Joshua Kevin dan Platform Pengelolaan SDM Pertama di Indonesia

Sumber: id.techinasia.com

Banyak perusahaan yang belum mampu mengelola Sumber Daya Manusia (SDM)-nya secara efektif karena biaya investasi dalam SDM yang diperlukan tidak murah. Padahal SDM adalah aset penting perusahaan.

Di era teknologi informasi yang semakin maju dan pesat ini, telah ada software human resources information system (HRIS) untuk memudahkan kinerja SDM. Tetapi sistem konvensional memerlukan server dan investasi dengan biaya yang tidak sedikit. Hal tersebut yang ditangkap sebagai peluang bisnis oleh Joshua Kevin dengan mendirikan Talenta.co.

Berawal dari mengikuti beberapa akun Twitter milik beberapa pendiri atau founder start-up, ia mengikuti satu-satunya komunitas start-up lokal yang ada di Indonesia yang didirikan oleh Natali Ardianto, ex-Chief Technology Officer (CTO) Tiket.com.

Demi mengikuti kegiatan komunitas tersebut, tidak jarang lulusan Sistem Informasi Binus ini rela bolos kuliah. Menurutnya, kesempatan ikut dalam network komunitas tersebut adalah hal langka, apalagi bagi seorang mahasiswa sepertinya saat itu.

Dari komunitas tersebut, tawaran magang di East Ventures Pte.Ltd datang kepadanya. Di saat yang sama, ia juga bekerja untuk Tech in Asia yang baru saja mendapatkan pendanaan dari East Ventures sebagai jurnalis. Pengalaman kerjanya inilah yang menjadi modalnya untuk membangun Talenta.co.

Sebelum mendirikan Talenta, ia pernah membesut proyek jasa bernama Bridge.inc untuk membantu start-up asal Singapura menemukan sisi hubungan masyarakat, masuk pasar Indonesia, hingga perekrutan pegawai magang yang sistemnya mirip agensi meski ia bekerja secara individu.

Meski hanya berjalan enam bulan, ia mendapatkan pelajaran berharga bahwa jika ingin berbisnis, alangkah baiknya membuat sesuatu yang menghasilkan produk. Joshua lantas mengontak Grace Tahir dari Mayapada Group untuk menjadi angle investornya.

Saat itu ia membuat platform yang menyediakan layanan untuk mahasiswa mencari tempat magang dan fresh graduates mencari pekerjaan pertamanya. Tapi sayangnya, momentumnya tidak tepat karena terlalu cepat membuat produk semacam itu.

Pada saat itu, mahasiswa atau fresh graduates belum banyak yang tertarik mencari lowongan kerja secara online. Hanya sedikit peminat yang mendaftar melalui platform buatannya.

Lalu seorang temannya yang bekerja di perusahaan bercerita bahwa kantornya memakai sebuah software HR buatan Amerika Serikat (AS) bernama Bamboo HR. Ia mencari tahu soal produk software tersebut dan berpikir mengapa Indonesia tidak punya software lokal yang bisa menyesuaikan dengan kultur SDM Indonesia.

Menurut pria kelahiran 1990 ini, menggunakan software SDM bisa membuat tim SDM perusahaan lebih fokus mengembangkan dan menjaga kualitas pegawai secara maksimal dan membuat kinerja SDM lebih efisien. Menggunakan “Excel” yang rumit dan berulang-ulang tentunya bisa membuang-buang waktu dalam pengelolaan SDM itu sendiri.

Sekali lagi Joshua belajar kesalahan bahwa sebaiknya mendapatkan pendanaan start-up setelah produk jadi. Ia membangun talenta dengan menggunakan pendanaan awal dari Mayapada Group tersebut yang membuat start-upnya sembang di ambang kematian karena kehabisan modal sebelum produk bisa memikat client.

Untung Fenox Ventures menyelamatkannya namun dengan syarat ia harus merampingkan karyawan demi mengecilkan biaya pegawai. Selain itu, kesalahan lainnya adalah ia telah merekrut pegawai pemasaran sebelum produk sudah jadi. Padahal dirinyalah sebagai pendiri yang seharusnya bertanggung jawab berjualan produknya.

Disamping itu, saat mendirikan Talenta, hampir belum ada software HR buatan dalam negeri sehingga industrinya belum kelihatan. Tahap edukasi ke calon client bisa dibilang adalah hal yang paling berat.

Tak hanya itu. Usianya yang masih muda sering menjadi penghalang karena dianggap kurang meyakinkan meskipun produknya inovatif dan bermanfaat.

Akhirnya Joshua banting setir untuk menawarkan produknya kepada perusahaan teknologi seperti Gojek, Traveloka, Tokopedia yang tentunya lebih terbuka terhadap teknologi dan mudah untuk adaptasi teknologi. Dari sanalah, client-client pun mulai berdatangan.

Minatnya yang besar pada pengelolaan manusia membuatnya tak gentar untuk terus berbisnis di software HR berbasis cloud, supaya bisa menekan harga. Ia ingin tidak hanya perusahaan besar yang bisa menggunakan, tapi juga UMKM pun bisa.

Selain penggunaan internet yang terus meningkat di Indonesia, juga merupakan momen yang tepat bagi Talenta untuk segera meluncurkan produknya.

Dengan biaya Rp 10.000/karyawan setiap bulannya, perusahaan sudah bisa menikmati layanan Talenta, bahkan bisa mencoba untuk berlangganan secara gratis sebagai bentuk uji coba produk. Keamanan data pegawai pun tak perlu diragukan karena ia menggunakan sistem keamanan SSL yang juga dipakai oleh e-Bank, encription, dan sign ID.

Layanan yang ditawarkan Talenta sendiri berupa pay roll, mengurus komponen gaji karyawan, BPJS Ketenagakerjaan, asuransi karyawan, dan pajak perusahaan. Data karyawan berupa alamat, nomor KTP, nomor NPWP, dan absensi karyawan juga tersimpan rapi disana.

Mei 2018 silam, Talenta diakuisisi oleh Sleekr yang juga bergerak di bidang yang sama setelah empat tahun berjalan. Joshua pun bergabung dan menjabat sebagai Head of Marketing and New Business Division Sleekr.

Lalu pada April 2019 lalu, Talenta, Sleekr, Jurnal, dan KlikPajak digabungkan menjadi satu entitas perusahaan bernama Mekari yang dipimpin oleh Suwandi Soh. Namun Joshua memilih mengundurkan diri dari jabatannya pada beberapa waktu lalu.

Berkat Talenta, Joshua Kevin sendiri masuk dalam daftar 30 pemuda berpengaruh di bawah usia 30 tahun Forbes Asia 2017 di bidang teknologi.

Dari Joshua Kevin, kita belajar bahwa sebagai pemilik bisnis kita lah yang bertanggung jawab atas produk yang kita jual dan juga jangan pernah kapok untuk mencoba bisnis meskipun gagal berulang kali.

 

 

Sumber:

https://id.linkedin.com/in/joshuakevin

https://peluangusaha.kontan.co.id/news/joshua-kevin-memetik-pelajaran-dari-kegagalan-dan-kesalahan

https://youngster.id/featured/joshua-kevin-pengelola-sdm-digital-pertama-di-indonesia

https://www.talenta.co/site/about-us

https://www.duniafintech.com/mengelola-data-karyawan-talenta/

https://id.techinasia.com/talenta-sleekr-merger

https://id.techinasia.com/talenta-sleekr-merger



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi