Dirikan EverHaüs, Gitta Amelia: Ingin Membantu Meningkatkan Ekonomi Bangsa

Sumber: instagram.com/gi_amelia

Jika Anda sering membaca berita tentang startup, tentu sudah tidak asing dengan istilah Venture Capital (VC). Ya, VC ini adalah perusahaan investasi yang akan menanamkan uangnya pada perusahaan-perusahaan rintisan (startups) yang membutuhkan modal untuk mengembangkan bisnis mereka.

Selain memberi modal, VC juga biasanya membantu memberikan mentorship kepada founder startup dalam mengatur dan mengembangkan perusahaan mereka agar bisa berkembang lebih pesat.

Salah satu perusahaan VC di Indonesia adalah EverHaüs besutan Gitta Amelia. Perempuan muda yang akan berulang tahun ke-24 tahun ini membangun EverHaüs sejak November 2017.

Baginya, membangun perusahaan investasi ini dapat menjadi salah satu cara untuk membantu startup di Indonesia untuk berkembang lebih pesat, sekaligus memberdayakan ekonomi Indonesia.

Sealmamater dengan Warren Buffet, membuatnya tertarik pada dunia keuangan sejak masih duduk di bangku kuliah. Saat masih kuliah pun, ia beberapa kali magang di beberapa perusahaan investasi untuk mengembangkan skill dan ilmunya mengenai keuangan untuk menjadi investor.

Sebelum mendirikan EverHaüs, ia telah menjadi angel investor bersama sang ayah yang merupakan seorang pengusaha. Dari sana, ia pun tertarik untuk membangun perusahaan sendiri di bidang investasi dimana generasi millenial belum ada yang mulai terjun di bisnis ini.

Dari perusahaan induknya, Frontier Market Research Indonesia, EverHaüs dapat melihat potensi pasar Indonesia melalui survei dan riset yang telah dilakukan, dimana sedang bergairah untuk pertumbuhan bisnis startup. Apalagi di era sekarang, semakin banyak anak muda yang tertarik untuk berwirausaha dengan mendirikan startup.

EverHaüs sendiri sejak awal pendiriannya fokus di level early stage investment atau pendanaan tahap awal dengan besaran dana berkisar pada US$ 50 – US$ 50.000 (Rp 722.388,00 – Rp 722.380.000,00 dengan perhitungan kurs US$ 1 = Rp 14.443,25).

Untuk investasi dengan pendanaan yang lebih besar, biasanya EverHaüs akan bergabung dengan investor lain yang skala pendanaannya lebih besar dan bertindak sebagai investor pasif (silent shareholder).

Hingga saat ini, EverHaüs telah memodali 10 startup dan membangun komunitas yang membantu dalam memberikan pelatihan entrepreneurship.

Gitta sendiri bisa dibilang sebagai satu-satunya investor perempuan di Indonesia yang membangun perusahaan investasi di usia muda dan juga menjadi salah satu petinggi disana.

Hingga saat ini, kepemimpinan perusahaan modal ventura (venture capital) masih didominasi oleh laki-laki sehingga bisa dibilang, hal tersebut merupakan suatu tantangan tersendiri baginya.

Meski perempuan dan masih muda, ia tetap percaya diri untuk memimpin timnya dan menjalankan perusahaan investasinya tersebut.

Ia menyadari bahwa seringkali perempuan menangani masalah perempuan yang berujung lebih banyak terjun berbisnis seperti di bidang fesyen atau kehamilan, yang mungkin saja sulit untuk dijelaskan kepada pemodal ventura laki-laki.

Ia ingin sebagai investor perempuan, ia bisa menjembatani hal-hal tersebut yang dihadapi oleh founder startup perempuan.

Tahun lalu, ia berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan pendiri Alibaba, Jack Ma. Dari sana ia mendapatkan inspirasi untuk mengoptimalkan potensi generasi muda Indonesia yang diyakininya akan ada banyak inovasi hebat yang lahir dari sana. Hal tersebut membuatnya semakin mantap untuk mengembangkan EverHaüs ke depannya.

Selain sibuk membesarkan perusahaan investasinya, Gitta rupanya juga menjadi salah satu co-founder Think Nusantara, wadah untuk mengumpulkan ide dari berbagai mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Amerika untuk membangun bangsa dari jauh.

Think Nusantara ini berawal dari diskusi kecil yang dipelopori oleh Anthony Wonsono, alumnus George Washington University. Melalui komunitas tersebut, Gitta dan Anthony mengajak banyak mahasiswa Indonesia di AS untuk menuangkan gagasan, opini, maupun ide mereka mengenai topik-topik serius yang sedang hangat di Indonesia di situs Think Nusantara.

Tak hanya menulis, mereka juga mengadakan diskusi dengan mengundang pembicara dari kalangan profesional dan beberapa proyek menulis. Tidak salah jika Gitta diberi penghargaan 30 Under 30 Forbes Asia 2019 sebagai pemudi Asia inspiratif di bidang keuangan.

Untuk Anda, perempuan di luar sana, jangan takut untuk terjun berbisnis meski bidang tersebut didominasi oleh kaum pria. Yang terpenting adalah mau terus untuk belajar dan berani menghadapi tantangan.

Think like a queen. A queen is not afraid to fail. Failure is another stepping stone to greatness.” –Oprah Winfrey (Berpikir seperti seorang ratu. Seorang ratu tidak takut gagal. Kegagalan adalah batu loncatan lain menuju kehebatan.)

 

 

Sumber:

http://www.ever.haus/portfolio

https://id.linkedin.com/in/gitta-amelia-4b683888

https://angin.id/2018/10/03/gitta-amelia

https://economy.okezone.com/read/2018/05/17/320/1899319/bertemu-jack-ma-satu-alumni-dengan-warren-buffett

https://www.dealstreetasia.com/stories/indonesia-everhaus-fund-101559/

https://nasional.sindonews.com/read/1020553/149/think-nusantara-sebarkan-ide-pembangunan-indonesia-1436153709

https://www.facebook.com/thinknusantara/

https://www.crunchbase.com/organization/everha%C3%BCs#section-overview



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi