Farah Quinn: Tidak Salah Mengejar Mimpi Masa Kecil

Sumber: Pontas

“This is it! Ala Chef, Farah Quinn...”  Para pencinta acara kuliner di televisi tentu tidak asing dengan slogan tersebut yang sering diungkapkan oleh celebrity chef Farah Quinn ketika menyajikan resep kreasi buatannya di dalam acara Ala Chef yang dibawakannya. Image-nya yang seksi dengan kulit cokelat yang eksotis membuatnya dikenal sebagai chef seksi. Tidak jarang pula ada sebagian orang yang menganggap ia hanya modal cantik tapi tidak bisa masak.

Jauh sebelum terjun di dunia pertelevisian, pemilik nama Farah Farhanah sudah menimba ilmu di Negeri Paman Sam sejak SMA. Lulus SMA, ia diminta oleh ayahnya untuk berkuliah di jurusan Finance di Indiana University of Pennsylvania. Meskipun hal itu bertentangan dengan keinginannya, ia tetap menjalani dan menyeleseikan studinya tersebut.

Setelah lulus, ia justru malah lebih tertarik untuk terjun di dunia kuliner yang telah disukainya sejak lama. Kebiasaannya membantu ibunya di dapur sejak kecil ternyata menumbuhkan kecintaan Farah terhadap resep dan makanan. Ia pun memutuskan untuk memulai kariernya dengan bekerja di Lydia Pittsburgh, sebuah restoran Italia yang terkenal di kawasan Pittsburgh, Pennsylvania di tahun 2001.

Bekerja di restoran semakin menumbuhkan rasa penasarannya untuk mendalami dan mempelajari lebih banyak dunia masak-memasak. Ia pernah dikenalkan dengan seorang pastry chef yang membuatnya tahu bahwa ada profesi seperti itu. Tidak ingin setengah-setengah, ia menyempatkan diri untuk mengambil sekolah di Le Cordon Bleu Institute Culinary Arts in Pittsburgh dengan mengambil spesialisasi di bidang pastry.

Dari yang sekedar hobi, Farah tidak pernah menyangka bahwa justru di masa depan ia bisa menjadi seorang chef profesional. Setelah belajar di Pittsburgh, Phoenix menjadi tujuannya untuk mengaplikasikan ilmunya. Ia magang di Arizona Baltimore Resort. Di samping itu, dia rutin mengikuti berbagai kompetisi memasak untuk menambah pengalaman dan mendalami ilmunya di dunia kuliner. Dara kelahiran 1980 silam ini pernah dimentori oleh Chef Ewald Notter dan Collete Peters ketika mengikuti World Pastry Championship.

Setelah merasa cukup dengan bekal ilmunya, ia memutuskan untuk membuka restoran bernama Camus di Phoenix bersama Carson Quinn, kekasihnya saat itu di tahun 2003. Keuletan dan kegigihan Farah membuahkan hasil dengan membawa Camus pada kejayaan. Beberapa kali restorannya dianugerahi penghargaan dan mendapat predikat bintang 4, serta diundang ke berbagai acara memasak dan diundang untuk tampil di beberapa media lokal.

Reputasi Camus membuat ibu satu anak ini mendapatkan kesempatan lain untuk menyajikan hidangan kepada beberapa kepala negara G8 di Georgia. Selain dipercaya menyajikan hidangan untuk kepala negara dan pemerintahan, ia sering menyajikan makanan untuk teman-teman dari kalangan selebriti dan sosialita seperti Rihanna dan The Black Eyed Peas.

Belasan tahun menimba ilmu dan membangun karier di Amerika Serikat, tetap membuat Farah rindu Indonesia yang dianggap sebagai rumah pertamanya. Akhir 2008, perempuan berdarah Palembang ini kembali ke tanah air.

Meskipun sudah cukup populer di Amerika, tidak ada orang yang mengenal Farah sebagai seorang chef ketika ia kembali ke tanah air. Setelah berkenalan dengan Helmy yahya dan memberikan resumenya, ia kemudian diundang sebagai bintang tamu di acara yang dibawakan oleh Helmy. Bisa dibilang inilah pijakan pertamanya untuk mengawali karier di negeri sendiri.

Penampilannya yang menarik dan kemampuan memasaknya yang mumpuni membuatnya mendapat tawaran sebagai pemandu acara memasak berjudul Ala Chef dari Trans TV yang mulai mengudara pada November 2008. Dengan pembawaannya yang khas, nama Farah Quinn dengan cepat melambung dan dikenal luas oleh publik sebagai celebrity chef.

Tawaran lain pun kemudian berdatangan. Akhir tahun 2012, ia didapuk menjadi pembawa acara The Big Break yang ditayangkan Asian Food Channel. Acara ini diikuti oleh 12 peserta berusia antara 16 hingga 25 tahun dari kalangan marjinal yang diseleksi di enam negara, yaitu Malaysia, Mongolia, Filipina, Thailand, Singapura, dan Korea Selatan.

Selain membawakan acara, Farah yang menggunakan nama marga mantan suaminya sebagai nama panggung ini juga merangkap sebagai juri dan mentor para peserta acara tersebut, dibantu oleh tim F&B (Food & Beverages) Resorts World Sentosa yang turut ambil bagian dalam penyelenggaraan acara itu.

Di tahun 2013, ia dipercaya menjadi duta in-flight meal maskapai penerbangan Air Asia Indonesia yang menyajikan beragam kuliner khas Indonesia untuk penumpang Air Asia selama satu tahun. Menu yang disajikannya adalah Nasi Minyak Palembang, Nasi Ayam Taliwang asal NTB, dan Nasi Jinggo Bali.

Tiga tahun kemudian, ia dikontrak sebagai brand ambassador maskapai penerbangan asal Belanda, KLM Indonesia untuk menyajikan menu utama dan makanan ringan khas Indonesia, terutama khas Sumatera.

Selain membawakan beberapa acara televisi, Farah juga pernah membintangi beberapa bintang iklan untuk produk makanan dan minuman ringan. Tidak heran jika Panasonic Gobel Awards 2013 pernah menganugerahinya penghargaan untuk kategori Presenter Hobi & Gaya Hidup Terfavorit.

Kini meskipun sudah jarang tampil di layar kaca, pemilik Queen Apple di Malang ini masih aktif membagikan aktivitasnya di media sosial dan kanal YouTube miliknya untuk berbagi resep masakan yang bisa dipraktekkan di rumah.

Well, menekuni passion hingga menjadi pekerjaan pasti ada lelah dan jenuhnya meskipun itu hal yang kita sukai. Tapi jika kita tekun dan bersungguh-sungguh, bisa jadi passion malah menghasilkan uang.

 

 



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi