Dynand Fariz, Sosok Dibalik Mendunianya Jember Festival Carnival

Sumber Gambar: ESMOD Jakarta

Dynand Fariz tidak pernah menyangka bahwa rancangan busananya untuk Elvira Devinamira, Miss Universe Indonesia 2014, yang bertajuk Chronicle of Borobudur akan menjadi Best National Costume untuk pertama kalinya dalam keikutsertaan Miss Universe selama 22 tahun.

Elvira Devinamira Sebagai Pemenang Best National Costume Miss Universe 2014

dengan busana bertajuk "Chronicles of Borobudur" (Sumber Gambar: Youtube)

Masih di tahun yang sama, kostum rancangannya yang bertema Tale of Siger Crown yang dikenakan Elfin Pertiwi Rappa di ajang Miss International 2014 juga berhasil memboyong pulang gelar Best National Costume.  

Elfin Pertiwi Rappa Sebagai Pemenang Best National Costume Miss International 2014

 dengan Busana Bertajuk "Tale of Siger Crown  (Sumber Gambar: BaakaNekoBaka)

Kostum Warrior of Princess of Borneo yang dikenakan Estelita Liana di kontes Miss Supranational 2014 juga berhasil meraih predikat Best National Costume.

Prestasi-prestasi yang diraih Dynand Fariz tentunya tidak semudah membalik telapak tangan.

Butuh kerja keras bertahun-tahun baginya untuk bisa menjadi seorang desainer busana yang kreatif, unik, dan mampu menghasilkan karya yang-meminjam istilah penyanyi Syahrini-cetar membahana hingga diakui di kancah internasional.

Menjadi seorang desainer tidak pernah terpikirkan dalam benaknya sebelumnya.

Yang ia tahu, ia mencintai dunia seni hingga memutuskan untuk berkuliah di IKIP Surabaya jurusan Seni Rupa.

Selepas kuliah, ia pun mengajar menjadi dosen di unviersitas tempatnya menimba ilmu.

Bak gayung bersambut, ketertarikannya merancang busana terwujud ketika ia mendapatkan beasiswa untuk menimba di ESMOD Jakarta.

Disana ia belajar lebih dalam mengenai teknik merancang pakaian dari teknik dasar hingga mahir.

Setelahnya, rupanya ia yang merupakan lulusan pertama ESMOD Jakarta, mendapatkan beasiswa training teacher di ESMOD Perancis pada tahun 1999.

Sepulang dari kota mode tersebut, ia kembali pada aktivitas mengajarnya.

Namun pengetahuan dan keterampilan yang telah dimilikinya di bidang mode membuatnya memutuskan untuk mendirikan Rumah Mode Dynand Fariz di Jember.

Tahun 2001, ia mengadakan pekan mode dimana seluruh karyawannya selama sepekan berpakaian sesuai dengan tren fesyen dunia.

Di tahun 2002, pekan mode Dynand Fariz diadakan dengan berkeliling kampung dan alun-alun Jember.

Dari sana timbullah gagasan untuk menyuguhkan sebuah karnaval di Jember dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas.

Apalagi saat itu belum ada karnaval atau festival yang menjadi ciri khas Kabupaten Jember.

Jember sendiri yang dikenal sebagai kota santri sempat menolak gagasan karnaval tersebut.

Karnaval tersebut dinilai terlalu kontroversial dan budaya luar negeri yang dianggap merusak generasi muda Jember nantinya.

Ia bahkan diminta untuk menghentikan kegiatan karval yang acaranya tinggal seminggu lagi oleh anggota DPRD Jember.

Namun ternyata setelah karnaval yang diberinya nama Jember Festival Carnaval (JFC) ini sukses besar, banyak media yang memberitakannya.

Hal tersebut menjadi kekuatannya untuk terus membangun kesuksesan bersama JFC di tahun-tahun berikutnya.

Di tahun 2006, JFC mulai naik daun di kalangan masyarakat Jember. Nama Dynand dielu-elukan oleh banyak orang dan sosoknya ditunggu oleh masyarakat.

