Ingin Senantiasa Bahagia? Pelajari 4 Hormon Pemicu Datangnya Kebahagiaanmu

Sumber: unsplash

Dalam sehari sangat mungkin kita merasakan berbagai perasaan dan emosi. Entah itu senang, sedih, marah, atau kecewa. Perasaan ini sendiri tidak datang begitu saja karena dipengaruhi oleh reaksi kimia yang bertanggung jawab terhadap perasaan positif atau negatif di dalam diri kita.

Di tengah meningkatnya isu mental illness atau penyakit kejiwaan saat ini, memahami cara untuk menjadi bahagia itu sangat perlu diketahui oleh semua orang.

Wajar kita tidak setiap saat merasa bahagia karena hidup itu tidak selalu dalam kondisi menyenangkan. Tapi kita perlu mengenali 4 hormon pemicu bahagia dalam tubuh dan bagaimana cara kerjanya agar dapat selalu bekerja dengan baik.

  1. Dopamin

Hormon ini mampu memotivasi untuk bertindak mencapai tujuan, mewujudkan keinginan, memenuhi kebutuhan, dan akan bergembira ketika semua telah tercapai. Hormon ini sifatnya tidak mudah bertahan lama, karena semangat seseorang mudah naik turun.

Ketika kadar dopamin rendah, sikap yang muncul bisa seperti penundaan, keraguan, dan kurangnya antusiasme untuk melakukan suatu pekerjaan.

Bagaimana caranya meningkatkan kadar dopamin dalam tubuh?

Anda bisa mulai menetapkan tujuan secara sederhana dan berusaha memenuhi target tersebut. Contohnya membaca satu buku dalam satu hari, membereskan tempat tidur setiap pagi, atau mencuci piring setelah makan.

Anda juga bisa mencari suatu hal baru, membuat daftar kegiatan harian, mendengarkan musik menyenangkan, tidur cukup, sering berolahraga, tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan manis, atau membuat suatu prakarya.

Beberapa makanan yang mengandung tirosin diyakini dapat membantu meningkatkan hormon dopamin, antara lain kacang almond, alpukat, pisang, daging sapi, ayam, cokelat, kopi, semangka, yoghurt, dan telur.

 

  1. Serotonin

Hormon serotonin ini sifatnya berkebalikan dengan dopamin, yakni cukup tahan lama untuk bertahan di dalam tubuh seseorang. Kadar hormon serotonin mampu memberikan rasa nyaman dan senang, juga sebagai anti-depresan.

Efek dari kurangnya hormon serotonin adalah gangguan tidur, rendahnya gairah seksual, merasa kesepian, atau bahkan menarik diri dari lingkungan sosial.

Untuk meningkatkan kadar hormon serotonin, Anda bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan sekaligus menenangkan. Seperti makan siang di luar, minum kopi, berjemur di bawah matahari, berolahraga, pijat, melakukan aktivitas sosial, atau bisa juga melakukan aktivitas spiritual untuk mendapatkan rasa tenang dan tentram.

Makanan yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan serotonin adalah telur, keju, nanas, tahu, salmon, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

 

  1. Endorfin

Bisa dibilang hormon ini adalah “Big Daddy of Happiness”, yang mana jika ada di dalam kadar normal maka mampu menimbulkan perasaan senang dan nyaman hingga membuat seseorang berenergi dan merangsang timbulnya zat imunitas. Bahkan endorfin sendiri bisa dibilang bekerja 200 kali lebih kuat daripada morfin.

Untuk meningkatkan endorfin dalam tubuh, Anda bisa mengonsumsi cokelat, makanan favorit, olahraga, mendengarkan musik, mencoba pijat atau akupuntur, berhubungan intim, ikut kelas olahraga atau kegiatan yang Anda inginkan.

 

  1. Oksitosin

Hormon ini selalu dikaitkan bagi yang sedang kasmaran. Hal ini tidak salah karena hormon ini berhubungan dengan relasi dan cinta, yang mampu memengaruhi fisik dan psikologis manusia. Seseorang yang kekurangan oktisosin biasanya merasa posesif atau cemburu.

Untuk meningkatkan oktosin, bisa dilakukan dengan hewan kesayangan, mandi air hangat untuk mendapatkan efek relaks, menonton film, pijat, mengobrol dengan orang terdekat, atau mendengarkan musik.

Jika Anda memiliki pasangan, tidak ada salahnya untuk mencoba berkirim pesan, mengobrol, memijat pasangan, tidur sambil berpelukan, dan memulai hari dengan bercinta. Bercinta di pagi hari konon katanya mampu meningkatkan oksitosin yang bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik dan rasa mencintai tumbuh sepanjang hari.

 

×
logo-kenangan Download aplikasi