Bersuara Emas, Claudia Emmanuela Santoso Taklukkan The Voice of Germany

Sumber: instagram.com/audi_emmanuela

Takdir dan jalan hidup seseorang memang tidak pernah terduga. Itu yang dialami Claudia Emmanuela Santoso ketika berhasil keluar sebagai juara di ajang pencarian bakat The Voice of Germany musim kesembilan. Tidak ada yang menyangka jika jalan suksesnya justru diraih ketika ia berada di negeri orang, bukan di rumah sendiri seperti kebanyakan orang pada umumnya.

Bakat seni yang diturunkan oleh ayah dan kakeknya itu sudah terlihat ketika ia masih anak-anak. Kebiasaannya bernyanyi dan mendengarkan musik berulang-ulang sebelum tidur rupanya diamati betul oleh sang ibu, Christin Gunawan. Melihat ia yang sudah memiliki ketertarikan di dunia musik, orang tuanya pun mengarahkannya dengan memasukkannya ke sekolah musik.

Mengawali dari les vokal sejak umur empat tahun, ia juga melirik untuk mempelajari alat musik. Piano klasik, biola, dan ukulele adalah beberapa alat musik yang bisa dimainkannya. Ia juga bermain piano yang lebih mengarah ke aliran pop untuk mengiringinya menyanyi.

Selain getol belajar di sekolah musik selama belasan tahun di dalam dan luar Cirebon, dara alumnus BPK Penabur Kota Cirebon ini sudah beberapa kali menorehkan prestasi dari keikutsertaannya di sejumlah ajang festival menyanyi yang diselenggarakan di tingkat kota, provinsi, atau nasional. Aktif mengikuti lomba diakuinya mampu meningkatkan rasa percaya diri ketika tampil di atas panggung dan mengasah kemampuannya untuk menyanyikan lagu dengan kesulitan tinggi yang biasa ditampilkan di ajang festival.

Ketika berusia delapan tahun, untuk pertama kalinya ia mengikuti ajang pencarian bakat skala nasional yaitu Akademi Fantasi Indonesia (AFI) Junior. Tiga tahun kemudian, ia mencoba peruntungan di Idola Cilik di Bandung. Saat itu ia berhasil sampai 20 besar di Bandung.

Lalu ia pernah mengikuti ajang pencarian bakat untuk penggarapan film anak yang diadakan sebuah perusahaan biskuit ternama di Indonesia. Lewat audisi, ia berhasil terpilih menjadi komposer di departemen musik. Di ajang tersebut seluruh penggarapan film dikerjakan oleh anak dan ditujukan untuk anak. Bahkan film yang berjudul 1000 balon tersebut mendapat penghargaan Muri (Museum Rekor Indonesia).

Tidak ingin berhenti sampai di situ, perempuan yang akrab disapa Audi ini kembali mencoba kesempatan lain dengan mengikuti ajang pencarian bakat Mamamia musim keempat (2014-2015) yang berpasangan dengan sang ibu. Dalam ajang tersebut, ia berhasil lolos hingga babak 11 besar.

Saat masih mengikuti les bahasa Jerman di Goethe Institut Bandung, ia sudah tertarik dengan acara The Voice of Germany. Seringkali ia menonton acara itu bersama sepupunya dalam perjalanan kembali ke Cirebon. Sejak saat itu, ia ingin mendaftar audisi acara tersebut setelah tiba di Jerman.

Tahun 2018, Claudia berangkat ke Jerman untuk menuntut ilmu di sana. Ia saat ini sedang mengikuti Studienkolleg, sebuah institusi pendidikan di Jerman untuk persiapan bagi mahasiswa asing di Jerman yang ijazah SMA-nya tidak setara. Sesampainya di Jerman, ibunya pernah dihubungi oleh tim The Voice Indonesia dan menyarankan Claudia untuk mengikuti audisi, tapi sayangnya ia sudah di Jerman.

Kegagalannya mengikuti tes masuk perguruan tinggi pada musim panas semester lalu menjadi awal mula ia ikut audisi The Voice of Germany Season 9 ini. Sama seperti di Indonesia, waralaba ajang pencarian bakat asal Belanda ini mengadakan serangkaian tur audisi di beberapa kota. Saat itu, Claudia mengikuti audisi di Kota München. Di sana ia bersaing dengan sekitar dua ribu peserta yang dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok berisi 100 orang yang secara teknis dibagi lagi menjadi empat kelompok.

Dari 25 peserta di setiap kelompok, hanya lima orang yang dipilih untuk menyanyi di audio booth. Dari tahap itu, peserta akan diadu lagi yang akan dikerucutkan menjadi dua orang terpilih untuk interview. Akhirnya, Claudia mendapat kabar satu bulan kemudian bahwa dirinya lolos ke tahap final di Berlin.

Penampilan perdananya di The Voice of Germany dengan lagu ‘Never Enough’ berhasil memukau empat juri yang memberinya standing ovation dan menekan tombol ‘I Want You’ dalam babak blind audition. Di babak battle rounds, ia menyanyikan lagu ‘Say Something’ duet dengan peserta lain. Langkahnya semakin mulus setelah membawakan lagu ‘Run’ dari Snow Patrols di babak sing offs.

Setelah peserta mengerucut menjadi sepuluh kontestan, Claudia berhasil meraup voting tertinggi sebesar 73,5% di babak semifinal setelah menyanyikan lagu ‘Listen’ milik Beyonce membuat posisinya semakin aman untuk melanggeng ke babak puncak.

10 November kemarin saat ajang final, ia semakin memukau penonton dan juri saat membawakan lagu ‘I Have Nothing’, ‘Goodbye’, dan ‘Castles’. Tidak heran, penampilannya yang konsisten dan apik berhasil mengantarkannya sebagai juara di musim kesembilan dan ia menjadi orang asing ketiga yang menjuarai The Voice of Germany.

Sebagai pemenang yang dipilih oleh penonton, ia berhak untuk mengikuti tur konser di beberapa kota di Jerman sepanjang bulan Desember 2019. Ia sendiri berencana akan mengambil studi di Ludwig-Maximilian-Universität München jurusan Publiztik und Kommunikationswissenschaft (Jurnalisme dan ilmu komunikasi) yang ke depannya juga bisa mendukung kariernya di dunia musik.

Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras dan dukungan orang-orang penting di belakangnya. Dari Claudia kita belajar bahwa bakat alami yang tidak diasah dan ditempa benar-benar, tentu akan menjadi sia-sia. Ketekunan, kerja keras, serta doa dan dukungan orang-orang bisa jadi selama ini yang menjadi pengantar kita menuju pintu kesuksesan tanpa kita sadari.

Selamat untuk Claudia Emmanuela Santoso yang sudah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional!



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi