Serba-serbi Autopsi Mayat yang Ternyata Beda dari Adegan Film

Jika Anda menonton film bertema detektif, tidak jarang Anda akan disuguhkan adegan dokter dan ahli forensik menjalankan prosedur autopsi untuk memecahkan suatu misteri kejahatan. Terlihat seru dan sedikit menegangkan memang. Tapi sayangnya sebagian besar adegan yang ditampilkan masih tidak tepat dalam menggambar proses autopsi mayat yang sebenarnya.

Autopsi sendiri adalah pemeriksaan mayat untuk memastikan penyebab kematian, autopsi bisa dilakukan untuk mengetahui hasil pengobatan atau pembedahan yang telah dilakukan dan melihat tingkat keparahan penyakit yang diderita sebelumnya.

Autopsi sendiri hanya bisa dijalankan oleh dokter spesialis forensik. Setelah menjalani pendidikan kedokteran selama empat tahun, dokter akan mengambil pendidikan spesialis forensik selama tujuh semester. Mereka inilah yang mempelajari seluk belum kedokteran forensik untuk prosedur autopsi secara mendalam.

Kata “autopsi” sendiri diambil dari bahasa Yunani yang berarti ‘lihat dengan mata sendiri’. Dalam bahasa ilmiah, autopsi juga disebut sebagai pemeriksaan postmortem atau necropsy. Necropsy juga diambil dari bahasa Yunani yang artinya ‘melihat mayat’.

Kapan autopsi perlu dilakukan? Ada beberapa kondisi yang membutuhkan proses autopsi, sebagai berikut:

  • Kematian secara mendadak dan mencurigakan
  • Kematian yang diduga karena ulah orang lain
  • Korban pembunuhan, bunuh diri, atau korban kecelakaan tertentu
  • Kematian karena penyakit menular yang muncul sebagai efek cedera atau setelah prosedur operasi
  • Kematian di dalam sel tahanan
  • Bayi yang meninggal secara mendadak

Jenis autopsi yang dilakukan karena kondisi seperti yang telah disebutkan di atas untuk tujuan medis secara legal itu disebut dengan autopsi forensik. Sementara itu, ada pula prosedur autopsi untuk kepentingan riset dan pembelajaran yang disebut autopsi klinikal.

Keputusan untuk prosedur autopsi ini sendiri bergantung dari pihak dokter, keluarga, kepolisian, atau pihak lain yang terlibat dengan kejadian.

Umumnya, dalam prosedur autopsi mayat akan dilakukan pemeriksaan eksternal dan pemeriksaan internal.

Pada pemeriksaan eksternal, pemeriksaan tubuh mayat dilakukan secara utuh dari kondisi tubuh di bagian luar seperti:

  • memeriksa hal yang menempel pada pakaian atau tubuh jenazah
  • pemeriksaan ciri khas fisik seperti warna dan tipe rambut, gigi, warna mata, jenis kelamin
  • membuka pakaian jenazah untuk melihat partikel yang mungkin terdapat pada tubuh jenazah
  • pemeriksaan rontgen tulang untuk melihat kondisi tulang, lokasi peluru jika karena luka tembak
  • pemeriksaan menggunakan sinar ultraviolet untuk deteksi sisa bahan mencurigakan yang mungkin masih menempel di tubuh
  • pengambilan sampel rambut dan kuku untuk pemeriksaan DNA

Pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan internal akan dilakukan dengan membedah tubuh jenazah jika diperlukan. Pembedahan dilakukan mulai dari area dada, perut, pinggul atau perut bawah, hingga otak. Tidak banyak darah yang mengalir selama prosedur pembedahan berlangsung. Hal ini dikarenakan jantung sudah tidak memompa darah lagi pada jenazah.

Organ dalam tubuh, terutama otak, biasanya perlu direndam di dalam formalin selama beberapa hari atau minggu agar organ menjadi lebih padat dan mudah diiris lebih presisi. Disamping organ, pemeriksaan urin, darah, atau cairan mata dapat dilakukan, tergantung dari tujuan autopsi. Maka dari itu, prosedur autopsi bisa memakan waktu hingga satu bulan lamanya karena membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Dokter forensik yang memeriksa akan mencatat dan merekam apa yang terlihat pada tubuh jenazah, sekaligus membuat catatan suara.

Usai autopsi selesai dilakukan, organ tubuh bisa diletakkan kembali di dalam tubuh jenazah dan dijahit, kecuali organ yang memang sengaja diawetkan untuk pemeriksaan lanjutan.

Jenazah dapat dikuburkan atau dikremasi sesuai dengan permintaan keluarga. Nantinya laporan hasil autopsi akan diberikan kepada tim dokter atau pihak berwajib seperti kepolisian yang sedang menyelidiki suatu kasus.

             

×
logo-kenangan Download aplikasi