Gantung Sepatu, Ratu Wushu Asia Sumbang Emas Terakhir Untuk Indonesia

Sumber: Olahraga - Kompas.com

Setelah raihan medali emas perdana oleh Defia Rosmaniar di cabang olahraga taekwondo Asian Games 2018, kini giliran cabang olahraga wushu yang unjuk gigi prestasi. Wushu berhasil menyumbang dua medali emas untuk Indonesia melalui atlet andalan Indonesia asal Medan, Lindswell Kwok.

Lindswell Kwok sendiri telah dikenal di dunia wushu sebagai Ratu Wushu Asia, karena berbagai torehan prestasi gemilangnya beberapa tahun terakhir di berbagai ajang kompetisi wushu di seluruh dunia.

Ia sendiri telah berlatih wushu sejak usia 9 tahun karena diperkenalkan oleh kakaknya, Iwan Kwok, yang telah lebih dulu menekuni wushu. Berlatih wushu sejak kecil tidak lantas langsung membuatnya jatuh cinta pada seni bela diri asal negeri Tirai Bambu.

Dia pernah berpikir jika wushu bukanlah pilihan kariernya karena ia belum menyukai dan masih dipaksa untuk berlatih wushu. Baginya saat itu wushu cukup sulit. Bukan sekedar aktivitas fisik, wushu adalah gabungan dari bela diri, konsentrasi tingkat tinggi, dan unsur theatrikal.

Melihat olahraga wushu seperti menonton pertunjukan seni, dimana setiap gerakan harus dilakukan sempurna, selaras, dan seimbang. Itulah yang membuat wushu berbeda dari olahraga bela diri lainnya karena mengandung unsur seni yang cukup kental.

Namun pikiran tersebut mulai terkikis setelah melihat atlet-atlet senior berprestasi di SEA Games ataupun Asian Games meraih medali. Ia pun mulai berpikir untuk berprestasi seperti mereka.

Lambat laun, ia mulai menekuni wushu dan berlatih secara serius di Yayasan Kusuma Wushu Indonesia, Medan. Ketika memasuki usia remaja, ia semakin mantap dan intens berlatih untuk menjadi atlet wushu dengan masuk asrama.

Baca: Rudy Hartono - Biografi

Akhirnya Indonesia Meraih Medali Emas di Asian Games 2018 Berkat Defia Rosmaniar

Dari Tukang Lipat Parasut, Kini Menjadi Jawara Asia Paralayang

Di usia 14 tahun, ia mulai mencetak prestasi dengan menyabet medali perak pada Kejurnas Jakarta 2005. Setahun kemudian, ia meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Junior 2006 di Kuala Lumpur.

Ia pun menjajal berbagai turnamen di dalam negeri dan luar negeri serta berhasil mencetak prestasi dari tahun ke tahun di nomor taolu taijiquan (peragaan jurus bela diri dengan tangan kosong) dan taijijian (peragaan jurus bela diri dengan memakai pedang) yang menjadi andalannya.

Dalam perjalanan kariernya sebagai atlet wushu, tentu ia pernah mengalami kegagalan. Kegagalan terparahnya yakni pada Asian Games Guangzhou 2010 ketika ia berusia 19 tahun. Ia mampu tampil mumpuni pada nomor taijijian, namun gagal meraih nilai tertinggi di nomor taijiquan.

Kala itu, ia hanya berada di urutan keenam pada nomor taijiquan setelah meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Wushu 2009 di Toronto. Ia tidak berhasil membawa pulang medali dalam Asian Games 2010. Dalam sebuah wawancara, ia sempat merasa tidak ingin pulang ke Indonesia karena terlalu malu.

Namun untungnya, Lindswell segera bangkit dan belajar dari kesalahan masa lalunya. Prestasinya pun semakin moncer ketika ia memenangkan medali emas selama empat kali SEA Games berturut-turut di tahun 2011, 2013, 2015, 2017.

Karena itulah ia dijuluki sebagai “Ratu Wushu Asia Tenggara” dan mendapat penghargaan langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di Asian Games 2014 Incheon, Lindswell menunjukkan kemajuan prestasinya. Namun ia harus berpuas diri yang hanya mampu meraih perak.

Wanita kelahiran Medan, 24 September 1991 ini pernah dinobatkan sebagai atlet tercantik di SEA Games 2017 oleh Fox Sport Asia. Sehari-harinya selain sebagai atlet wushu, ia juga berprofesi sebagai model paruh waktu.

Menjadi atlet sejak usia muda, sempat terbersit keinginannya untuk gantung sepatu karena cedera kedua lutut yang telah dideritanya sejak 2015. Namun begitu mengetahui Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018, ia mengurungkan niat tersebut.

Ia pun memutuskan untuk turun mewakili Indonesia di ajang Asian Games 2018 dan bertekad untuk memperoleh medali emas di nomor taijiquan dan taijijian. Usahanya pun tidak sia-sia.

Setelah melewati tiga periode Asian Games, ia berhasil mempersembahkan medali emas dengan poin tertinggi untuk merah putih di nomor andalannya.

Setelah berhasil memperoleh medali emas dari Asian Games 2018 dengan membukukan poin tertinggi dan mengalahkan atlet asal Hong Kong, tekadnya untuk gantung sepatu sudah bulat. Keinginannya setelah ini adalah istirahat sejenak dan ke depannya ia ingin lebih fokus untuk menjadi pelatih wushu setelah pensiun.

Selamat, Lindswell! Semoga prestasimu selalu menginspirasi anak bangsa.

 

Sumber:

https://juara.bolasport.com/read/pestaasia/hot-stars/1825156-lindswell-kwok-ratu-wushu-asian-games-2018-yang-punya-sisi-banyak-sisi-lembut-di-balik-kegarangannya

https://www.vemale.com/people-we-love/118906-indonesia-kembali-raih-emas-ini-fakta-lindswell-kwok-si-ratu-wushu.html

http://www.ykwi.or.id/athlete/detail/3/lindswell_kwok/

https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20180820110526-178-323543/lindswell-kwok-butuh-tiga-asian-games-untuk-raih-emas

https://sport.detik.com/sport-lain/4176979/hulaefi-dukung-keputusan-sang-kekasih-lindswell-untuk-pensiun

https://www.viva.co.id/siapa/read/519-lindswell-kwok

https://tirto.id/m/lindswell-kwok-7N

https://seword.com/umum/lindswell-felda-dan-para-atlit-cina-kafir-yang-mengharumkan-nama-indonesia



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi