Kanker Kelenjar Getah Bening Tidak Lunturkan Semangat Hidup Nadya Valerie

Sumber: instagram.com/nadyavalerie

Kemarin tanggal 4 Februari 2020 diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day. Momen ini digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap penyakit kanker yang masih jadi pembunuh nomor dua di dunia.

Kanker adalah kondisi dimana terjadi pertumbuhan sel yang abnormal dan tidak terkendali. Pertumbuhan sel abnormal yang disebabkan oleh mutasi (perubahan) genetik ini bisa merusak sel di sekitarnya hingga ke organ tubuh yang lain.

Pertumbuhan sel abnormal ini dapat membentuk benjolan yang umumnya dikenal dengan istilah tumor. Tumor ini ada dua jenis, yaitu jinak dan ganas. Tumor ganas ini yang biasanya tumbuh dan menyebar dengan cepat ke jaringan lain, hingga kemudian menjadi kanker. Benjolan berlaku bagi semua jenis kanker, kecuali kanker darah karena sel kanker menyebar melalui aliran darah.

Umumnya kanker tidak menunjukkan gejala apapun pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium akhir. Ini pula yang dirasakan oleh Nadya Valerie yang tahun lalu divonis kanker kelenjar getah bening atau limfoma. Ia yang tidak pernah memiliki penyakit serius sebelumnya tiba-tiba merasa tidak nyaman di perutnya dan muntah terus menerus hingga tidak bisa makan makanan apapun.

Ia pun mengunjungi dokter dan diberi obat maag. Namun keluhan yang dirasakannya tidak kunjung reda, hingga seorang dokter di rumah sakit Surabaya menemukan benjolan di dalam perut kanan bagian bawahnya. Setelah dilakukan biopsi (pengambilan jaringan) untuk observasi, benjolan tersebut ternyata bersifat ganas dan merupakan sel kanker. Hari itu, 7 Mei 2019, Nadya divonis oleh dokter mengidap kanker limfoma stadium II.

Dunianya seketika runtuh saat itu juga seperti mendapat vonis kematian. Nadya tidak pernah menyangka jika ia yang merasa baik-baik saja, ternyata di dalam tubuhnya ada sel kanker. Ia merasa terpukul, hampa, dan tidak percaya diri. Butuh waktu bagi dirinya untuk bisa berbaik sangka dengan takdir Tuhan tersebut.

Saat itu bagi perempuan yang akrab disapa Nana ini, sisa hidupnya sudah tidak berarti lagi lantaran pasti sebentar lagi dia akan meninggal. “Jadi dulu awal-awal sempat ngerasa, ‘ya sudahlah enggak usah ngapa-ngapain, udah males banget’. Rasanya mau bernapas saja sudah malas, karena kayaknya enggak lama lagi lewat nih (tutup usia),” katanya pada Kompas.com.

Tapi perlahan tapi pasti, Nadya mulai mengubah sikap dan pikiran negatif yang selama ini menghantuinya. Menurutnya, lebih baik ia menjalankan sisa hidup dengan baik daripada hanya sekedar sedih dan lemas tak berdaya. Dengan tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa, ia yakin bisa melakukan banyak hal yang bermakna di dalam hidup ini.

Kekuatan positif inilah yang membuat Nadya bisa kembali percaya diri dan tidak malu jika dirinya tengah menderita dan berjuang melawan kanker. Ia juga sadar jauh sebelum menderita kanker, ia masih memiliki pengetahuan yang minim tentang penyakit tersebut. Pun dengan masyarakat awam, meskipun kata “kanker” bukanlah kata yang begitu asing bagi sebagian masyarakat luas.

1 Juni 2019 menjadi titik kebangkitan Nadya. Dia memutuskan untuk membuat akun YouTube dan memperkenalkan diri kepada masyarakat luas sebagai seorang penyintas kanker limfoma. Di kanal YouTubenya, ia membagikan kisah inspiratif lewat vlog tentang awal didiagnosa kanker hingga perjalanan kemoterapinya. Ia berharap vlognya bisa membangkitkan semangat sesama penyintas kanker di luar sana dan menambah pengetahuan tentang kanker di kalangan masyarakat luas.

Vlognya sendiri berhasil ditonton jutaan pasang mata hingga mendapat ratusan ribu subscribers. Dukungan untuk dirinya dari warganet juga mengalir deras di akun media sosial pribadinya, terutama ketika ia memutuskan untuk mencukur habis rambut panjangnya yang kemudian menjadi viral.

Bukan tanpa alasan Nana memutuskan mencukur habis rambut panjangnya menjadi botak plontos setelah kemoterapi yang kedua kalinya. Efek kemoterapi sendiri memang merontokkan rambut yang jika tidak dicukur, rambut bisa bakal habis dengan sendirinya. Di samping itu, ia juga stres karena sedang menyelesaikan program kuliah S2 jurusan Kenotariatan di Universitas Airlangga Surabaya.

Vonis kanker sendiri sempat membuat Nadya mengurungkan niat untuk tetap melanjutkan kuliah S2 di yang saat itu sudah di semester tiga karena ingin memprioritaskan pengobatan. Ia sendiri sempat terhalang untuk ikut ujian akhir karena tidak masuk kuliah selama sebulan. Tapi untungnya ia masih bisa ikut ujian meski dalam kondisi sakit setelah menjalani operasi. Meskipun banyak tertinggal materi kuliah, ia tetap berpegang teguh untuk tidak berbuat curang saat ujian.

Selepas ujian, perempuan asal Makassar ini masih harus berjuang mengerjakan thesis sebagai syarat kelulusannya. Rambutnya pun semakin rontok karena stres dan efek kemoterapi yang membuatnya memutuskan untuk mencukur habis rambutnya agar tidak terus menerus rontok. Puncaknya, ia mendapat jadwal ujian thesis sehari setelah kemoterapi. Dengan badan lemas karena efek kemoterapi, ia tetap berusaha mengikuti ujian dan berhasil mendapat nilai A.

Yang menggembirakan bagi Nadya adalah ia berhasil lulus S2 dengan masa studi tiga semester dan menjadi lulusan terbaik ketiga dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,67. Sebuah perjuangan yang tidak mudah bagi Nadya yang saat itu tengah menjalani kemoterapi.

Kini, ia sudah melewati enam sesi kemoterapi yang biasa dijalaninya di Singapura meskipun belum dinyatakan tim medis jika sel kanker di tubuhnya sudah bersih total. Ia sendiri masih menjalani aktivitasnya yang sehari-hari bekerja di sebuah kantor advokat di Surabaya. Selain aktif berbagi inspirasi lewat Vlog, ia baru saja meluncurkan buku pertamanya yang berjudul #NanaPastiSembuh yang berisi perjuangannya melawan kanker dan bagaimana pentingnya dukungan orang sekitar untuk kesembuhan penyintas kanker.

Menghadapi suatu cobaan atau musibah memang tidak pernah mudah. Tapi akan selalu ada pelangi setelah badai. Tuhan pun tahu mengapa seseorang itu harus dipilih untuk mendapatkan cobaan tersebut. Once you choose hope, anything’s possible (sekali kamu memilih harapan, semuanya akan menjadi mungkin) —Christopher Reeve.

 



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi