Edward Tirtanata Membangkitkan Kenangan Mantan Melalui Kopi Kenangan

Sumber: Indonesia Tatler

Apa yang ada di benak Anda jika mendengar kata “kenangan”? Teringat tentang mantan atau mungkin seketika ingatan Anda terbang melayang ke masa lalu? Atau Anda juga bisa tiba-tiba teringat dengan nama situs ini?

Eiitss… tunggu dulu. Kali ini kami akan membawa Anda pada sebuah kenangan, tapi sama sekali tidak berkaitan dengan kami. Yakni Kopi Kenangan.

Adalah Edward Tirtanata dan rekannya, James Prananto, yang menginisiasi pendirian Kopi Kenangan ini. Kedai kopi ini sedikit berbeda dengan kedai kopi yang sudah menjamur di pusat perbelanjaan atau gedung perkantoran di kota besar. Sebab, ia mengusung konsep take away dengan harga yang relatif lebih terjangkau daripada kedai kopi umumnya.

Penamaan Kopi Kenangan ini sendiri karena Edward terinspirasi saat membeli air mineral yang memiliki slogan ‘kenangan’ di dalamnya. Ia kemudian berpikir bahwa kenangan adalah kata yang mengandung makna yang begitu dalam dan terlihat mahal. Nama ini sendiri juga unik bila digunakan untuk merek kedai kopi.

Bertemu dengan James Prananto, akhirnya ia sepakat mendirikan kedai kopi pertama pada Agustus 2017 di Menara Standard Chartered di Jakarta Selatan. Penamaan setiap menu kopinya pun tidak kalah unik. Menu yang paling laris adalah Kopi Kenangan Mantan yang dibanderol Rp 18.000 per cup.

Suplai bahan baku produknya sendiri Edward lebih mengutamakan bahan baku dari dalam negeri, seperti kopi, susu, aren, dan gula pasir untuk memajukan komoditas Indonesia yang sebetulnya kualitasnya tidak kalah dari luar negeri.

Untuk menjaga kualitas produknya, ia hanya fokus untuk membuka cabang sendiri tanpa sistem waralaba dan menjaga kontrol produksi secara ketat.

Karena nama yang cukup menggelitik, akhirnya banyak orang yang penasaran untuk mencicipi cita rasa kopi tersebut. Kekuatan word of mouth (WoM) dari para pelanggan di media sosial lah yang menjadi kekuatan pemasaran kedai kopi ini.

Selain itu di media sosial, promosi mereka kerap menggunakan kata-kata percintaan dan kegalauan yang sangat akrab di telinga generasi millenial.

Tidak heran jika dalam setahun Edward cukup agresif mendirikan kedai-kedai baru di kawasan Jabodetabek. Hingga tulisan ini dibuat, saat ini Kopi Kenangan telah memiliki lebih dari 50 kedai. Penjualannya pun telah mencapai ratusan ribu cangkir dari berbagai gerainya.

Yang menarik, kedai kopi ini telah meraih pendanaan tahap awal dari Alpha JWC Ventures senilai US$ 8 juta pada 2018 silam. Hal yang cukup unik mengingat biasanya perusahaan startup yang mendapatkan pendanaan ini adalah yang berbasis teknologi seperti fintech, e-commerce, dsb.

Terinspirasi dari kesuksesan Luckin Coffee di Tiongkok, Edward pun ingin menerapkan sistem kedai kopi on demand dengan meluncurkan aplikasi mobile Kopi Kenangan. Aplikasi mobile ini memungkinkan konsumen untuk melakukan pre-order atau pemesanan kopi terlebih dahulu sebelum mengambil di kedai terdekat atau diantar ke tempat tujuan. Sehingga konsumen tidak perlu repot antre terlalu lama untuk bisa menikmati minuman mereka.

Selain itu, Kopi Kenangan sebelumnya telah bekerja sama dengan Go-Food dan GrabFood untuk memudahkan konsumen menggunakan salah satu layanan pengantaran tersebut, dan menerima pembayaran non tunai elektronik.

Lulusan Northeastern University ini sendiri sebelum membuka bisnis Kopi Kenangan, telah membuka bisnis kedai teh bernama Lewis & Carroll Tea sejak tahun 2015 di kawasan Jakarta Selatan. Kedai tehnya ini kaya akan ragam jenis teh berkualitas yang masih kurang dikenal oleh masyarakat.

Inspirasi bisnis kedai tehnya ini datang dari sang ibu yang pernah berkunjung ke toko teh di Boston, Amerika Serikat. Disana, konsumen bisa mencoba mencium berbagai macam aroma teh yang diinginkan sebelum diracik menjadi suguhan istimewa.

Karena di Indonesia belum tren nongkrong sambil ngeteh, maka ia berinisiatif untuk membuat tea shop premium bagi para pencinta teh. The produksinya pun bahkan telah diekspor sampai ke Dubai, Uni Emirat Arab.

Saat mendirikan Lewis & Caroll Tea, Edward menemui banyak rintangan dimana budaya nongkrong sambil ngeteh belum terlalu populer di masyarakat karena masyarakat terbiasa nongkrong sambil ngopi.

Selain itu, nama brand yang terlihat eksklusif dan merupakan tempat mahal menjadi salah satu penyebab konsumen ragu-ragu untuk berkunjung karena takut harga yang dibanderol terlalu mahal.

Tiga bulan pertama merupakan masa-masa sulit bagi Edward untuk mempertahankan bisnis Lewis & Caroll Tea tersebut karena tidak ada pengunjung yang datang. Akhirnya setelah mencoba lebih banyak promosi di media sosial, perlahan-lahan konsumen mulai datang dan mulai ada pelanggan tetap.

Dari pengalamannya berbisnis teh tersebut akhirnya menjadi bekalnya untuk berbisnis Kopi Kenangan. Terbukti, dari eksekusi bisnis yang tepat dan strategi yang matang, Kopi Kenangan tidak kalah saing dengan berbagai coffee shop yang sudah menjamur di ibu kota, baik merek dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kerja kerasnya membangun bisnis minuman membuatnya sering didapuk sebagai pembicara di beberapa acara seminar yang berkaitan dengan entrepreneurship. Yang membanggakan, berkat Kopi Kenangan, ia dan James Prananto masuk dalam daftar 30 Under 30 Forbes Asia 2019 sebagai pemuda inspiratif yang menggabungkan kopi dan teknologi.

 

Sumber:

https://www.suara.com/lifestyle/2019/01/19/215500/pendiri-kopi-kenangan-bagikan-tips-membangun-brand-di-ims-2019

https://id.linkedin.com/in/edward-tirtanata-29518198

https://www.instagram.com/kopikenangan.id/

https://www.wartaekonomi.co.id/read220972/tiru-langkah-o2o-luckin-coffee-china-kopi-kenangan-lakukan-hal-ini.html

https://swa.co.id/swa/trends/marketing/pemasaran-hybrid-lambungkan-kopi-kenangan

https://www.pressreader.com/

https://www.femina.co.id/food-review/pesona-rasa-teh-di-lewis-caroll

https://kumparan.com/@kumparanfood/kopi-kenangan-dari-minuman-rp-18-ribu-hingga-pendanaan-rp-121-miliar-1540780819757215516

https://smart-money.co/inovasiana/alasan-start-up-kopi-jadi-incaran-investor

https://www.idntimes.com/news/indonesia/margith-juita-damanik/edward-tirtanata-pemilik-kopi-kenangan-kopi-untuk-mengenang-mantan/full

https://youngster.id/featured/edward-tirtanata-kedai-kopi-lokal-tak-berhenti-di-level-ukm



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi