Gurita Bisnis Kaesang Pangarep Anak Presiden

Sumber: instagram.com/kaesangp

Kaesang Pangarep boleh jadi popularitasnya tidak kalah tenar dengan sang ayah yang merupakan orang nomor satu di Indonesia. ia bukan hanya dikenal sebagai putra bungsu Jokowi, tetapi juga pengusaha muda yang cukup sukses dengan beragam bisnisnya.

Awalnya pria kelahiran 1994 silam ini memasuki industri kreatif melalui blog pribadinya di tahun 2011. Blog yang berjudul Diary Anak Kampung ini mulai mendapat perhatian publik setelah Jokowi mulai mencalonkan diri sebagai presiden RI di tahun 2014.

Tak hanya blog. Akun media sosialnya yang lain pun juga menjadi perhatian kekepoan warganet. Lalu pada Maret 2016, ia mulai merambah dunia YouTube dengan membuat vlog (video blog). Lewat vlog ini, tak segan ia mengeksplor kehidupannya sebagai anak presiden, bahkan melibatkan Presiden Jokowi dalam vlognya.

Tak hanya sebatas itu. Kontennya pun terkadang berupa review permainan gim online yang sedang hits di kalangan anak muda. Dari YouTube ini ia mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan musisi untuk membuat sebuah lagu beserta video klipnya, serta tentu saja pundi-pundi uang yang didapat dari iklan dan endorsement.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Singapore Institute of Management (SIM), rupanya ia memilih untuk menjadi pengusaha mengikuti jejak Jokowi sebelum menjadi presiden dan kakaknya, Gibran Rakabuming. Uang dari pendapatannya di YouTube inilah yang dijadikannya sebagai modal berbisnis.

Bisnis pertamanya adalah Sang Javas yang menjual kaos berdesain kodok, karena Presiden Jokowi suka memelihara kodok. Selain dijual melalui platform online seperti media sosial dan marketplace, Kaesang membuka toko offline-nya di kampung halamannya di Solo. Hal ini ditujukan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi teman-teman aatu orang-orang di sekitarnya.

Tidak lama pembukaan Sang Javas, ia berbisnis kuliner nugget pisang yang diberi nama Sang Pisang yang dibuka pada 2017 silam di wilayah Jakarta. Pertumbuhan bisnisnya pun cukup pesat dimana dalam kurun waktu hampir dua tahun, cabang Sang Pisang sudah ada di beberapa kota besar Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Makassar, Balikpapan, Medan, Kupang, dan lainnya.

Kemudian bersama sang kakak, Gibran Rakabuming dan Erwin Skripsiadi ia menekuni bisnis lain, yaitu board game alias permainan papan di bawah payung perusahaan Hompimpa! Games yang berbasis di Solo.

Permainan papan ini uniknya mengangkat budaya asli Indonesia dan isu-isu sosial karena dianggap bisa menjadi metode pembelajaran efektif dan menyenangkan. Pada Oktober 2017 lalu, mainan ini dibawa ke Essen SPIEL 2017, konvensi board game internasional di Jerman, yang berujung ludesnya produk karena diborong para pencinta board game.

Tak ingin berhenti disitu petulangan bisnisnya. Kali ini ia menjajal bisnis berbasis aplikasi yang saat ini marak dimasuki oleh berbagai industri di Indonesia. Ia meluncurkan aplikasi untuk memesan makanan bernama Madhang, yang berarti makan dalam bahasa Jawa, pada akhir tahun 2017.

Madhang sendiri dirancang untuk menjadi marketplace makanan rumahan, dimana para ibu rumah tangga bisa menjual aneka masakan rumahan. Pun pedagang kaki lima juga bisa bergabung di situs tersebut dan berjualan disana.

Selain itu, aplikasi ini sendiri diciptakan untuk mengakomodasi orang-orang yang rindu masakan rumah, tapi terbentur oleh waktu atau tempat yang tidak memungkinkan untuk memasak sendiri.

Meskipun penetrasi aplikasi ini masih kalah dibandingkan Go-Food atau GrabFood, kelebihan Madhang ini adalah ibu-ibu dapat mengupload menu variatif dengan sistem preorder, sehingga tidak terpaut pada jam kerja penjualan. Hingga saat ini, cakupan wilayah layanannya masih di area Jakarta.

Di tahun ini, ia kembali meluncurkan bisnis kuliner baru, sembari terus agresif mengembangkan bisnis-bisnis sebelumnya. Ia meluncurkan Ternakopi dan Mangkokku. Ternakopi sendiri diluncurkan karena ia dulu pernah sekolah barista atau peracik kopi. Selain itu, ia ingin memiliki kopi yang sedikit beda dari kedai kopi yang sudah menjamur di tanah air.

Kaesang memilih untuk menjual kopi cold brew yang dikemas dalam botol plastik seharga Rp 20.000 karena dianggap lebih enak, serta lebih praktis tanpa mengesampingkan sisi kenikmatan kopi itu sendiri. Baru beberapa bulan berdiri, Ternakopi sendiri sudah memiliki beberapa gerai di Jakarta.

Lalu yang terakhir, ada Mangkokku yang baru saja dibuka di kawasan Jakarta Barat. Makanan yang dijual disini mengusung konsep olahan rice bowl dan menggandeng Chef Arnold Purnomo, juri MasterChef Indonesia, untuk meracik resepnya.

Kaesang sendiri juga pernah beberapa kali merasakan kegagalan berbisnis sebelum bisnis-bisnisnya bisa dikatakan cukup berjaya. Baginya, gagal berbisnis bukan berarti kapok tidak ingin kembali berbisnis. Justru harus berbenah diri dan belajar agar lebih baik dalam mengelola bisnis kedepannya.

Selain itu, terjun ke industri bisnis yang persaingannya cukup ketat seperti industri kuliner, tentu semakin menantang untuk terus melakukan inovasi agar tidak ditinggal pelanggan. Ia sendiri juga memanfaatkan betul kekuatan media sosial untuk media promosi bisnis-bisnisnya yang menyasar kepada generasi milenial.

Namun satu hal yang pasti, Kaesang selalu berprinsip untuk bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya dengan bisnis-bisnisnya tersebut.

 

 

 

Sumber:

https://www.instagram.com/kaesangp/

https://travel.tribunnews.com/2019/06/24/mangkok-ku-bisnis-restoran-baru-gibran-kaesang-dan-chef-arnorld

https://www.merdeka.com/gaya/gibran-rakabuming-tekuni-bisnis-game-bawa-permainan-asli-indonesia-laris-di-jerman.html

https://kumparan.com/@kumparannews/melihat-isi-vlog-kaesang-dan-jokowi

https://bisnis.tempo.co/read/1068748/ini-kiat-sukses-berbisnis-di-usia-muda-ala-kaesang-pangarep

https://ekonomi.kompas.com/read/2017/12/16/094916926/madhangid-milik-kaesang-diproyeksi-jadi-aplikasi-beken-nasional

 

           

           

           



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi