AsmaraKu.com, Mendulang Cuan dari Barang Romantis

Sumber: Digital News Asia

Menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangan tidak hanya membangun komunikasi yang baik, tapi juga bisa dilakukan dengan membangun hubungan romantis dengan pasangan.

Membangun romantisme ini bisa melalui produk romantis yang sifatnya pribadi dan intim. Namun sayangnya produk-produk ini masih tabu bagi masyarakat kita untuk dibeli di ranah publik.

Hal tersebut juga pernah dirasakan oleh Grace Natalia, founder e-commerce AsmaraKu.com, ketika membelikan hadiah pernikahan untuk sahabatnya berupa alat kontrasepsi dan alat tes kehamilan.

Ada muncul perasaan risih melihat pandangan orang lain saat berbelanja di toko retail. Apalagi jika harus mengantre panjang di kasar untuk membayar.

Dari sana, muncul idenya untuk mendirikan toko online yang menjual aneka kebutuhan intim tersebut agar konsumen tidak perlu lagi merasa malu-malu untuk bisa membeli barang tersebut.

Berbekal pengalaman kerjanya di startup Rocket Internet Group dan Lazada Indonesia, ia mendirikan AsmaraKu.com dengan modal sekitar Rp 1 miliar pada Oktober 2014. Beberapa bulan kemudian, ia menggandeng William Tunggaldjaja sebagai co-founder yang fokus menangani IT.

Langkahnya untuk mendirikan usaha sendiri ini sempat membuat orang tuanya kaget. Lantaran ia yang lulusan kampus ternama di Amerika Serikat dan sudah memiliki karier mapan, memilih untuk berbisnis yang berbeda dari toko online kebanyakan.

Tapi tekad Grace saat itu sudah bulat. Ia sudah sejak lama ingin menjadi entrepreneur yang cepat, dinamis, dan penuh tantangan. Ranah e-commerce dipilihnya karena melihat adanya potensi dan celah pasar yang memungkinkan.

Melalui bisnisnya, ia juga ingin merubah mindset sebagian orang bahwa di toko online pembelian barang romantis bisa menjadi lebih informatif dan tidak perlu lagi merasa malu-malu kucing.

Awal-awal mendirikan AsmaraKu, produk yang dijualnya adalah kondom dan pelumas. Ia mendatangi sejumlah toko ritel modern dan mendata satu per satu produk yang akan dijual di platformnya. Barulah kemudian ia mendatangi principal produk untuk menjadi distributor.

Konsep online Asmaraku disambut antusias oleh para produsen, sebab pasar ini belum banyak pemainnya di ranah online. Sehingga tidak sulit bagi Grace untuk bisa mendapatkan pasokan produk dengan harga yang relatif terjangkau.

Ia juga pilih-pilih terhadap barang yang dijualnya. Ia hanya menjual produk yang telah terdaftar di BPOM dan Depkes untuk menjaga kualitas produk, serta menjadi distributor untuk beberapa produk impor. Ia juga menghadirkan produk, seperti kontrasepsi dan suplemen vitalitas, berdasarkan rekomendasi dokter terpercaya.

Tak hanya itu. AsmaraKu juga membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk menjual produk perawatan tubuh mereka di AsmaraKu agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Meskipun merambah segmen kesehatan dan kecantikan, tidak semua produk dijual di platformnya. Produk yang dijual benar-benar yang hanya menunjang romantisme dan meningkatkan hubungan percintaan, untuk tetap membedakan identitas brand AsmaraKu.com dengan e-commerce lain yang juga menjual produk kesehatan dan kecantikan.

Ada pula beberapa produk kebutuhan personal lain seperti pakaian dalam, produk kebersihan, tes kehamilan, tes penyakit menular seksual, tes kesuburan, hingga paket perjalanan bulan madu. Mereka juga berinovasi dengan menghadirkan beberapa bundel produk dengan tema yang dipersonalisasi, untuk menambah ragam pilihan bagi konsumen mereka.

Lalu bagaimana dengan privasi?

Sejak awal berdiri, untuk pengemasan barang, ia tidak pernah memberi branding dan menyertakan faktur pembelian. Produk juga dikemas dengan sangat rapi dan dibungkus tebal. Transaksi bank pun dicatat dengan nama resmi perusahaan dan faktur akan dikirim melalui email.

Untuk konsep online-to-offline, mereka juga bekerja sama dengan PopBox untuk menghadirkan loker-loker di tempat umum, seperti stasiun kereta api dan convenience store. Tentu saja, loker ini juga sangat privat yang hanya bisa dibuka dengan password yang dikirimkan ke nomor telepon pelanggan.

Bahkan bagi yang browsing di tempat umum, ada fitur “halaman privasi” demi menjaga privasi konsumen. Grace dan William sendiri sejak awal mendirikan Asmaraku, percaya bahwa kepercayaan pelanggan mereka kepada Asmaraku merupakan kunci penting bisnisnya bisa langgeng.

Urusan seks yang masih tabu dan akses pendidikan seks yang masih rendah di tengah-tengah masyarakat kita, juga membuat mereka menyadari bahwa konten edukatif di internet juga turut menjadi penyumbang kunjungan website dan pendapatan toko onlinenya.

Mereka menjalankan blog dan membuat video yang diunggah ke YouTube untuk mengedukasi informasi-informasi yang tabu ditanyakan, tapi dicari melalui pencarian internet. Beberapa ahli medis seperti dokter kandungan dan seksolog juga turut berkontribusi untuk konten-konten tersebut.

Menggarap pasar unik ini membuat konsumen AsmaraKu tidak datang dari Indonesia saja, tapi juga beberapa tempat seperti Singapura, Tiongkok, dan Timur Tengah yang membuatnya menyediakan kategori halal.

Tidak heran jika mereka boleh menyebut e-commerce AsmaraKu sebagai #1 romantic e-commerce di Indonesia karena hingga saat ini, AsmaraKu yang masih menjadi pemimpin unggul di industri ini. 2016 silam, mereka berhasil memperoleh pendanaan dari JWC Ventures dan IMJ untuk pengembangan bisnisnya. 

Setelah sukses menggarap AsmaraKu, tahun 2018 mereka berekspansi dengan meluncurkan sister brand Outerbloom, yang khusus menjual karangan bunga dan kue. Pelanggan mereka yang didominasi kaum Adam ini juga masih menganggap bahwa bunga, kue, dan cokelat merupakan barang romantis.

Berbisnis barang yang dianggap tabu di negara mayoritas muslim terbesar di dunia, tidak sedikit memunculkan hambatan bagi AsmaraKu. Misalnya seperti pesan pemasaran yang harus secara eksplisit menargetkan pasangan yang sudah menikah, bank yang tidak akan bermitra untuk diskon promosi, hingga Google yang menolak setiap kata kunti pemasaran (SEM) di mesin pencari mereka.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia akhrinya berinvestasi dalam konten blog mereka untuk pemasaran karena awalnya lalu lintas website berasal dari blog mereka. Lalu ia bekerja sama dengan Google Singapura untuk memecahkan masalah SEM tersebut, serta memastikan AsmaraKu adalah bisnis yang sah.

Tak kenal, maka tak sayang. Barang yang dijual Grace dan William boleh jadi dianggap aneh. Tapi siapa sangka, ia justru bisa merubah hal tersebut menjadi sesuatu yang bisa jadi peluang untuk mendulang cuan.

           

 

Sumber:

https://youngster.id/featured/grace-natalia-bisnis-romantis-yang-tak-tabu-lagi

https://id.techinasia.com/kisah-suskes-grace-natalia-asmaraku

https://id.techinasia.com/asmaraku-dan-produk-kesehatan-seksual?ref=related&pos=3

https://kr-asia.com/grace-natalia-of-asmaraku-on-breaking-traditions-women-in-tech

https://id.linkedin.com/in/grace-natalia-77b0061b

https://peluangusaha.kontan.co.id/news/menangguk-rezeki-dari-urusan-privasi



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi