Ahmad Sahroni: Jadi Crazy Rich Priok Bukan dari Hasil Ngepet

Sumber: Mobilmotor.com

Ahmad Sahroni. Warga Tanjung Priok mengenalnya sebagai Crazy Rich Priok dan juga anggota DPR RI. Tapi siapa sangka, jika ia sendiri bukan terlahir dari keluarga berada untuk bisa mencapai kesuksesannya sekarang.

Ia lahir di Tanjung Priok tahun 1977 silam dari keluarga sederhana yang berjualan nasi Padang di Pelabuhan Tanjung Priok. Orang tua kandungnya bercerai, lalu ibunya menikah lagi dan ia memiliki seorang adik lain ayah.

Kondisi ekonomi keluarga yang tidak berlebih membuat Roni tumbuh menjadi pribadi yang tidak neko-neko. Prinsipnya, ia tidak ingin menyusahkan orang tuanya. Maka dari itu sejak SMP ia sudah mulai mencari uang sendiri.

Berbagai pekerjaan serabutan pun dilakoninya. Mulai menjadi tukang semir sepatu dan menjadi ojek payung ketika musim hujan. Meski hasil yang didapat tidak seberapa banyak, ia bisa menggunakan uang tersebut untuk membeli buku tulis atau membayar tiket masuk kolam renang untuk menyalurkan hobi renangnya.

Lulus dari SMAN 114 Jakarta di tahun 1997, ia sadar tidak punya uang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, maka ia langsung mencari pekerjaan di pabrik atau di kantor, tapi selalu gagal.

Akhrinya, ia nekat menjadi sopir tembak di PT Millenium Inti Sentosa, sebuah perusahaan pengisi bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal, yang berada di dekat rumahnya di kawasan Tanjung Priok, meski hanya dikasih uang seikhlasnya setelah mengantar.

Suatu hari, ia pernah diusir oleh kerabat pemilik perusahaan karena sedang duduk-duduk di lobi kantor perusahaan saat cuaca di luar sangat panas. Meskipun menyakitkan, ia tidak menyimpan dendam. Justru menjadi penyemangat dirinya untuk tidak berpuas diri hanya menjadi supir.

Setelah beberapa tahun bekerja sebagai supir tembak, ia memutuskan untuk mencoba hal baru dengan bekerja di kapal pesiar Century dari Amerika Serikat sebagai pencuci piring. Selama tiga bulan di ikut berlayar ke berbagai negara secara gratis.

Puas berlayar, ia bekerja sebagai pelayan di restoran Atlanta di pecinan Jakarta. Menjadi pelayan ia merasa hidupnya tidak begitu berkembang. Hanya menjalankan rutinitas dan mendapatkan gaji di akhir bulan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akhirnya ia terpikir untuk kembali ke perusahaan lamanya dan menjadi supir kembali. Tapi kali ini ia tidak hanya mengantar sang bos, tetapi juga belajar dengan mengamati bagaimana bosnya mencari uang.

Saat menjadi supir bosnya, Roni kerap memperhatikan bagaimana perusahaan mencari konsumen, membeli bahan bakar, hingga mengisi BBM ke kapal. Bahkan ia juga tak segan untuk turun tangan mengangkat selang pengisian BBM yang bobotnya 75 kilogram.

Baca juga: Dynand Fariz, Sosok Dibalik Mendunianya Jember Fashion Carnival

        Andhika Sutoro Putra: Investasi Saham Tidak Perlu Nunggu Tua

Suatu ketika, Roni ditantang bos untuk menagih piutang perusahaan senilai Rp 1,7 miliar yang tidak tertagih selama tiga tahun. Padahal bosnya telah mengerahkan pengacara, debt collector, dan aparat untuk menagih piutang tersebut. Jika sukses, ia dijanjikan langsung diangkat menjadi karyawan tetap.

Ia pun merancang strategi. Pertama-tama, ia menemui satpam, kepala satpam, lalu staf keuangan, hingga berhasil diantar menemui direktur keuangan. Ternyata strateginya berhasil.

Dalam lima hari piutang tersebut terbayar tapi dipotong 25 persen untuk fee orang dalam. Sesuai yang dijanjikan sang bos, ia diangkat menjadi karyawan tetap dengan gaji Rp 265.000 dan uang makan Rp 6.000 per hari.

Keberhasilan pertamanya menagih piutang perusahaan membuat bosnya sangat memercayai Roni. Ia pun diberi tantangan-tantangan lain yang berhasil diselesaikannya dengan baik.

Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, dalam waktu singkat ia mendapat promosi jabatan dengan cepat. Dalam kurun waktu dua tahun sejak diangkat menjadi pegawai tetap, ia telah menduduki jabatan direktur di tahun 2003 karena berhasil menyelesaikan beberapa pekerjaan penting.

Ia tidak lupa melanjutkan pendidikannya yang tidak sempat dilanjutkannya karena keterbatasan biaya. Ia mengenyam bangku kuliah di tahun 2003 di STIE Pelita Bangsa Bekasi.

Setelah ilmunya cukup, di tahun 2004 Roni memutuskan untuk keluar dan mendirikan perusahaan BBM untuk kapal bersama beberapa temannya. Meski sudah tidak lagi bekerja di PT Millenium Inti Sentosa, beberapa klien besarnya tetap mencari Roni saat ingin membeli BBM kapal.

Modal nekat dan kepercayaan, ia benar-benar bekerja keras untuk mengelola dan mencari keuntungan dari bisnis tersebut. Baginya, ketika seseorang telah memercayakan dirinya untuk berbisnis, itu berarti sebuah amanah yang harus dipenuhi.

Hal tersebut diterapkan saat bertemu pengusaha kapal asal Cirebon yang langsung memintanya untuk memasok BBM senilai Rp 1,9 miliar yang akhirnya menjadi klien tetapnya.

Bisnisnya sendiri tidak luput dari penipuan. Keputusan bekerja sama dengan pengusaha terkenal membuatnya malah rugi Rp 550 juta, padahal ia hanya memiliki uang Rp 80 juta. Meski kepepet harus menandatangani surat utang tersebut, ia bekerja keras untuk mencari pesanan dan menambah jaringan relasi untuk memperbesar bisnisnya.

Dari kerja kerasnya tersebut, impiannya untuk mengoleksi super car menjadi kenyataan. Deretan mobil mewah dan limited edition ini nangkring di garasinya yang berada di gang di kawasan Tanjung Priok seperti Ferrari 430, Ferrari 458, Lamborghini Aventador, hingga Tesla Model X yang baru diluncurkan awal tahun ini.

Selain hobi mengoleksi mobil mewah, ia juga mengoleksi jam tangan mewah yang menurutnya bisa dijadikan investasi karena tidak tergerus oleh nilai pasar. Tidak hanya buang uang untuk membeli barang mewah tersebut, tapi juga harus bisa mencari celah cuannya.

Bendahara Partai Nasdem DKI Jakarta dan juga anggota DPR RI ini juga ditunjuk sebagai presiden FOCI (Ferrari Owner Club Indonesia) sejak tahun 2013.

Roni membuktikan, bahwa menjadi orang berduit tidak harus menunggu lahir dari keluarga kaya raya. Seperti kata Bill Gates, terlahir miskin, itu bukan salah kamu, tetapi mati dalam keadaan miskin sudah pasti salah kamu.

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Sahroni

http://jabar.tribunnews.com/2018/03/29/hotman-paris-dibuat-tak-percaya-ahmad-sahroni-bocorkan-rumus-kaya-seketika-mustahil-tapi-nyata?page=4

https://www.moneysmart.id/ahmad-sahroni-dulu-ojek-payung-sekarang-punya-ferrari/

https://www.jpnn.com/news/pernah-diusir-dari-loby-berkantor-di-bawah-pohon

http://www.dpr.go.id/anggota/detail/id/1392

https://money.kompas.com/read/2019/03/30/164642026/kisah-sukses-ahmad-sahroni-tak-gentar-kejar-mimpi

https://www.koranmu.com/2019/04/kunci-sukses-ahmad-sahroni-crazy-rich.html



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi