Billy Boen Ingin Generasi Muda Bisa Ketularan Young On Top

Sumber: Hitsss.com

Untuk Anda yang pernah membaca buku Young on Top atau mengikuti seminar konferensi Young on Top, sudah pasti Anda tidak asing lagi dengan sosok Billy Boen, founder dan CEO Young on Top, yang dikenal sebagai pengusaha dan pernah memimpin beberapa perusahaan di usia muda.

Kesuksesannya sendiri bukan tiba-tiba jatuh dari langit. Tapi dimulai dari terinspirasi dari sang ayah yang sering kali menasihatinya petuah-petuah untuk menjadi seorang yang sukses dan selalu bersungguh-sungguh dalam bekerja.

Selain itu, sejak kecil ia senang mengamati brand yang ada di sekitarnya. Dari sana, ia mulai terpikir dan memiliki keinginan untuk menjadi pemimpin perusahaan yang memegang merek, juga menjadi praktisi merek.

Jadilah, ketika ia berangkat studi di Utah State University di tahun 1996, ia mengambil jurusan manajemen yang fokus pada brand management. Selain aktif jadi mahasiswa, ia juga aktif di President of Indonesian Student Association dan Sigma Chi International Fraternity.

Menyelesaikan kuliah sarjana kurang dari tiga tahun, membuat Billy kemudian meneruskan pendidikan masternya di University of West Georgia dengan mengambil MBA yang fokus di bidang pemasaran dan brand management. Setahun kuliah master, ia berhasil meraih gelarnya dengan predikat cum laude di usia 22 tahun.

Setelah studi, ia pun memutuskan untuk pulang ke tanah air dan berkarier disini. Dengan sederet prestasi semasa kuliah, tidak mengherankan bila ia menerima tawaran untuk bergabung di beberapa perusahaan.

Akhirnya ia bergabung dengan PT Berca Sportindo, distributor tunggal merek Nike di Indonesia. Posisi awalnya adalah sebagai Asisten Manajer Lini Produk Divisi Footwear. Sejak awal meniti karier, ia sudah berprinsip untuk tidak mau sekedar bekerja. Namun belajar sebanyak mungkin dan berkontribusi untuk perusahaan dimana ia bekerja.

Sebab itu setahun kemudian ia bisa naik jabatan menjadi manajer di divisi yang sama. Tak butuh waktu lama baginya untuk naik ke jenjang karier berikutnya. Setengah tahun kemudian ia mendapat promosi jabatan menjadi manajer untuk seluruh divisi: footwear, apparel, aksesoris, dan perlengkapan.

Setahun setelahnya, ia dipercaya untuk menjadi pos Manajer Penjualan & Pemasaran untuk merek Nike dan Umbro. Ia juga berhasil memboyong merek League ke Indonesia di bawah naungan PT Berca Sportindo.

Baca juga: Bullying Menjadi Motivasi Bong Chandra Meraih Sukses

            Ahmad Sahroni Jadi Crazy Rich Priok Bukan dari Hasil Ngepet

Perkembangan kariernya yang cukup selama hampir empat tahun bekerja, membuatnya dilirik oleh Oakley Indonesia. Akhirnya di pertengahan tahun 2005, ia memutuskan untuk keluar dari PT Berca Sportindo dan bergabung dengan Oakley Indonesia di Bali.

Di usianya yang hampir menginjak 27 tahun, ia telah dipercaya untuk menempati posisi General Manager. Kepercayaan yang diberikan perusahaan membuatnya berkontribusi lebih dan terus belajar banyak hal. Dalam waktu tiga tahun, ia berhasil menaikkan penjualan Oakley hingga 280%. Jumlah karyawan dari 80 orang pun bertambah menjadi 240 orang.

Di akhir tahun 2006, Billy mencoba mendirikan perusahaan pertamanya bersama Rudhy Buntaram, pemilik Optik Seis. Dia mendirikan Jakara International Management (JIM) yang melayani semua kebutuhan di industri fesyen. JIM memiliki beberapa unit bisnis, yakni JIM Models, JIM Events, dan JIM-f Modelling School yang dikenal memiliki reputasi bagus di industri fesyen.

Selain menjadi pengusaha, pria kelahiran 1978 silam ini sempat pindah ke MRA (Mugi Rekso Abadi) Group dengan jabatan Kepala Divisi F&B, yaitu Hard Rock Café Jakarta, Hard Rock Café Bali, dan Haagen-Dazs dengan total 500 karyawan di tahun 2008.

Kariernya di MRA Grup tidak bertahan lama setelah ia menerbitkan buku berjudul Young On Top (YOT) pada April 2009 yang sukses besar dan berhasil menginspirasi banyak anak muda Indonesia.

Buku Young On Top ini berisi arahan meraih kesuksesan khususnya dalam dunia bisnis bagi anak muda. Buku yang telah 30 kali lebih naik ini selalu diperbarui penulisan bukunya, sehingga selalu relevan dengan perkembangan jaman.

Ada 40 kunci sukses yang dibagikannya, seperti menjadi seorang yang terbuka, berpikiran positif, tepat waktu, tidak pernah putus asa, selalu bertindak lebih dari biasanya.

Sejak kesuksesan bukunya tersebut, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari MRA Group dan mendirikan perusahaan sendiri, PT YOT Nusantara yang membawahi dua anak perusahaan, PT Top Karier Indonesia (job portal) dan PT YOT Inspirasi Nusantara yang membawahi seluruh kegiatan yang berhubungan dengan “Young On Top”, baik program di TV, radio, komunitas YOT anak muda, menyelenggarakan YOT National Conference dan seminar, menjadi konsultan kreatif perusahaan, dan melakukan kegiatan sosial untuk mengembangkan potensi anak-anak muda Indonesia.

Billy tidak sendirian mengembangkan YOT ini. Ia menggandeng pembawa acara kondang, Andy F. Noya dan Ben Soebiakto. Selain mengembangkan YOT, ia mendirikan GDILab, sebuah perusahaan di bidang digital analytic, sejak akhir tahun 2013 dan telah bermitra dengan Twitter dan HERE Technologies.

Bagi Billy sendiri, keberuntungan memang ada dan kesuksesan seseorang tentunya ditunjang oleh faktor ini. Tapi ketika kita masih gagal dan telah berusaha, maka sebaiknya tetap menjaga fokus untuk melakukan suatu hal sebaik dan semaksimal mungkin. Ia sendiri bisa mencapai

“Forget about luck and do your best what is within your control

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Billy_Boen

https://www.linkedin.com/in/billyboen

https://swa.co.id/swa/profile/profile-entrepreneur/billy-boen-sejak-kecil-sudah-kritis-pada-merek

https://www.jimmodels.com/#two

https://www.youngontop.com/about-us/

https://www.finansialku.com/kisah-sukses-billy-boen-pendiri-young-on-top/

https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3812639/meniru-kisah-sukses-billy-boen-di-usia-muda-cewek-juga-bisa



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi