejak SMA telah menunjukkan bakat dan ketertarikannya di bidang fashion. Sejak saat itu, ia mantap untuk menekuni dunia fesyen dan bercita-cita menjadi seorang fashion designer. Untuk mewujudkannya, ia memutuskan untuk menimba ilmu di Raffles College of Design and Commerce di Sydney, Australia.

Lulus sebagai lulusan terbaik pada tahun 2009, ia pun memutuskan untuk bekerja selama 1,5 tahun di salah satu merek label fesyen ternama di Australia, Collette Dinnigan, untuk mengumpulkan pengalaman di industri tersebut.

Selain berkuliah dan bekerja, ia sendiri beberapa kali pernah memenangkan kompetisi desain fesyen di Australia, antara lain 2nd Prize in Woven Section dari The Australian Wool Fashion Awards 2009, 1st Prize in Woven Section dari The Australian Wool Fashion Awards 2010, dan 2nd Prize in Bridal Section dari The Australian Wool Fashion Awards 2010.

Setelah dirasa memiliki pengalaman yang cukup, di tahun 2011 ia pun kembali ke kampung halamannya untuk mendirikan merek fesyennya sendiri di ranah ready-to-wear menggunakan namanya, PEGGY HARTANTO.

Saat mendirikan label busananya, peraih penghargaan 30 Under 30 Forbes Asia 2016 ini telah memiliki konsep bahwa suatu koleksi busana haruslah memiliki latar belakang cerita yang kuat. Tujuannya agar seluruh karya yang diciptakannya saling terhubung satu sama lain, serta bisa bersaing dengan koleksi busana dari negara lain.

Inspirasi yang paling melekat pada koleksinya sendiri adalah sains. Dilansir dari CNBC Indonesia, sains paling banyak memengaruhi karya-karyanya dalam mendesain disebabkan passion dan latar belakangnya dulu adalah di bidang sains.

Baca juga: Carline Darjanto Sukses di Industri Fesyen dengan Cotton Ink

            Multitalenta, RIsa Saraswati Sukses Bersama Karier Horornya

Gaya rancangannya sendiri memang sedikit banyak dipengaruhi oleh Australia, tapi ia juga tetap memasukkan unsur corak tradisional Indonesia ke dalam beberapa karyanya. Karyanya mulai unjuk gigi di hadapan publik setelah debut pertamanya di Rosemount Australian Fashion Week 2011.

Rancangannya mulai dipamerkan di pagelaran adibusana dalam negeri dalam ajang Jakarta Fashion Week 2013. Dari sana, para pegiat fesyen, fashion blogger, mulai menaruh perhatian pada rancangannya. Sejak saat itu, rancangan busananya mulai rutin melenggang di atas catwalk pagelaran Fashion Week setiap tahunnya.

Untuk memasarkan karyanya lebih luas lagi, ia bekerja sama dengan salah satu agensi PR internasional, Brooklyn PR, yang berbasis di Amerika Serikat untuk mengenalkan koleksi-koleksinya ke artis dunia. Dari sana, jalan untuk dikenal publik internasional lebih terbuka lebar.

Namanya menjadi buah bibir setelah presenter E!, Giuliana Rancic mengenakan busana rancangannya saat membawakan acara Fashion Police dan E! News pada Agustus 2013. Bahkan ia memuji rancangan Peggy melalui akun Twitternya.

Di tahun 2014, sederet selebriti Hollywood seperti Lucy Hale, Janel Parrish, Gigi Hadid, Bella Thorne, dan penyanyi Amanda Joy Michalka mengenakan rancangannya untuk menghadiri perhelatan bergengsi. Karyanya juga melenggang di Golden Globe Awards 2014 saat dikenakan aktris Odette Annable dan Kathleen Roberson.

Nicole Scherzinger mengenakan jumpsuit merah rancangan Peggy Hartanto (Sumber: instagram.com/peggyhartanto)

Karya-karyanya pun semakin mendunia karena dipasarkan ke beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Uni Emirat Arab, Singapura, Kuwait, Arab Saudi, Mesir, Qatar, Jepang, dan Jerman. Selebriti dan fashion blogger dalam dan luar negeri semakin banyak yang mengenakan busana rancangannya, seperti penyanyi Andien, Ayla Dimitri, Awkwafina, Nicole Scherzinger, Lacey Chabert, Jeannie Mai, serta Dominique Diyose.

Arits Peran Awkwafina dalam poster #PH17Pierrot (Sumber: instagram.com/peggyhartanto)

Selain merancang untuk label fesyennya sendiri, Peggy juga tak jarang membuat proyek kolaborasi bersama beberapa fesyen label lokal ataupun desainer lokal lainnya. Contohnya baru-baru ini bekerja sama dengan merek Bateeq untuk meluncurkan desain bersama yang memadukan sentuhan corak tradisional dan potongan cut off modern ciri khas Peggy.

Tahun 2017 silam, ia mewakili Indonesia bersama Toton Januar di ajang International Woolmark Prize di regional Asia. Meskipun belum menang, hal ini semakin membuktikan eksistensi dan talentanya sebagai perancang mode muda yang tidak kalah dengan perancang mode luar negeri.

Berkecimpung di industri kreatif juga tidak luput dari pembajakan ide. Pun dengan Peggy yang merasakan hal tersebut ketika di awal debutnya sebagai desainer. Beberapa koleksi rancangannya terang-terangnya dijiplak oleh sebuah toko di mal dan beberapa online shop yang memasarkan melalui media sosial seperti Instagram.

Toko di mal tersebut bahkan tidak hanya menjiplak hasil karyanya, tapi juga desain tokonya sehingga menyerupai dengan butik milik mereknya. Beberapa online shop terus juga menjualnya dengan harga yang tidak begitu murah. Semisal harga dress asli Peggy berada di angka Rp 2-5 juta, sementara harga versi tiruan berada di angka Rp 750.000-1,5 juta. Tak hanya itu.

Mereka juga terang-terangan mengiklankan produk tiruan mereka ini dengan melakukan endorsement  ke digitial influencer dan fashion blogger yang memiliki jumlah pengikut puluhan hingga ratusan ribu di media sosial.

Meskipun mengesalkan hasil karya intelektual dibajak orang lain secara terang-terangan, ternyata hasil karyanya banyak disenangi oleh kaum hawa karena potongannya yang tegas, minimalis, tapi tetap terlihat feminin. Hal tersebut tetap membuatnya semangat untuk terus menerus menghasilkan karya kreatif dan inovatif.

Peggy sendiri memberikan bukti nyata bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini selama kita mau terus berusaha dan bekerja keras mewujudkan mimpi. Selama menjadi diri sendiri dalam berkarya, tentu akan membentuk image brand yang ke depannya akan terus menjadi ciri khas kita.

 

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Peggy_Hartanto

https://www.fimela.com/fashion-style/read/3517080/editors-note-kenapa-gaun-peggy-hartanto-laku-ditiru-orang

https://www.peggyhartanto.com

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20181022173143-33-38508/sentuhan-peggy-hartanto-di-deretan-gaun-artis-hollywood

https://www.suara.com/lifestyle/2018/10/22/095412/peggy-hartanto-desainer-penggila-sains-yang-mendunia

https://www.dewimagazine.com/news/koleksi-desainer-peggy-hartanto-terlihat-dipakai-it-model-gigi-hadid

https://wolipop.detik.com/fashion-news/d-2334679/peggy-hartanto-desainer-muda-indonesia-yang-karyanya-dipakai-seleb-dunia

https://wolipop.detik.com/fashion-news/d-2469343/-2-busana-rancangan-peggy-hartanto-eksis-di-golden-globes-2014

https://www.instagram.com/peggyhartanto



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi