Gara-Gara Kesulitan Cari Sepatu, Kini Menjadi Jutawan

Sumber foto: Majalah M&I Online

Kesulitan yang dialami seseorang terkadang malah bisa mengantarkan pada sebuah peluang menuju keberkahan. Hal tersebut dirasakan betul oleh Yukka Harlanda, CEO sekaligus founder sepatu Brodo.

Brodo sendiri adalah merek sepatu lokal berbahan kulit asal Bandung. Meski harganya terjangkau, namun kualitasnya tidak perlu diragukan.

Terlebih lagi, bahan pembuatan dan pengerjaan sepenuhnya dikerjakan di dalam negeri. Benar-benar produk lokal yang mengutamakan kualitas, bukan kuantitas semata.

Brodo sendiri didirikan oleh Yukka bukan dengan sengaja. Selama menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), ia sempat mencari peluang bisnis untuk membuka cafe bersama seorang temannya bernama Putera.

Setelah mendapatkan informasi dari teman-teman yang telah terjun ke dunia kuliner, ia merasa tidak cocok dengan bisnis tersebut.

Suatu ketika, Yukka membutuhkan sepatu baru. Namun karena ukuran sepatu yang biasa dipakainya nomor 46 sulit dicari di pasaran karena termasuk nomor besar, ia tidak berhasil menemukannya.

Jikapun ia berhasil menemukan, terkadang ia merasa tidak cocok dengan model sepatunya. Kebanyakan sepatu dengan nomor besar biasanya disediakan oleh merek luar negeri seperti Adidas, Nike, dll. yang harganya tergolong tidak ramah bagi kantong mahasiswa.

Temannya, Putera, mengusulkannya untuk membuat sepatu langsung di pengrajin sepatu di kawasan Cibaduyut, Bandung, yang memang terkenal sebagai sentra pengrajin sepatu.

Ia pun mendatangi puluhan pengrajin sepatu untuk membuatkannya sepasang sepatu. Tapi ternyata cukup sulit mendapati pengrajin sepatu yang mau menerima pesanan sepasang sepatu saja.

Akhirnya ia tiba pada salah satu vendor yang menerima pesanan hanya sepasang sepatu kulit sesuai dengan pesanannya, namun ia harus membayar dengan harga yang lebih mahal karena hanya minta dibuatkan sepasang saja.

Pengrajin tersebut menawarkannya untuk membuat sepatu tiga lusin karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan membuat satu pasang. Ia pun menyetujuinya meski tidak tahu nanti sisa sepatu tersebut akan dikemanakan.

Beberapa minggu kemudian, ia kembali ke pengrajin sepatu untuk mengambil sepatu pesanannya. Kesepakatannya saat itu hanya memesan dua lusin. Dari jumlah 24 pasang sepatu, ia mengambil hanya dua pasang sepatu.

Sedangkan Putera mengoleksi beberapa pasang, dan sisanya ditawarkan kepada teman-temannya di rumah kos. Beberapa hari kemudian, ada tawaran mengikuti acara yang diselenggarakan oleh ITB khusus untuk mahasiswa.

Akhirnya ia dan Putera terpikir untuk mengikuti kegiatan tersebut dan antusiasme yang diberikan oleh pembeli saat pameran cukup memikat.

Berangkat dari sana, ia membuka pre-order untuk pesanan sepatu kulit bermodalkan uang Rp 7 juta dari uang tabungannya ditambah uang Putera. Dari modal tersebut, berhasil dibuat 40 pasang sepatu kulit.

Karena sepatu ini dikhususkan untuk laki-laki dan ia biasa memanggil teman-temannya dengan sebutan “bro”, maka kemudian lahirlah merek Brodo sebagai merek sepatu besutan Yukka dan Putera di tahun 2010.

Baca Lainnya: Yasa Singgih: Mendulang Sukses Dari The Power of Kepepet

                        Hari Darmawan: Dari Bisnis Retail ke Bisnis Sosial

                        Lo Kheng Hong - Biografi

Tidak mudah bagi Yukka dan Putera dalam mengembangkan bisnis ini ketika keduanya masih kuliah di jurusan Teknik Sipil ITB. Namun karena cita-cita keduanya yang tidak ingin bekerja di korporat, maka ia berusaha menekuni bisnis Brodo ini secara serius.

Brodo juga pernah mendapatkan masalah ketika menerima pesanan setelah waktu pembagian THR lebaran, ternyata pesanan sepatu tersebut banyak yang cacat produksi.

Namun demi memenangkan hati pelanggannya, ia meminta maaf dan memberikan hadiah, serta kompensasi sebagai bentuk pertanggung jawaban perusahaannya.

Yukka sendiri berprinsip untuk selalu menganggap pelanggan sebagai sahabat dan memberikan pelayanan yang maksimal supaya tercipta hubungan jangka panjang.

Untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar, ia tidak segan untuk meminjam dana di bank melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan Bank Mandiri. Di tahun 2011, Brodo bekerja sama dengan The Goods Dept. dan beberapa outlet distro di Jakarta dan Bandung untuk memasarkan produk mereka.

Melalui acara yang diselenggarakan oleh Sampoerna Foundation dimana para pemilik bisnis berkesempatan untuk mempresentasikan bisnisnya di tahun 2012, Yukka bertemu dengan Christopher Angkasa yang tertarik untuk menanamkan modal di Brodo.

Pembicaraan pun terus berlanjut hingga Brodo berhasil mendapatkan angel investornya untuk pertama kalinya. Perusahaan banyak berbenah demi pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik.

Ia pun rajin mengikuti blog bisnis yang ditulis oleh mendiang Remco Lupker, mantan co-founder Tokobagus (sekarang Olx), dan berhasil kembali mendapatkan dana untuk ekspansi bisnisnya di tahun 2014. Bahkan dari sana, ia diperkenalkan oleh teman-teman Remco yang juga investor.

Majalah bisnis terkemuka SWA pernah menganugerahkan penghargaan Indonesia Most Creative Companies kepada Brodo pada tahun 2015. Brodo terus berkembang melalui pemasaran online dan offline dengan menghadirkan toko fisik di beberapa kota besar.

Dua tahun kemudian, Brodo kembali mencetak prestasi dengan meraih penghargaan The Best Design oleh Good Design Indonesia (GDI) yang diadakan oleh Kementrian Perdagangan RI.

Kementrian Keuangan RI juga memberinya penghargaan sebagai UKM taat pajak. Juga, Brodo berhasil terpilih sebagai sepatu resmi PSSI 2017.

Di usia Brodo yang telah mencapai satu windu, modelnya yang timeless tidak lekang oleh waktu dan memiliki filosofi di setiap produknya, membuatnya mampu bersaing sejajar dengan sepatu asal luar negeri dan siap mengglobal.

Hal ini ditandai dengan terpilihnya Brodo sebagai cenderamata resmi Asian Games 2018 yang sebentar lagi akan diselenggarakan di Jakarta-Palembang.

Bukan waktu yang sebentar bagi Yukka untuk berhasil menancapkan branding image Brodo di masyarakat sebagai merk sepatu lelaki yang berkualitas dan terjangkau.

 

Sumber:

https://www.youthmanual.com/post/profil/muhammad-yukka-harlanda-susah-cari-sepatu-ukuran-besar-akhirnya-bikin-perusahaan-sepatu-sendiri

https://www.finansialku.com/yukka-harlanda-brodo/

https://bro.do/id/content/4-tentang-kami

http://goukm.id/yukka-harlanda-sukses-bisnis-sepatu-online-berawal-dari-iseng/

http://warga-desa-worlds.blogspot.co.id/2017/03/kisah-persahabatan-yukka-harlanda-29.html

https://www.bintang.com/success/read/2691792/eksklusif-yukka-harlanda-sukses-membangun-bisnis-sepatu/page-1

https://literaturnegeri.id/yukka-harlanda-insinyur-sepatu-brodo/

http://entrepreneurhub.id/2016/10/12/yukka-harlanda-berkontribusi-untuk-ekonomi-nasional-itu-epic-bro/

0 komentar
Berikan komentar anda
Anda harus Login untuk komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi