Bullying Menjadi Motivasi Bong Chandra Meraih Sukses

Sumber: Cerita Motivasi

Siapa sangka jika Indonesia memiliki putra bangsa yang menjadi motivator termuda no. 2 di Asia. Dialah Bong Chandra, kelahiran Jakarta, 25 Oktober 1987 silam.

Menjadi motivator sendiri bukanlah cita-cita Bong Chandra sejak kecil. Tapi kehidupan dan latar belakangnya lah yang menjadi motivasi nyata dan terbesar dirinya yang ingin dibagikan ke orang lain.

Bermula dari krisis ekonomi tahun 1998 yang mengubah kehidupan keluarganya. Perusahaan kue milik kedua orang tuanya terancam gulung tikar. Rumah pun nyaris dijual. Keluarganya harus bekerja keras mengembalikan keadaan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di usianya yang masih 11 tahun saat itu, ia memilih membantu perekonomian keluarga dengan menjual kue-kue sisa produksi usahanya di sekolah. Awalnya ia gengsi dan malu karena penyakit asmanya membuatnya sering dicemooh temannya di sekolah.

Tapi rasa empati yang besar terhadap kondisi keluarga membuatnya semakin termotivasi. Ia pun menjual parfum dan VCD. Uang hasil jualan tersebut digunakannya untuk memenuhi kebutuhan sekolah seperti fotokopi buku pelajaran dan uang saku. Ia juga memilih untuk menggunakan karet gelang sebagai penghapus dan membuat beberapa alat tulis sendiri untuk menghemat uang

Memasuki masa SMA, semangat berjualannya masih membara. Ia pun memutar otak mencari peluang bisnis yang bisa dilakukannya sembari tetap bersekolah.     Akhirnya ia bersama seorang temannya nekat berbelanja pakaian ke Bandung walau tidak ada uang.

Pagi hari mereka menuju Bandung, kembali ke Jakarta di sore harinya membawanya setumpuk pakaian yang siap dijual. Ia tidak malu membuka lapak di Senayan dan Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan. Tak hanya menjual pakaian umum, ia juga menjual pakaian seragam kepada teman-teman dan adik kelasnya.

Tak jarang kesibukannya berjualan tersebut membuatnya disindir dan dicemooh oleh teman-teman sebayanya. Ia dianggap tidak gaul karena seharusnya di usianya yang masih remaja ia lebih banyak bersenang-senang.

Meski kedua orang tuanya tidak pernah menyuruhnya untuk mencari penghasilan tambahan, tapi mereka mendukung kegiatannya dan rajin menasihatinya. Ia sendiri senang membaca buku-buku motivator dunia seperti Donald Trum di waktu senggang, yang membuatnya semakin bertekad untuk sukses. Kebiasaan ini pula yang memudahkannya memotivasi diri dan orang-orang sekitarnya.

Dari kebiasaannya memotivasi diri sendiri melalui buku, ternyata membentuk pribadi Bong yang memiliki pemahaman lebih akan nilai kehidupan. Ia sendiri dikenal santun, ramah, serta bisa memberikan pendapat yang menenangkan dan mampu menyemangati siapa saja yang mendengarkannya.

Bakat alami yang muncul dari dalam dirinya tersebut ditangkap olehnya untuk menjadi sebuah peluang yang bisa dikembangkannya. Ia dan kelima orang temannya membuat sebuah event organizer (EO) pelatihan motivasi.

Target awalnya adalah orang-orang dekat di sekitarnya. Meskipun sempat belum bisa mendapatkan arah usaha tersebut, perlahan tapi pasti mereka bisa memulai bisnis tersebut yang mulai dibutuhkan oleh banyak orang.

Klien pertamanya adalah memotivasi para karyawan pemasaran selama dua tahun yang didapat dari permintaan rekan satu jemaat gereja. Selama dua tahun pertama menjadi motivator, ia hanya memungut biaya operasional dan fokus meluaskan jaringan pertemanan yang dianggap sebagai sebagai investasinya.

Tak sulit baginya untuk mendapatkan teman dari 90.000 peserta pelatihan motivasinya yang didominasi dari kalangan pelaku bisnis. Ia memiliki prinsip jika teman kita sukses, maka kita bisa kecipratan sukses.

Keyakinannya tersebut terbukti benar. Ia mulai diajak oleh sesama pembicara saat memberikan pelatihan di Real Estate Jawa Timur. Awalnya dia diminta untuk mencarikan investor pembangunan properti seluas 5,1 hektar di Ciledug, Tangerang. Ternyata gagal.

Walau demikian, rekannya tidak kecewa, malah memintanya untuk bergabung menjalankan bisnis tersebut. Akhirnya Bong dan dua temannya menjalankan perusahaan properti senilai Rp 180 miliar karena modal networking.

Dari sana, CEO Trinity Property Group ini menerima tawaran berbisnis bersama. Selain di bidang properti, ia juga mendirikan bisnis pencucian mobil yang dinamainya Free Car Wash di Kawasan Buah Batu, Bandung, dan Serpong.

Pria yang sempat mengenyam pendidikan Desain Grafis di Universitas Bina Nusantara ini memilih DO (drop out) untuk fokus menjadi motivator sukses. Tidak sia-sia, ia pun berhasil mendapat gelar sebagai Motivator Termuda No. 2 di Asia di tahun 2010. Dari sini ia mampu membuktikan bahwa menjadi sukses bisa diraih di usia muda, tidak perlu ditunda, dan tidak pernah ada kata terlambat untuk sukses.

Selain aktif menjadi motivator, ia juga menulis buku The Science of Luck (2011) dan Unlimited Wealth (2013). Dia juga mengajar di sekolah pribadinya, Bong Chandra School of Billionaire.

Kini, setelah tidak aktif mengajar dan sempat rehat dari dunia motivasi, ia aktif menjadi entrepreneur yang telah melahirkan beberapa bisnis baru seperti Bong Kopitown, kafe bernuansa penjara di area Tangerang, Bekasi, Jakarta, dan Yogyakarta di tahun 2015; dan bisnis startup Snappin, online marketplace penyewaan akomodasi

Terbaru, suami dari Kristin Vania ini memotivasi khalayak melalui medium podcast dan membangun startup untuk layanan Podcast, FinFolk.

Mengutip salah satu perkataan motivasi Bong Chandra untuk inspirasi kita, “Kejarlah apa yang ada dalam pikiran besar Anda, namun hargailah apa yang ada dalam genggaman kecil Anda.”

 

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Bong_Chandra

https://www.maxmanroe.com/bong-chandra.html

https://koinworks.com/blog/cara-sukses-berbisnis-properti-ala-bong-chandra/

https://news.indotrading.com/mau-jadi-pengusaha-sukses-ala-bong-chandra-ini-rahasianya/

https://undercover.co.id/bong-chandra/

https://www.instagram.com/fin_folk/

https://snapinn.id/home

https://trinitiland.com/about

https://twitter.com/bongkopitown

 



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi