Henry Manampiring, Panutan Baru Anak Muda di Media Sosial

Sumber: ask.fm

Sebagai sosok dibalik the legend of phoenix di blog pribadi dan pemegang akun twitter pribadi @newsplatter, penulis empat buku, dan Head of Strategy di Leo Burnett, Henry Manampiring merupakan sosok “om-om” idola baru di dunia maya bagi generasi milenial. 

Pria yang kerap disapa ‘Oom Piring’ ini seringkali menjadi tempat berkonsultasi bagi pengguna media sosial.  Selain aktif menulis blog sejak 2005, ia juga aktif di lini masa twitter serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang padanya melalui ask.fm.

Sosok yang dikenal ramah, cerdas, terbuka dan memiliki selera humor yang cukup bagus ini seringkali mengulas beragam pengetahuan yang didasari dari suatu fenomena di masyarakat atau lini masa media sosial.

Tak hanya mengulas pengetahuan. Ia juga tak segan untuk membahas mengenai gadget, jam tangan, ulasan film, atau bahkan unboxing pop mie kari keju dan kari susu. Terkadang ia juga mengadakan survei di akun sosial medianya yang berkaitan dengan isu-isu sosial warganet terkini.

Sebagai seorang yang telah malang melintang di dunia pemasaran, khususnya periklanan, ia selalu merasa tertarik dengan perilaku manusia, termasuk isu-isu sosial di dalamnya. Apalagi bidang yang ia tekuni saat ini selalu menuntut untuk berpikir kreatif namun realistis untuk menciptakan iklan-iklan bagi perusahaan klien yang menarik.

Blog-blog pribadinya yang penuh dengan tulisan cerdas, terbuka, dan luwes dengan penggunaan bahasa gaul yang mudah ditangkap oleh pembaca yang kebanyakan datang dari generasi milenial, ternyata menarik perhatian penerbit Kompas untuk menerbitkan tulisan-tulisannya ke dalam sebuah buku. 

Sebuah keberuntungan baginya ia dapat menelurkan buku pertamanya pada medio 2014 yang berjudul Cinta (Tidak Harus) Mati yang berisikan refleksi seorang ‘Oom Piring’ atas fenomena kehidupan sehari-hari. 

Ia banyak mengomentari berbagai fenomena seperti kejombloan, percintaan, twitter, hingga masalah kehidupan sehari-hari dengan komentar kritis, usil, namun membawa perspektif lain bagi pembaca.

Tidak ingin berhenti sampai disitu.  Ia kembali termotivasi untuk menelurkan buku kedua yang berjudul The Alpha Girl’s Guide yang berisikan pandangannya mengenai perempuan “Alpha”, yang didefinisikan sebagai perempuan mandiri dan berkarya. 

Baca juga:  Billy Boen Ingin Generasi Muda Bisa Ketularan Young On Top

               Melalui YouTube, Gita Savitri Devi Berbagi Inspirasi Dengan Anak Muda

Ia merasa miris dengan masalah hak keseteraan perempuan di masyarakat yang masih dinomor duakan. Melihat curhatan dari para pengikut perempuan akun media sosialnya yang kerap kali ingin menyerah karena takut jomblo seumur hidup. 

Baginya, terlepas dari apapun gendernya, seseorang berhak untuk menempuh pendidikan tinggi dan berkarya.

Begitu buku ini diluncurkan, buku ini banyak mendapat tanggapan positif dari kalangan perempuan.  Dalam peluncuran pertamanya, buku ini berhasil menjadi Top 10 Best Seller di beberapa toko buku di Indonesia. 

Selain itu, ia juga beberapa kali mengadakan acara bedah buku sekaligus untuk mempromosikan buku tersebut di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Solo, Surabaya, dll.

Banyak perempuan yang mengaku termotivasi dengan isi buku karya Henry tersebut, dimana ia memberikan pandangan pentingnya bagi seorang perempuan untuk bersekolah tinggi dan berkarya di masyarakat dari sudut pandangnya sebagai seorang laki-laki. 

Ia sendiri mengaku meski ibunya adalah seorang ibu rumah tangga, ibunya selalu menekankan pada kakak perempuan Henry untuk selalu mengejar cita-cita karena perempuan kelak harus mandiri.  Pesan ibunya inilah yang menjadi salah satu inspirasinya dalam menulis buku tersebut.

Setelah sukses dengan Alpha Girl’s Guide, Henry mengeluarkan buku 7 Kebiasaan Orang yang Nyebelin Banget di tahun 2016 yang memaparkan perilaku-perilaku menyebalkan yang mungkin tidak disadari biasa terjadi atau mungkin kita lakukan sendiri di sekolah, jalan raya, tempat kerja, tempat umum, saat pacaran, acara keluarga, atau bahkan media sosial.  Buku ini didasarkan dari survei melalui media sosial dengan jumlah partisipan diatas 1.000 orang.

Setelah vakum selama dua tahun dalam menulis buku, Henry kembali dengan buku barunya yang berjudul Filosofi Teras di penghujung November 2018 lalu. Kali ini ia membahas mengenai filsafat Yunani-Romawi kuno yang bisa membantu mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental tangguh dalam menghadapi gejolak kehidupan.

Bukunya kali ini dikemas dengan praktis dan sangat relevan dengan kehidupan generasi zaman sekarang, yakni Generasi Milenial dan Gen-Z yang banyak menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat sehingga perlu mempelajari hal-hal seperti itu.

Masih banyak fenomena-fenomena sosial lain yang ingin diulas oleh Henry baik itu melalui blog pribadi atau buku barunya nanti. Ia tidak ingin berhenti untuk memotivasi generasi muda supaya selalu berwawasan cerdas dan memiliki pandangan terbuka terhadap fenomena sosial di masyrakat.

Atas pengaruh positifnya di media sosial, ia dianugerahi penghargaan Influencer Award 2019 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif).

 

Sumber:

https://ask.fm/manampiring

https://tirto.id/m/henry-manampiring-kK

http://www.selebupdate.com/henry-manampiring/14102

http://www.qerja.com/journal/view/55-in-the-beginning-seek-knowledge-not-title-dan-tips-karier-lainnya-dari-henry-manampiring-head-of-strategy-leo-burnett/

https://www.fimela.com/news-entertainment/dari-twitter-ke-buku-pengamatan-sosial-survei-hubungan-pribadi-henry-manampiring-121206f-page1.html

https://trivia.id/post/8-alasan-perempuan-harus-terus-berkarya-menurut-henry-manampiring

https://www.gramedia.com/products/filosofi-teras-filsafat-yunani-romawi-kuno-untuk-mental-tangguh-masa-kini

 



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi