Daniel Mananta: Keluar dari Zona Nyaman Mangga Dua

Sumber: instagram.com/vjdaniel

Wajah khas oriental Daniel Mananta bukanlah wajah asing di layar kaca kita. Pria bertubuh jangkung ini sudah sering wara-wari di dunia MC dan membawakan sejumlah acara kondang di televisi. Di samping rajin nge-MC, Daniel juga dikenal sebagai pemilik bisnis fesyen dengan label ‘DAMN! I Love Indonesia’.

Sulung dari dua bersaudara ini sebenarnya tumbuh di keluarga pebisnis. Ayahnya, Donny Mananta, adalah seorang importir pakaian yang berdagang di pusat perbelanjaan Mangga Dua Jakarta. Tidak hanya ayahnya, paman dan bibinya pun juga membuka toko di sana.

Karena melihat figur keluarga yang hampir semuanya terjun ke dunia bisnis, Daniel pun merasa wajib meneruskan bisnis keluarga kelak jika telah dewasa. Apalagi setelah melihat salah seorang sepupunya yang kembali ke Mangga Dua setelah disekolahkan di Australia. Ia sendiri pernah mengutarakan keinginannya untuk bekerja di bank, namun langsung ditolak mentah-mentah oleh sang ayah.

Daniel juga bernasib sama seperti saudara sepupunya tersebut. Ia sempat sekolah di Aquinas College untuk melanjutkan SMA, kemudian mengambil program double degree di Edith Cowan University mengambil jurusan Business Administration dan International Business.

Di Australia ia memanfaatkan waktu luang dengan bekerja paruh waktu di restoran cepat saji Nando’s sebagai pelayan dan tukang cuci piring. Setelah beberapa waktu, ia berhasil memperoleh posisi yang lebih tinggi setara dengan asisten manajer. Menjelang ujian kelulusan, ia memilih untuk keluar dari pekerjaannya tersebut untuk persiapan ujian.

Usai lulus kuliah, pria yang pernah magang di Citibank Australia ini sempat bekerja di Network 21, sebuah perusahaan multi-level marketing yang khusus menjual produk-produk besutan Amway. Pekerjaannya tersebut menuntutnya untuk hampir setiap hari mempresentasikan produk Amway di depan umum. Di situlah ia mulai menyadari kemampuannya untuk berbicara di depan umum.

Sepulang dari Negeri Kangguru, Daniel kembali ke Mangga Dua untuk membantu membesarkan bisnis ayahnya. Tapi ia pun semakin menyadari jika berdagang bukanlah pekerjaan impiannya. Ia lebih merasa cocok untuk terjun ke dunia public speaking karena senang melihat pastor yang mampu menghidupkan suasana ketika berbicara di depan jemaat di gereja. “Tapi mungkin Tuhan merasa gue kurang suci akhirnya jadi MC. So, here I am now,” katanya.

Jalan pertama yang dicoba Daniel untuk menjadi pembawa acara adalah ajang pencarian bakat MTV VJ Hunt yang diadakan oleh saluran televisi musik MTV. Saat itu di awal tahun 2003, MTV sedang mencari VJ (Video Jockey), istilah untuk pembawa acara musik di MTV. Ia pun ikut audisi dan berhasil menyisihkan 6.000 kontestan lainnya.

Alasan Daniel ikut audisi MTV VJ Hunt sendiri adalah karena bosan bekerja di Mangga Dua. Ia juga mengaku tergila-gila dengan MTV yang saat itu banyak digandrungi anak muda Tanah Air. Setelah terpilih sebagai pemenang MTV VJ Hunt 2003, kariernya pun dimulai di dunia hiburan.

Sebagai lulusan MTV VJ Hunt, ia ditugaskan untuk membawakan acara-acara MTV yang mayoritas adalah acara yang berbau dengan musik. Berkat pekerjaannya itu, selain bakat terpendamnya tersalurkan, ia yang dipanggil VJ Daniel itu berkesempatan mewawancarai musisi-musisi ternama dunia seperti Avril Lavigne, Linkin Park, Black Eyed Peas, dan lainnya. Ia pernah dipercaya memandu acara MTV Asia Awards Red Carpet 2004 yang membuatnya namanya semakin dikenal di Indonesia dan luar negeri.

Wajah Daniel pun semakin sering wara-wari di layar kaca ketika memandu Indonesian Idol, program pencarian bakat tarik suara yang tayang di RCTI setiap pekan. Tercatat ia sudah menjadi MC tetap sejak 2006 hingga sekarang dan pernah berduet dengan Amelia Natasha, Dewi Sandra, Pica Prisilia, Lolita Agustine, dan Sere Kalina.

Di luar itu, ia sering memandu acara lain yang bertaraf internasional seperti Asian Idol, Miss World, dan Anugerah Planet Muzik. Ia pernah dipercaya menjadi juri tamu Asia’s Next Top Model pada tahun 2015 dan juri Indonesian Idol Junior tahun 2014. Selain itu, ia pernah memandu The Voice Indonesia musim kedua, Sasuke Ninja Warrior Indonesia, Who’s on Top?, dan Lux Sounds of Women. Di luar acara on air, ia juga beberapa kali memandu acara off air.

Pemenang Best Talent Show Presenter di Panasonic Global Awards 2013 ini juga tidak ragu merambah akting. Ia pernah berakting dalam sinetron Antara Cinta dan Dusta (2011) dan film A Man Called Ahok (2016) sebagai Ahok dewasa. Ia juga dua kali mengisi suara untuk film Despicable Me (2010) dan Despicable Me 2 (2013) dalam bahasa Indonesia.

Malang melintang di dunia hiburan, membuat Daniel ingin kembali dunia bisnis yang cukup lama ditinggalkan. Tahun 2008 menjadi titik baliknya ke dunia bisnis dengan meluncurkan concept store yang meluncurkan produk fesyen dengan nuansa Indonesia di FX Senayan. Toko itu dinamainya DAMN! I Love Indonesia. Kata ‘DAMN’ berasal dari singkatan nama Daniel Mananta. Sementara frasa ‘I Love Indonesia’ adalah wujud kecintaan Daniel pada budaya Indonesia.

Bagi Daniel, nama bisnisnya itu punya filosofi tersendiri. Ia berharap anak-anak muda Indonesia mampu mencintai dan bangga dengan budayanya sendiri dan konsumen asing dapat mengenal dan ikut mencintai budaya Indonesia.

Di awal pendiriannya, ia hanya memproduksi 150 kaos yang dijual di toko kecil milik temannya. Tapi dalam waktu tiga tahun, bisnisnya mampu berkembang pesat dan semakin dikenal luas oleh anak muda. Tidak jarang ia menggandeng rekan sesama artis untuk ikut mempromosikan kaos miliknya.

Kunci sukses berbisnis sendiri ada pada keunikan dan identitas produk. Bagi Daniel, visi misi sebuah bisnis juga penting untuk diperhatikan, apalagi kalau dapat mempengaruhi masyarakat. Bisnis yang mampu berpengaruh positif bagi masyarakat kelak bisa bekembang lebih baik karena masyarakat akan mendukung bisnis tersebut.

Sikap pantang menyerah dan berani ambil risiko juga perlu dalam mewujudkan bisnis yang sukses. “Gue suka banget nyobaik eksperimen. Kalau gagal ya gue gagal, tapi kalau berhasil gue jadi trend center. Nggak ada salahnya buat eksperimen,” katanya pada ANTARA News.

Kerendahan hati juga perlu oleh seorang entrepreneur untuk memastikan perusahaan berjalan sesuai rencana sebagaimana mestinya walaupun ada konflik dengan rekan kerja. Mau mendengarkan masukan dari staf atau konsumen sebagai bahan introspeksi diri untuk mengembangkan bisnis.

Daniel juga ingin karier dan bisnisnya berkembang menjadi lebih besar lagi. Ia sendiri masih menyimpan cita-cita untuk berduet dengan pembawa acara kondang asal AS, Ryan Seacrest, yang sampai saat ini masih belum tercapai.

Well, manusia memang akan selalu mencari kenyamanan dalam hidupnya. Tapi ketika kamu berani keluar dari zona nyaman yang justru malah membuat kamu kurang berkembang, itu berarti kamu siap menerima tantangan baru untuk melangkah lebih maju.



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi