Carline Darjanto Sukses di Industri Fesyen dengan Cotton Ink

Sumber: Tinkerlust

Bagi kaum hawa, fesyen mulai dari ujung kaki hingga kepala telah menjadi kebutuhan. Apalagi dengan maraknya toko online yang menjual beragam fashion style yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan dan selera pribadi. Hal tersebut dimanfaatkan betul oleh Carline Darjanto, co-founder dan creative director Cotton Ink.

Saat itu, Barack Obama sedang naik daun di Indonesia setelah memenangkan pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2008 silam karena pernah menghabiskan masa kecilnya di Jakarta.

Dari iseng-iseng menjual kaos sablon bergambar Presiden AS Barack Obama di tahun 2008, Carline bersama temannya sejak SMP, Ria Sarwono, mencoba menjual kaos tersebut sebanyak dua lusin dengan modal Rp 1 juta.

Mereka menamai merek labelnya Cotton Ink yang berarti katun dan tinta, dimana menggambarkan bahan katun yang nyaman dengan melukiskan teknik sablon. Usaha ini pun merupakan usaha sampingan karena Carline masih berkuliah sambil bekerja di perusahaan garmen milik pamannya, sedangkan Ria masih kuliah sambil mengajar les piano.

Tahun 2009, keduanya mengeluarkan syal yang disebut convertible scarf karena bisa digunakan untuk berbagai macam gaya. Selain itu ciri khas syal Cotton Ink ini menggunakan bahan tubular (bahan kaus berbentuk lingkaran tanpa jahitan) yang jarang dipakai di Indonesia saat itu. Tidak disangka jika ternyata syal ini menjadi hits dan paling banyak diburu konsumen.

Melihat animo konsumen, Carline dan Ria pun keluar dari pekerjaan mereka sebelumnya demi serius terjun mengurus Cotton Ink. Mereka ingin Cotton Ink bisa menjadi merek mode yang diperhitungkan di tanah air.

Dari hasil survei kecil-kecilannya, keduanya meluncurkan pakaian casual yang tidak terlalu seperti baju kantoran dan pesta. Sejak 2010, mereka mulai fokus pada target pasar perempuan, dari yang sebelumnya masih unisex.

Baca juga: Sindrom Asperger Tak Menghalangi Evita Nuh Jadi Fashion Blogger Internasional

                 Cerita Dibalik Pendirian Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo

Ilmu yang didapat Carline selama menempuh pendidikan diploma fashion design di Lasalle College of Fashion pun, benar-benar diterapkannya untuk mendesain setiap pakaian produksi Cotton Ink. Desain pakaian dan aksesoris yang santai dan simple menjadi desain andalan dan ciri khas yang terus dipertahankan hingga sekarang.

Selain desain yang tidak neko-neko, harga produk yang dibanderol pun tidak begitu mahal, antara Rp 49.000-Rp 549.900, sehingga tidak membuat konsumen yang kebanyakan dari kalangan perempuan muda cepat kanker (baca: kantong kering). Tak ayal, produknya selalu laris manis diburu konsumen dan bisa bersaing dengan merek lain, di tengah ketatnya industri fesyen dalam negeri.

Sejak awal berbisnis, Cotton Ink tidak memproduksi sendiri pakaian dan aksesori, melainkan menyerahkan ke pihak ketiga yang tersebar di berbagai kota, seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Solo dengan melibatkan 350 orang yang 75% di antaranya adalah wanita. Dari beberapa rekanan produksi tersebut, Cotton Ink mampu menghasilkan lebih dari 1.000 buah pakaian dan aksesoris setiap minggunya.

Untuk pengelolaan bisnis, Ria mengatur strategi pemasaran sebagai brand and marketing director. Sementara Carline mengurus produksi dan desain sebagai creative director. Dari yang awalnya hanya dibantu asisten rumah tangga (ART) orang tua Carline dan Ria di tahun 2009, kini Cotton Ink telah memiliki ratusan karyawan.

Berbisnis bersama tentu tidak mudah bagi keduanya karena harus menyatukan dua pemikiran berbeda menjadi satu kesatuan. Selain itu, merekrut dan membentuk tim yang bagus juga bukan perkara mudah. Namun SDM yang bagus inilah yang menjadi kekuatan utama perusahaan untuk berkembang maju ke depannya.

Selain memiliki SDM yang bagus, bagi lulusan terbaik Lasalle College of Fashion 2008 adalah menjaga kualitas desain dan bahan produk itu agar dapat terus diterima masyarakat. Apalagi sebagai pengusaha fesyen dituntut untuk memiliki ide baru soal fesyen dengan begitu cepatnya fesyen bergulir dari waktu ke waktu.

Untuk pemasaran produk, Cotton Ink mengandalkan ranah online melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Pinterest, blog, serta membangun website toko dan membuka official store di Shopee untuk memudahkan jangkauan konsumen. Dari sini pula, mereka bisa melayani pembeli luar negeri asal Singapura, Malaysia, Australia, dan Eropa.

Pemasaran offline juga tidak luput dari strategi mereka dengan membuka toko offline di Pondok Indah Mall 2, Kota Kasablanka, Plaza Senayan, dan Senayan City untuk menjangkau konsumen yang ingin melihat dan mencoba langsung produknya.

Inovasi yang dilakukan Carline dan Ria sendiri telah banyak dilakukan. Diantaranya meluncurkan lini Cotton Ink Modest, Cotton Ink Studio, serta yang terbaru Cotton Ink Mini untuk anak-anak agar bisa memiliki baju kembar dengan ibunya.

Selain itu, ia tidak segan-segan untuk berkolaborasi dengan selebriti maupun selebgram untuk merancang pakaian edisi khusus Cotton Ink. Seperti tahun 2018 lalu Cotton Ink bekerja sama dengan Dian Sastrowardoyo, Isyana Sarasvati, Vanesha Prescilla, dan Raisa untuk memperingati perayaan ulang tahun yang ke-10.

Cotton Ink pernah juga berkolaborasi dengan Brodo dengan meluncurkan sneakers cantik dengan harga terjangkau. Di tahun ini, Ria Miranda menjadi partner kolaborasi untuk koleksi hari raya Idul Fitri mendatang.

Dengan kesuksesan dan pertumbuhan bisnis yang positif setiap tahunnya, telah banyak penghargaan yang diperoleh Cotton Ink antara lain Best Innovative Local Brand CLEO Fashion Award 2010, Free! Magz Favorite Local Label 2010 & 2012, In Style Magazine Award 2012, eX Plaza Indonesia Most Favorite Local Brand 2014.

Majalah Forbes juga pernah memasukkan nama Carline ke dalam daftar Forbes Asia 30 Under 30 2016 sebagai entrepreneur muda di Asia di bawah usia 30 tahun yang sukses dalam kategori retail & commerce.

 

 

 

Sumber:

https://peluangusaha.kontan.co.id/news/jalanan-carline-darjanto-dan-ria-sarwono-merintis-bisnis-cotton-ink

https://www.instagram.com/cottonink/

https://www.kaskus.co.id/thread/5c9b7b7028c99109204be827/sukses-di-industri-fashion-indonesia-cottonink-hadir-di-senayan-city/

https://www.wartaekonomi.co.id/read197779/kunci-sukses-cotton-ink-ramaikan-industri-fashion-indonesia.html

https://klubwanita.com/carline-darjanto

https://id.linkedin.com/in/carline-darjanto-b838b535

https://www.ziliun.com/kreavi28-carline-darjanto-menemukan-pekerjaan-impian-lewat-cottonink/

https://www.maxmanroe.com/carline-darjanto.html

https://swa.co.id/youngster-inc/youngsterinc-startup/carline-darjanto-berkibar-dengan-cotton-ink

http://wanitaindonesia.co.id/index.php?view=viewarticle&id=14010562

           

 



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi