Cara Memperlakukan Orang Terdekat dengan Gangguan Mental

Sumber: unsplash

Penyakit kejiwaan atau gangguan mental sendiri adalah perilaku yang umumnya muncul karena adanya kelainan mental yang bukan bagian dari perkembangan normal manusia. Biasanya, penyakit ini menyerang perasaan dan pikiran seseorang, yang dapat mempengaruhi seluruh bagian tubuh.

Penyakit kejiwaan atau gangguan mental masih dianggap sebagai penyakit yang tabu untuk dibicarakan ditengah-tengah masyarakat kita. Masih dianggap remeh sehingga tidak banyak orang tahu bagaimana cara memperlakukan orang yang sedang menderita penyakit ini dengan benar. Akibatnya, penderitanya menjadi lebih terpuruk karena tidak ada seorang pun yang memahami mereka.

Seringkali orang yang memiliki penyakit kejiwaan juga memiliki stigma negatif. Seperti dianggap tidak menyandarkan hidupnya pada agama, sehingga jiwanya lemah karena tidak punya iman kepada Tuhan atau kena kutukan.

Padahal, penyakit kejiwaan bisa menyerang siapa saja, baik orang yang percaya Tuhan maupun tidak percaya Tuhan selama hidupnya. Baik orang yang menganut keyakinan tertentu, atau yang tidak menganut keyakinan tertentu. Orang yang taat beribadah pun tidak serta merta terhindar 100% dari penyakit kejiwaan. Penyakit kejiwaan pun bukan kutukan.

Penyakit ini sendiri ada banyak sekali macamnya. Ada depresi, bipolar disorder, skizofrenia, gangguan kecemasan, gangguan pasca trauma (post traumatic stress disorder/PTSD), dan masih banyak lagi.

Lalu, bagaimana cara kita menghadapi dan memperlakukan orang terdekat Anda yang memiliki penyakit kejiwaan?

  1. Memahami Gejalanya

Orang terdekatnya harus memahami gejala-gejala yang dialami oleh penderita penyakit kejiwaan, seperti ketidakmampuan untuk bersosialisasi, masalah ingatan, gangguan pola makan, kurang peduli kebersihan, gangguan pada aktivitas sehari-hari, dan kemungkinan adanya rasa ingin bunuh diri.

 

  1. Hargai dan Pahami

Salah satu hal yang sangat dibutuhkan orang yang mengalami penyakit kejiwaan adalah didengar. Sayangnya, tidak semua orang mampu memahami hal tersebut. Padahal, ketika dihargai dan didengar, pikiran dan perasaan mereka akan lebih mudah membaik.

 

  1. Perhatikan Ucapan Anda

Memberikan respon positif pada orang terdekat Anda yang sedang memiliki penyakit kejiwaan bisa dengan memberikan dukungan Anda atau berbicara dengan cara yang sama seperti yang Anda lakukan sebelumnya. Tujuannya agar mereka tidak merasa Anda berubah dan menjaga hubungan yang stabil

 

  1. Carilah Bantuan Medis

Jika Anda merasa penyakitnya cukup parah, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan dengan membawa berobat ke psikolog atau psikiater (dokter ahli kejiwaan). Mencari bantuan profesional tentu bisa meminimalisir kondiri yang semakin parah dan mendapat perawatan yang lebih baik.

 

  1. Menerima Kondisi

Penerimaan kondisi orang-orang terdekat tentunya agar tidak menambah beban penyakit kejiwaan yang sudah diderita. Dengan menunjukkan penerimaan kondiri, hal tersebut juga bisa meminimalisir hal-hal di luar dugaan yang bisa saja dilakukan oleh penderita.

 

Pada intinya, meluangkan waktu untuk memahami apa yang mereka pikirkan dan rasakan, juga dengan memberikan kasih sayang dan dukungan agar mereka merasa aman dan tidak sendirian dalam berjuang melawan penyakitnya. Hal-hal tersebut yang sangat membantu proses pemulihan lebih cepat.

“I wish that people could understand that the brain is the most important organ in your body. Just because you can’t see (a mental health issue) like you could see a broken bone, doesn’t mean it’s not as detrimental and devasting to a family or an individual” –Demi Lovato

Terjemahan: “Saya berharap orang-orang dapat mengerti bahwa otak adalah organ paling penting di dalam tubuh Anda. Hanya karena kamu tidak dapat melihat (masalah kesehatan mental) seperti Anda bisa melihat sebuah tulang yang patah, bukan berarti itu tidak merusak dan menghancurkan keluarga atau individu.”

 

 

×
logo-kenangan Download aplikasi