Tidak Perlu Beli Asuransi Jiwa Asal Memenuhi 7 Kriteria Ini

Sumber: rawpixels.com

Di era saat ini, asuransi bisa dibilang telah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar orang, terutama yang tinggal di perkotaan. Dari sekian banyaknya jenis asuransi yang ada di pasaran, asuransi jiwa cukup diminati oleh banyak orang.

Asuransi jiwa sendiri adalah sebuah produk asuransi yang tujuannya melindungi orang dari kerugian finansial tak terduga atau hilangnya pendapatan keluarga yang disebabkan kematian anggota keluarga yang biasanya menjadi sumber nafkah utama keluarga tersebut.

Asuransi jiwa bisa dibilang sebagai bentuk antisipasi bagi keluarga yang ditinggalkan, dimana membutuhkan dukungan finansial akibat kematian tersebut. Tentunya hal tersebut bisa mengakibatkan keluarga kehilangan pendapatan dan kesulitan ekonomi selama beberapa tahun ke depan.

Saat salah satu anggota keluarga meninggal, terutama sumber nafkah utama keluarga, bisa dipastikan kondisi keuangan keluarga akan tergoncang dan bisa berlangsung dalam waktu yang cukup panjang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejak awal bisa dilakukan dengan menggunakan asuransi jiwa.

Meskipun asuransi jiwa menawarkan keuntungan seperti yang telah disebutkan di atas, asuransi jiwa menjadi produk yang tidak harus dimiliki jika Anda telah memenuhi kondisi-kondisi tertentu.

Berikut ini adalah 7 tanda di mana Anda tidak perlu asuransi jiwa:

  1. Memiliki Aset Memadai

Fungsi utama asuransi jiwa adalah pengganti risiko keuangan bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Tapi apabila Anda memiliki aset memadai atau harta kekayaan yang lebih dari cukup, maka Anda tidak memerlukan asuransi jiwa. Contohnya, jika Anda memiliki deposito, properti, saham, atau bahkan uang tunai cukup besar yang minimal setara dengan biaya hidup keluarga Anda selama satu tahun.

 

  1. Memiliki Aset Likuid Memadai

Maksud aset likuid adalah aset yang mudah dan cepat dicairkan menjadi uang tunai. Misalnya emas, obligasi, reksadana, valuta asing (valas), dsb. Hal ini penting dimiliki agar Anda dapat menggunakan aset tersebut untuk mendapatkan uang saat keadaan darurat.

Jika tidak memiliki asuransi jiwa, sebaiknya Anda memiliki portofolio investasi dengan kombinasi aset likuid dan non likuid yang tepat.

 

  1. Anak Sudah Dewasa dan Mandiri

Ketentuan produk asuransi jiwa hanya memfasilitasi tanggungan anak yang berusia maksimal 23 tahun. Tentu tidak akan maksimal jika Anda membeli produk asuransi jiwa untuk jangka panjang apabila usia anak tertua telah mendekati batas maksimal usia pertanggungan asuransi jiwa.

Selain itu, anak yang telah menyelesaikan pendidikan dapat membantu keuangan keluarga dengan ikut bekerja dan dapat tetap hidup dengan penghasilan mereka sendiri.

 

  1. Tidak Memiliki Cicilan

Jika Anda tidak memiliki cicilan apapun, maka Anda tidak perlu memberli asuransi jiwa karena tidak perlu mewariskan utang apapun kepada anak ketika Anda tiada. Jika Anda masih memiliki utang, sebaiknya Anda memiliki produk asuransi jiwa untuk melindungi keuangan keluarga dari kerugian yang ditinggalkan.

 

  1. Memiliki Bisnis yang Dapat Diwariskan

Mewariskan bisnis kepada keluarga untuk menggantikan penghasilan yang mampu Anda dapatkan untuk menghidupi keluarga. Seperti adanya aset, memiliki aset berarti memberikan keluarga Anda cara mendapatkan sumber uang.

Jangan lupa untuk mempersiapkan pengalihan kepemilikan bisnis serta syarat yang dibutuhkan di mata hukum untuk menghindari perselisihan ahli waris Anda ke depannya bila Anda telah tiada.

 

  1. Memiliki Jaminan Masa Pensiun

Bila perusahaan Anda tempat bekerja masih memberlakukan jaminan masa pensiun, itu tandanya Anda tidak memerlukan asuransi jiwa karena jaminan masa pensiun dapat memproteksi seperti asuransi jiwa. Anda bisa mewariskan uang pertanggungan dari jaminan masa pensiun tersebut ke anak Anda nantinya.

 

  1. Punya Hunian Tetap

Meskipun rumah dan mobil bukanlah aset likuid, tapi rumah dan mobil penting untuk dimiliki dan diwariskan kepada keluarga.

Rumah sebagai tempat berlindung dan harganya yang hampir setiap tahun mengalami kenaikan tentu bisa menjadi bekal masa depan keluarga Anda yang ditinggalkan. Usahakan Anda tidak membebani keluarga dengan cicilan kredit hunian tersebut.

 

Sudah memenuhi kriteria di atas? Jika ya, sah-sah saja bila Anda memilih untuk tidak memiliki asuransi jiwa sebagai proteksi keluarga Anda. Anda tinggal memaksimalkan dan mengelola aset dengan baik agar bisa menjamin keluarga dan masa depan anak. Seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan jauh lebih baik daripada tidak.

 

 

 

Sumber:

https://www.finansialku.com/6-tanda-anda-tidak-perlu-asuransi-jiwa/

https://www.cermati.com/artikel/6-tanda-anda-tidak-perlu-beli-asuransi-jiwa

https://www.moneysmart.id/gak-orang-butuh-asuransi-jiwa-prioritaskan-kalau-kamu-punya-5-ciri/

https://id.wikipedia.org/wiki/Asuransi_jiwa

https://www.cermati.com/artikel/asuransi-jiwa-pengertian-dan-manfaat-yang-diberikan

https://finance.detik.com/moneter/d-4445932/pendapatan-premi-asuransi-jiwa-2018-rp-185-t-turun-5

×
logo-kenangan Download aplikasi