Mitos Atau Fakta: Mati Suri

Sumber: Scoopnest

Beberapa hari lalu, heboh berita pria bernama Robi Anjal di Sampang yang dikabarkan hidup lagi setelah pura-pura mati. Ia yang tiba-tiba bangun dan terjatuh dari ranjang ambulans akhirnya dilaporkan ke polisi oleh warga Sampang.

Walaupun dia cuma pura-pura mati, sebenarnya ada banyak kasus orang mati yang kemudian hidup lagi, dan selalu menghebohkan tentu saja. Biasanya masyarakat sering menyebutnya dengan istilah mati suri.

Mengutip dari berbagai sumber, mati suri adalah fenomena saat seseorang dinyatakan meninggal lalu hidup kembali. Biasanya pada beberapa kasus, seseorang dinyatakan meninggal dunia karena sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Petugas medis pun sudah berupaya untuk mengembalikan nyawanya tetapi tidak dapat ditolong lagi. Secara ajaib, setelah beberapa jam, orang tersebut bangkit seperti tidak ada yang terjadi.

Pada keadaan seseorang mati suri, tanda-tanda seorang meninggal dunia pun terlihat seperti nadi tidak berdenyut, jantung tidak berdetak, berhenti bernapas, suhu tubuh menurun, hingga otot wajah lemas dan pucat.

Lalu bagaimana sains menjelaskan fenomena mati suri?

Dalam dunia kedokteran, para ahli medis biasa menyebutnya dengan istilah Near Death Experience, dimana seseorang sebetulnya belum mati tapi sudah hampir mendekati ambang kematian.

Memang belum ada yang bisa menjelaskan secara gamblang proses ini. Namun pada orang mati suri, kemungkinan belum mati batang otak, tetapi hanya henti jantung. Peredaran darah juga kemungkinan besar berhenti tapi otaknya masih berfungsi.

Aktivitas sel-sel tubuh dan organnya pun sebenarnya masih ada, tapi sangat minimal sehingga secara kasat mata terlihat seperti sudah mati. Aktivitas batang otak dalam kondisi mati suri sendiri bisa diamati dengan Electroencephalography (EEG), dimana jika grafik EEF sudah datar artinya sudah tidak ada aktivitas lagi di batang otak.

Sementara itu dari sisi psikologis, mati suri berhubungan dengan otak dan biasanya identik dengan titik balik seseorang. Ketika mati suri, memori psikologis seseorang seperti disetel ulang menjadi nol lagi sehingga mengalami rekonstruksi ulang dari kepribadian seseorang.

Tidak heran jika biasanya orang yang pernah mati suri akan mengalami perubahan perilaku, kepribadian, dan spiritual yang lebih baik karena melewati tahap yang mana ia menghadapi situasi di alam lain dan menerima hukuman dari apa yang dilakukannya selama ini.

Dalam agama Islam sendiri, fenomena mati suri bisa dijelaskan secara rasional. Menurut Hadits Qudsi, kematian diartikan sebagai pintu yang menghubungkan antara dunia dan akhirat. Sementara kehidupan adalah bergabungnya antara roh dan tubuh atau jasad.

Orang yang mengalami mati suri sebetulnya tidak mati karena tidak melewati pintu tersebut, melainkan hanya mendekati pintu kematian yang terbuka sehingga bisa melihat aura dari alam kubur.

Mati suri hampir sama dengan tidur, yaitu ketika satu ujung tali roh masih terikat di tubuh atau jasad manusia. Pada saat tidur, salah satu ujung tali roh terlepas dari tubuh sehingga memungkinkannya melayang-layang atau disebut sebagai mimpi.

Karena ikatan roh dan tubuh terlepas sebagian, orang yang mati suri bisa merasakan pengalaman seperti di dunia lain, terbang bebas, melihat terowongan, bahkan terasa seperti merasakan siksa kubur, yang tidak lain adalah mendekati pintu kematian.

Jadi, menurut Anda, apakah mati suri itu sekedar mitos atau memang fakta?

           

×
logo-kenangan Download aplikasi