Jatuh Bangun Putri Tanjung Menjajal Bisnis EO

instagram.com/putri_tanjung

Menjadi putri seorang pengusaha sukses ternyata tidak selamanya enak. Justru ada beban tersendiri dibalik menyandang nama tersebut. Hal tersebut yang dirasakan oleh Putri Indahsari Tanjung, atau biasa dikenal dengan nama Putri Tanjung, putri taipan Chairul Tanjung.

Menyandang nama belakang Tanjung membuatnya tidak jarang jika sukses dianggap membayang-bayangi oleh nama sang ayah, atau jika ia gagal, banyak orang yang menganggap itu tidak mungkin terjadi karena ia anaknya Chairul Tanjung.

Tapi anggapan tersebut justru memacu semangat Putri untuk kerja keras menggapai kesuksesan. Sejak kecil pula, kedua orang tuanya sudah menanamkan arti tanggung jawab dan kerja keras, bahwa segala hal tidak bisa didapatkan dengan mudah.

Karena kerap dibully ketika masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD), ia jadi lebih sering bergaul dengan orang yang umurnya lebih tua daripada dirinya. Darisana ia sering mendapatkan petuah untuk mencari passion di dalam dirinya, yang nantinya bisa ditekuni untuk bekal masa depannya meraih sukses.

Sosok ayahnya yang merupakan pengusaha sukses juga menjadikannya berambisi untuk bisa menjadi pengusaha sukses, bahkan lebih sukses melampaui ayahnya. Untuk itu ia mencari hal apa yang disenanginya, atau menjadi passionnya selama ini untuk berbisnis.

Ia menemukan dirinya tertarik pada dunia event dan tertarik untuk mengorganisir acara ketika dipercaya menjadi ketua kelas saat dibangku SMP dan terlibat mengorganisir acara-acara sekolah.

Maka, ketika ia masih berusia 15 tahun, ia menawarkan diri pada seorang teman untuk mengorganisir acara ulang tahunnya tersebut. Ia melakukan presentasi pada orang tua temannya dan akhirnya berhasil dipercaya untuk mengatur acara tersebut dengan modal Rp 10 juta.

Meski masih remaja, ia benar-benar melakukannya dengan sungguh-sungguh. Baginya, setiap proyek yang ditanganinya, berarti itu komitmen dirinya untuk menyelesaikannya. Ia mengelola event organizer (EO) yang dinamainya El Paradisso secara profesional sehingga mampu menghasilkan profit yang cukup menjanjikan.

Dari pengalamannya mengelola berbagai acara ulang tahun atau gathering selama menjadi founder dan CEO EO meski bersekolah di Singapura, ia akhirnya menemukan adanya gap didalam industri EO ini. Saat itu di tahun 2014, istilah creativepreneur sedang naik daun di Indonesia yang merujuk pada entrepreneur yang bekerja di industri kreatif.

Mahasiswi Academy of Art San Fransisco ini sendiri melihat bahwa masih banyak seminar yang mengangkat isu creativepreneur masih dikemas dengan format yang membosankan dan kaku. Sehingga kurang begitu mengena di anak-anak muda yang memiliki minat atau sudah berkecimpung di industri kreatif.

Dari sana ia memiliki ide untuk mengadakan suatu acara yang berbeda daripada yang lain. Dengan konsep acara yang menghibur sekaligus mampu memberikan motivasi, Putri yakin bahwa acara tersebut mampu menarik minat anak muda.

Untuk mewujudkan ide tersebut, bukan berarti ia tidak menemukan hambatan. Ia pernah ditolak oleh 30 perusahaan saat mengajukan sponsor untuk acaranya. Ia juga pernah berhujan-hujanan menunggu pemimpin perusahaan saat mengajukan sponsor.

Meski banyak orang yang menyarankan agar ia meminta sponsor kepada ayahnya, ia memilih untuk tidak melakukannya karena ia ingin berusaha sendiri dan bisa membuktikan bahwa ia bisa sukses tanpa bayang-bayang nama belakang ayahnya.

Akhirnya pada tahun 2014, dengan mengusung nama Creativepreneur Event Creator, ia membuat suatu acara berupa talkshow dengan pembicara-pembica dari profesional atau expert di bidang industri kreatif dan dari berbagai latar belakang, festival musik, hingga bazaar untuk memberi peluang kepada entrepreneur menjual produk kreatif mereka.

Seminar yang diadakannya pun bukan sekedar seminar. Dengan konsep talkshow, seminar yang diadakan Creativepreneur Event Creator ini menjadi lebih ringan, lebih menarik, dan lebih menyenangkan untuk diikuti.

Audiens diajak untuk mendengar presentasi para narasumber yang hadir, diskusi antar narasumber, hingga ada sesi diskusi narasumber dengan audiens agar acara lebih hidup dan audiens mendapatkan banyak manfaat dari acara tersebut.

Durasi waktu acara juga tidak menghabiskan waktu berhari-hari. Putri mengemasnya dalam waktu hanya empat jam saja agar audiens tidak cepat bosan, dan bisa langsung mendapatkan inti matei mengenai dunia creativepreneur.

Pembicara yang hadir dari berbagai latar belakang yang berbeda juga menambah pandangan baru peserta, serta diyakini mampu menginspirasi dan memotivasi tanpa perlu berlama-lama mendengarkan.

Sejak diadakan di awal tahun 2014 lalu di Jakarta, ia telah memasang target peserta hampir 1500 orang. Seiring berjalannya waktu, angka tersebut terus meningkat. Creativepreneur Event tidak hanya singgah di ibu kota saja, melainkan sudah menyambangi beberapa kota di Indonesia, seperti Malang, Medan, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.

Beberapa kali sukses menyelenggarakan acara berskala besar, bukan berarti tidak ada batu sandungan yang dihadapinya. Di tahun 2017, ia pernah kehabisan uang untuk membayar vendor di acara Creativepreneur Berjuang.

Ia mencoba untuk meminjam uang dari ayahnya. Bukan diberi, sayangnya malah ditolak. Tapi dari sana, ia memutar otak mencari jalan keluar untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut. Bersama timnya, akhirnya ia mampu menyelesaikan masalah ini.

Selain berbisnis EO, ia juga tergerak untuk membuat gerakan sosial yang dinamainya Muda Bergerak pada tahun 2017. Gerakan ini sendiri berupa program untuk mendukung komunitas sosial yang sudah ada di Indonesia untuk dibantu secara digital agar masyarakat lebih sadar akan kampanye sosial mereka.

Putri sendiri juga untuk pertama kalinya di tahun 2019 berpartisipasi menjadi salah satu pembicara di acaranya sendiri. Disamping itu, ia sebelumnya telah beberapa kali dipercaya untuk menjadi pembicara beberapa acara seminar.

Dari pengalamannya berbisnis sejak usia muda, hal tersebut membuktikan bahwa menjadi pengusaha itu tidak mudah, tapi juga bukan hal yang mustahil bagi semua orang yang mau berusaha.

 

 

 

Sumber:

https://www.dbs.com/spark/index/id_id/kol/langkah-awal.html

https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20190120094717-25-51478/jatuh-bangun-putri-tanjung-jalani-bisnis-sejak-usia-15-tahun

https://swa.co.id/swa/headline/putri-chairul-tanjung-jajal-konsep-eo-yang-tidak-boring

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4401810/cerita-putri-tanjung-lewati-pressure-anak-pengusaha-hingga-bangun-bisnis

https://www.ziliun.com/articlesqa-putri-tanjung-memadukan-entertainment-dan-inspirasi-dalam-bisnis-event/

https://creativepreneurevent.com/

https://www.liputan6.com/citizen6/read/3202780/muda-bergerak-campaign-gerakan-bantu-komunitas-sosial



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi