Berapa Idealnya dalam Memberi Uang Duka?

Sumber: Josh Appel (unsplash.com)

Selain memberikan hadiah untuk teman, tetangga, atau rekan kerja yang sedang berdukacita, alternatif lain yang biasanya dilakukan sebagian orang adalah ikut sumbangan dengan memberikan sejumlah nominal uang. Memang tidak ada patokan minimal dan maksimal khusus dalam memberikan sumbangan. Tapi kita bisa memulai dengan menyisihkan pendapatan kita ke dalam pos khusus yang memang dialokasikan untuk kegiatan sosial seperti ini.

Kegiatan sosial sendiri tidak hanya meliputi uang dukacita saja, tapi bisa juga untuk angpao pernikahan, kado, sumbangan untuk donasi ke suatu yayasan atau seseorang tertentu, dan sebagainya. Apa efeknya jika kita tidak punya pos khusus untuk pengeluaran dana sosial ini? Ya, tentu saja ketidakteraturan dalam disiplin anggaran.

Sejumlah pakar perencana keuangan seringkali menggunakan jumlah acuan normal sebagai berikut;

Sumbangan duka: Rp 50.000 – Rp 200.000

Angpao pernikahan: Rp 200.000 – Rp 400.000

Kado: Rp 50.000 – Rp 20.000

Nominal di atas tentu saja sangat fleksibel karena tergantung pada kondisi keuangan Anda masing-masing dan bagaimana kedekatan Anda dengan pihak yang diberikan. Tapi acuan angka tersebut dapat digunakan sebagai jumlah minimal.

Alokasi pengeluaran ini sendiri harus diambil dari Pos Pengeluaran Sosial atau Pos Dana Sosial. Dari pendapatan bulanan yang kita terima, usahakan untuk rutin mengalokasikan sebesar 2,5 – 5 persen untuk pos sosial ini. Anda bisa membuat rekening khusus berupa tabungan untuk pos sosial sehingga memudahkan Anda untuk menarik dana. Selain itu, jika memungkinkan akan lebih baik lagi jika Anda memanfaatkan fitur autodebet agar dana yang sudah dialokasikan langsung tersisihkan.

Disiplin dalam anggaran keuangan itu penting, lho! Jangan sampai niat hati Anda ingin dermawan tapi malah justru malah mengganggu pos keuangan lain seperti dana darurat atau dana pendidikan si kecil. Selamat mencoba!

 

×
logo-kenangan Download aplikasi