Ketika ia membalas uluran tangan untuk bersalaman dari seseorang ditengah keramaian, tiba-tiba ia merasa tangannya ditarik, kemudian diludahi.

Walaupun mendapatkan kejadian yang tidak mengenakkan, dia tetap berusaha tabah dan menganggap hal tersebut sebagai ujian.

Ia menyadari bahwa yang dilakukannya tidak mudah diterima oleh banyak orang.

Dilansir dari CNN Indonesia, Ia berujar bahwa ia hanya terus memohon pada Tuhan supaya selalu dilindungi dan diberikan kesempatan untuk berkarya dan membesarkan JFC.

Lima belas tahun berkarya, JFC kini tidak hanya menjadi sebuah komunitas karnaval fesyen saja, melainkan telah menjadi ikon wisata andalan Jember untuk menarik berbagai turis, baik domestik maupun mancanegara.

Tema-tema yang diusung pun selalu unik, inovatif, dan tentu saja kreatif.

2016 lalu JFC berhasil menyabet juara ketiga dalam ajang Carnaval International de Victoria, sebuah ajang karnaval dunia, di Seychelles, Afrika.

Dalam parade pembukaan Asian Games 2018 lalu di Monas, Jakarta, JFC berpartisipasi bersama beberapa komunitas lain untuk menyemarakkan pembukaan Asian Games, sekaligus menjadi perancang kostum untuk penampil di upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018.

Kostum Garuda Untuk Mewakili Kontingen Indonesia di Opening Ceremony Asian Games 2018

Sumber Gambar: Tempo

Pengajar ESMOD Jakarta ini pernah memenangkan Anugerah Seputar Indonesia 2012 untuk kategori tokoh industri kreatif.

Selain itu, sebelum merancang kostum untuk para Putri Indonesia 2014 yang berlaga di kontes internasional, ia telah meraih beberapa penghargaan Best National Costume untuk ajang Male Pageants diantaranya:

-1st Runner Up Best National Costume Manhunt International 2010 modifikasi modern dari pakaian adat Dayak Kalimantan oleh Obert Sharon

-Best National Costume Mister International 2010 modifikasi pakaian adat Bali oleh Thomas Sebastian

-Best National Costume Manhunt International 2011 dengan tema “Mystical Toraja” oleh Johanica Yanuar

-1st Runner Up Best National Costume Mister International 2011 bertema Unifying Garuda oleh Steven Yoswara

-Best National Costume Mister Universe Model 2011 bertema King of Papua oleh Rikas Harsa

-1st Runner Up Best National Costume Mister International 2013 bertema Prince of Mentawai oleh Albern Sultan.

2017 silam, ketua Askari (Asosiasi Karnaval Indonesia) ini juga orang dibalik layar dari desain kostum Garuda yang dikenakan oleh Kezia Warouw dalam ajang Miss Universe 2017, meski tidak berhasil membawa pulang gelar Best National Costume seperti Miss Universe 2014 silam.

 

Sumber:

http://www.jemberfashioncarnaval.com/main.php?com=partner

https://indonesianpageants.com/national/dynand-fariz-sosok-dibalik-sukses-indonesia-dalam-meraih-national-costume-diajang-male-dan-female-pageants/

http://indonesianpageants.com/national/puteri-indonesia/dynand-faris-masih-membuatkan-national-costume-untuk-puteri-indonesia/

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150831213828-277-75739/jatuh-bangun-dynand-fariz-membangun-jfc

https://www.boombastis.com/dynand-fariz/48722

https://merahputih.com/post/read/dynand-fariz-usung-burung-garuda-jadi-national-costum-kezia-warouw-di-ajang-miss-universe

https://www.liputan6.com/news/read/281443/dynand-fariz-membawa-jember-ke-tingkat-dunia

https://lifestyle.okezone.com/read/2016/08/27/194/1474638/dynand-fariz-ungkap-rahasia-di-balik-suksesnya-jember-fashion-carnaval

 



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
0 komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi