Indonesian's Queen Pastry Itu Bernama Talita Setyadi

Sumber: instagram.com/talitasetyadi

Dari musik jazz, justru tumbuh kecintaan akan dunia pastry tampaknya dialami oleh Talita Setyadi, Chef sekaligus owner BEAU by Talita Setyadi. Menggeluti dunia roti bukanlah suatu hal yang disengaja olehnya.

Perempuan berusia 30 tahun yang lama hidup di New Zealand ini siapa sangka jika dulunya mengenyam pendidikan sarjana musik jurusan double bass jazz performance, yang tidak bisa dianggap enteng.

Sambil belajar musik, rupanya diam-diam ia tertarik untuk membuat macaron setelah menonton video tutorialnya di YouTube. Kue hasil buatannya ini kerap dibagikannya kepada teman-temannya saat latihan band.

Ternyata banyak yang menyukai kue buatannya. Dari situlah perasaan senang dan puas mulai menyusup di dirinya, ketika melihat wajah orang yang berbinar setelah memakan kue bikinannya.

Tak cukup sampai disitu. Teman-temannya juga bertanya cara membuatnya dan dengan senang hati ia membagikannya. Dari situ ia sadar akan passion-nya membuat kue yang mulai tumbuh.

Bagi dirinya, membuat kue itu sama seperti bermusik. Harus kreatif, inovatif, bisa membuat orang bahagia, juga mampu menghibur. Setamat kuliah, ia memutuskan untuk bertolak ke Perancis untuk mendalami cara pembuatan kue di tahun 2011.

Di Perancis, ia mempelajari semua yang terkait dengan kue dari nol. Setahun kemudian, ia mampu mengantongi gelar Grand-Diplome dan berhasil mendapat predikat sebagai lulusan terbaik. Ia juga mengunjungi New York dan Italia untuk memperkaya ilmu di dunia kuliner.

2013, ia kembali ke Indonesia setelah 15 tahun menetap di negeri orang. Ia merasa prihatin melihat inovasi bakery di Indonesia yang belum banyak berkembang. Sebagai kaum mudah, sudah saatnya untuk turun tangan melakukan terobosan agar bidang tersebut bisa maju.

Niatnya kembali ke Indonesia untuk berbisnis bakery membuatnya kembali ke sekolah dengan mengambil gelar MBA di IPMI International Business School. Setelah membekali diri dengan beragam ilmu, barulan ia memberanikan diri untuk membuka bakery bernama BEAU by Talita Setyadi di tahun 2015.

Keunikan BEAU yang ditawarkan Talita ini pada menu kue entremets semacam mousse cake dengan teknik Prancis, yang setiap lapisannya berbeda rasa, warna, dan bentuk. Tak hanya itu saja. Ada pula menu lainnya seperti éclair, tart, sourdough, croissant, dsb.

The Tropics, Salah Satu Menu Entremets di BEAU (Sumber: beuaretail.oddle.me)

Menggunakan teknik baking dan resep ala roti dan kue Prancis, ia mencoba membuat terobosan baru dengan mengikut sertakan aneka bahan dalam negeri seperti durian dan buah talas. Cita rasa yang dihasilkan pun tetap enak dan unik.

Hingga kini, varian sourdough menjadi menu primadona di BEAU karena hampir jarang ditemukan di toko roti lainnya di Jakarta. Sourdough ini sendiri adalah roti yang dibuat dengan bantuan ragi alami yang dihasilkan dari fermentasi bakteri Candida milleri dan Lactobacillus.

Whole Wheat and Oat Sourdough, Salah Satu Menu Andalan di BEAU (Sumber: beauretail.oddle.me)

Harga roti dan kue yang dibanderol memang tidaklah murah karena ada beberapa bahan yang sulit ditemukan di Indonesia masih diimpor. Sementara itu, untuk bahan baku seperti cokelat dan gula kelapa, ia memilih brand lokal yang berkualitas tinggi.

Untuk menggenjot pendapatan dan memasarkan produknya, ia tidak hanya menjual satuan di toko miliknya, tetapi juga memasok ke lebih dari 100 restoran, hotel, dan kafe di Jakarta. Beberapa menu seperti sourdough, roti tawar, dan roti baguette dipasarkan secara wholesale.

Dari modal awal yang mencapai miliaran rupiah, hingga pertengahan tahun 2018 bisnisnya telah tumbuh mencapai 239% dan menggapai omset jutaan dolar per tahunnya. BEAU mendapat penghargaan “Best Casual Dining” 2018 sebagai tempat makan terbaik di Jakarta oleh Foodies Magazine.

Seiring dengan meningkatnya kelas menengah dan konsumsi roti di Indonesia, peraih penghargaan Ernst & Young Entrepreneurial Winning Woman ini pun optimis bisnisnya akan terus bertumbuh positif. Talita juga berencana untuk membuka outlet baru di Bali.

Tak hanya ingin membuat terobosan di dunia bakery, ia juga tidak segan untuk mengajari seluruh karyawannya seluruh proses pembuatan produk di perusahaannya. Hal tersebut berkebalikan dengan yang biasa dilakukan oleh banyak pengusaha yang takut resepnya dicuri.

Menurutnya, dengan mengajari seluruh proses bisnis kepada karyawan, mereka bisa lebih memahami apa yang dikerjakannya, dan diharapkan itu dapat membantu dalam proses inovasi ke depannya.

Tidak ingin berhenti di dunia pastry. Perempuan yang dijuluki “Indonesian's Pastry Queen” ini membuka kafe dej yang menjual beragam menu kreasi makanan vegetarian. Menu yang ditawarkan sendiri terdiri dari masakan Asia dan Barat yang cita rasanya telah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Bahan bakunya banyak diperoleh dari petani organik lokal untuk memberdayakan petani lokal. Menu makanan yang dibuat seperti salad, sandwich, wrap, dan quiche jamur tetap enak, segar, dan tentu saja sehat karena mengurangi konsumsi produk hewani.

Banyak mimpi yang ingin dicapai juri The World of Pastry Cup 2017 dan nominasi 30 Under 30 Forbes Asia 2018 ini. Seperti membawa BEAU sebagai toko roti Eropa asal Indonesia ke kancah internasional dan membangun penyedia jasa pendidikan tata boga berkualitas di Indonesia, agar orang-orang yang ingin menjadi ahli di bidang tata boga tidak perlu jauh-jauh menimba ilmu dan merogoh kocek yang cukup dalam seperti dirinya.

Merubah keadaan bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Seperti Talita yang ingin merombak dunia bakery di Indonesia. Seperti apa yang pernah diungkapkan Bapak Prokalamator kita, Ir. Soekarno, “Seribu orang tua bisa bermimpi. Satu orang pemuda bisa mengubah dunia.”

 

 

 

Sumber:

https://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/improvisasi-si-ratu-pastry

https://lifestyle.okezone.com/read/2017/10/17/298/1797397/kisah-talita-setyadi-dan-misinya-yang-terus-gunakan-bahan-bahan-asli-indonesia-dalam-kue-buatannya

https://id.linkedin.com/in/talitasetyadi

https://www.whiteboardjournal.com/living/culinary/who-what-why-talita-setyadi/

https://kumparan.com/@kumparanfood/the-visit-talita-setyadi-dan-mimpi-besar-menembus-pasar-eropa

https://sumatra.bisnis.com/read/20180810/456/826308/talita-setyadi-jaya-berkat-keseriusan

https://nowjakarta.co.id/dining/culinary-talk/talita-setyadi-indonesia-s-pastry-queen



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi