Gangguan Mood Musiman Itu Bernama Seasonal Affective Disorder

Sumber: Unsplash

Pertengahan Desember 2017 silam, dunia K-pop dikejutkan oleh berita kematian salah satu idola legendaris, Jonghyun SHINEE, yang diduga karena bunuh diri dengan menghirup briket yang mengandung gas karbonmonoksida. Diketahui, Jonghyun sendiri sejak lama telah mengidap seasonal affective disorder (gangguan afektif musiman) atau disingkat SAD.

Seasonal affective disorder sendiri adalah gangguan suasana hati dimana seseorang mengalami penurunan mood, yang diikuti kurangnya energi dan minat pada hal yang biasanya disukai. Namun, kondisi depresi ini hanya dialami pada musim-musim tertentu saja.

Gangguan ini umumnya dialami oleh orang-orang yang tinggal di negara empat musim, yang seringkali muncul pada akhir musim gugur atau awal musim dingin. Gejala ini akan hilang ketika hari menjadi lebih cerah di musim semi dan musim panas.

Beberapa orang memiliki pola berlawanan dan bisa mengalami depresi selama musim semi atau panas. Gangguan yang timbul munculnya bisa ringan dan semakin parah sepanjang musim berlangsung. Apalagi jika ditambah banyak pemicu depresi lainnya.

Meskipun lebih sering terjadi pada orang-orang yang tinggal di negara empat musim, bukan tidak mungkin orang-orang yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia ini luput dari gangguan ini.

Siapa saja yang rentan terkena depresi ini? Remaja dan perempuan adalah kelompok individu yang paling sering mengalami kondisi depresi ini. Hal ini disebabkan oleh perubahan kadar hormon serotonin, hormon yang memengaruhi suasana hati, yang dipengaruhi oleh menopause dan PMS.

Terdapat dua tipe SAD, yakni (1) Winter Blues yang terjadi ketika musim dingin atau musim hujan yang dibuktikan ketika Anda tiba-tiba merasa galau dan sedih ketika salju atau hujan turun; (2) Summer SAD yang terjadi ketika seseorang terlalu banyak terkena paparan sinar matahari yang bisa membuat seseorang terkena insomnia.

Penyebab SAD sendiri secara spesifik belum diketahui. Namun ada beberapa faktor tertentu yang diperkirakan ikut memengaruhi, antara lain jam biologis akibat kurangnya pancaran sinar matahari di musim gugur dan musim dingin yang dapat mengganggu jam internal tubuh, meningkatnya hormon melatoni yang bergungsi untuk membuat kita tertidur dan bisa menyebabkan gejala depresi, serta menurunnya serotonin.

Berikut adalah gejala depresi dari SAD:

  • Merasa lelah dan kurang energi
  • Mudah sensitif
  • Mudah marah
  • Memiliki pemikiran untuk bunuh diri
  • Sulit berkonsentrasi
  • Insomnia pada Summer SAD
  • Hipersomnia (terlalu banyak tidur) pada winter blues
  • Perubahan nafsu makan
  • Merasa gelisah atau cemas

Seasonal Affective Disorder ini sendiri dapat didiagnosis setelah wawancara media oleh psikolog atau psikiater, serta pemeriksaan fisik secara langsung. Untuk menangani masalah ini, nantinya akan dilakukan konseling dan terapi dengan ahli kesehatan mental.

Terapi yang biasa diterapkan pada kondisi ini adalah terapi cahaya yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan mental. Biasanya seseorang akan mendapatkan paparan cahaya yang mereplikasi sinar matahari setiap harinya selama kurang lebih 30 menit.

Selain itu, konsumsi anti depresan juga bisa diberikan untuk membantu mengurangi gejala SAD tersebut. Diet sehat yang mencakup protein, buah, dan sayuran dalam jumlah cukup, berolahraga rutin, dan mendapatkan waktu dan kualitas tidur yang baik juga dapat membantu mengurangi gejala.

Latihan relaksasi juga dapat dilakukan untuk pengendalian diri, serta menghirup udara segar dengan berjalan-jalan di taman atau luar ruangan juga bisa memberikan efek menenangkan bagi diri sendiri.

 

 

Sumber:

https://glitzmedia.co/post/wellness/health-body/seasonal-affective-disorder-sad-musim-sebagai-pemicu-depresi

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3619838/mengenal-seasonal-affective-disorder-lebih-dekat

https://journal.sociolla.com/lifestyle/fakta-seasonal-affective-disorder/

https://health.detik.com/penyakit/d-1688566/seasonal-affective-disorder-gangguan-mood-yang-musiman

https://sains.kompas.com/read/2017/12/19/200300223/mengenal-seasonal-affective-disorder-yang-dialami-jonghyun-shinee?page=al

×
logo-kenangan Download aplikasi