Karangan Bunga di Indonesia dari Masa ke Masa

Sumber: Nasional Tempo.co

Karangan bunga bukanlah hal yang tidak lazim ditemui di berbagai tempat maupun situasi. Anda bisa menemukan karangan bunga di rumah duka, saat peresmian atau pembukaan cabang suatu perusahaan, ketika suatu perusahaan besar melangsungkan suatu acara, ataupun saat pernikahan.

Karangan bunga sendiri bentuknya bermacam-macam, mulai dari format segi empat, bundar, hingga oval. Ukurannya juga bervariasi. Mulai dari 21, 21.5, 21.8, 22, hingga 25 meter. Semakin besar karangan bunga, semakin mahal pula harganya.

Material yang digunakan umumnya adalah bambu sebagai rangka dan stereoform sebagai media penyusunan bunga. Untuk menciptakan tulisan pesan bisa menggunakan material dari spon atau suyok, dan beberapa cat warna yang berguna untuk menghias karangan bunga tersebut.

Bunga yang sering dipilih untuk hiasan biasanya adalah bunga anggrek, aster, gerbera, krisan, mawar, dan lain-lain. Tidak jarang ditambahkan daun andong atau daun pakis sebagai pelengkap hiasan.

Lalu sebenarnya bagaimana sejarah tradisi memberi karangan bunga di Indonesia?

Di tahun 1970-an, bunga papan dikenal dengan istilah steekwerk yang berasal dari bahasa Belanda, yang berarti pekerjaan menyulam bunga di atas sebuah media.

Di masa itu, para pedagang bunga menyebut steekwerk hanya untuk bunga papan. Sedangkan bunga meja atau buket bunga lebih sering disebut rangkaian bunga.

Bunga papan di era itu sendiri dibuat dari gulungan tanaman rambat di kebun kosong yang saat itu masih banyak tersedia di Jakarta. Gulungan tersebut dirapatkan dan dipadatkan, lalu diletakkan di atas kayu tiga kaso atau bambu besar, yang kemudian dibentuk menjadi sebuah papan besar seperti layar.

Untuk menutupi gulungan pohon rambat, digunakan kain sesuai ukuran bambu. Kemudian disulam dengan bunga suyok (bunga tahi kotok) kuning yang membentuk tulisan ucapan seperti "selamat berbahagia atau selamat dan sukses."

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, lahan-lahan kosong di Jakarta semakin menipis karena maraknya pembangunan gedung atau area pemukiman. Untuk mengatasi hal tersebut, maka para pedagang bunga mulai beralih menggunakan stereoform untuk media dan juga material tulisan pesan yang lebih mudah didapat. 

Karangan bunga atau bunga papan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai media untuk menyampaikan ucapan tertentu. Tetapi juga dijadikan sebagai perangkat promosi dari perusahaan atau lembaga tertentu, yang terkadang diselipkan kalimat bernada promosi.

Hanya saja, karangan bunga yang dikirimkan untuk ucapan dukacita yang biasanya dibuat dalam format sederhana dan menggunakan bunga yang merupakan simbol dukacita, seperti bunga aster atau anggrek.

Walaupun di era media sosial seperti ini, penjualan karangan bunga tetap laris manis karena sebagian besar orang masih menganggap bahwa mengirimkan karangan bunga adalah bentuk perhatian dan ucapan khusus dari pengirim kepada penerimanya.

Namun sayangnya, kelemahan dari karangan bunga ini adalah tidak bisa disimpan karena ukurannya yang cukup besar dan bisa memakan tempat. Selain itu, apabila terlalu banyak karangan bunga yang diterima, seringkali penerima tidak bisa melihat semua karangan bunga yang dikirimkan karena tertumpuk satu sama lain.

Maka dari itu, agar karangan bunga tidak terbuang sia-sia, Anda bisa memanfaatkan fitur di Kenangan.com dengan memberikan ungkapan belasungkawa berupa bunga dan lilin di berita duka yang Anda tuju.

×
logo-kenangan Download aplikasi