7 Tipe Cinta Menurut Filsuf Yunani. Anda Termasuk yang Mana?

Sumber: unsplash

Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini

Bukan karna kuat dan hebatku

Semua karena cinta, semua karena cinta

Tak mampu diriku dapat berdiri tegar, terima kasih cinta

Lirik lagu diatas yang berjudul Karena Cinta dulu pernah dipopulerkan oleh Joy Tobing di tahun 2004. Lirik tersebut bermakna bahwa dalam setiap hidup ini kita pasti akan menemui kesulitan, konflik, maupun perselisihan.

Tapi mengapa ada orang yang bisa tetap bertahan? Ya, semua karena cinta. Cinta ibarat pelumas kendaraan yang menjadi salah satu komponen penting untuk bisa membangun suatu hubungan yang lebih sehat. Cinta seperti dua mata uang berbeda, bisa membuat seseorang lebih baik atau malah menjerumuskan ke hal negatif.

Cinta sendiri ternyata ada beragam jenisnya. Sebab, setiap individu memberi dan menerima cinta secara berbeda. Sehingga perlu dipahami bahwa ada berbagai tipe cinta yang diklasifikan oleh filsus Yunani kuno, yakni Plato dan Aristoteles, seperti uraian berikut ini:

  1. Agape: Cinta Tak Bersyarat

Agape adalah tipe cinta yang sukarela, tanpa pamrih, dan tanpa syarat ketentuan. Sebagian orang menggambarkan agape sebagai tipe cinta spiritual, seperti cinta Tuhan kepada semua manusia secara universal. Cinta ini tidak bergantung pada keakraban.

Filsuf Yunani berpikir bahwa tipe cinta ini sebenarnya cukup radikal, karena hanya sedikit orang yang mampu merasakan dalam jangka panjang. Agape bisa dibilang sebagai tipe cinta tertinggi yang diberikan tanpa ada keinginan, harapan, atau penilaian.

  1. Eros: Cinta Erotis

Eros diambil dari nama dewa cinta Yunani. Oleh sebab itu dikaitkan dengan cinta romantis, bergairah, dan fisik yang meliputi sensasi gairah dan hasrat seksual. Eros termasuk tipe cinta yang cukup menakutkan karena bisa mengakibatkan hilangnya kontrol diri sendiri.

  1. Philia: Cinta Penuh Kasih

Tipe cinta yang satu ini adalah kasih sayang, seperti tipe cinta yang Anda rasakan pada teman-teman atau orang-orang terdekat Anda. Beberapa orang menganggap cinta tipe ini lebih baik daripada eros karena mewakili conta antara orang yang menganggap dirinya setara.

Aristoteles sendiri percaya bahwa seseorang bisa berkasih sayang kepada orang lain karena tiga alasan: karena ia berguna, menyenangkan, atau baik yang dirasa cukup masuk akal. Hubungan yang baik tidak hanya saling menguntungkan, tapi juga diperkuat dengan persahabatan, ketergantungan, dan kepercayaan satu sama lain.

  1. Philautia: Cinta Diri Sendiri

Sering mendengar nasihat bahwa kita harus mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain?

Hal tersebut tidak salah, sebab mencintai diri sendiri adalah fondasi untuk bisa mencintai orang lain. dengan mencintai dan menerima diri sendiri seutuhnya, kita akan lebih mudah untuk memberikan cinta yang sama banyaknya kepada orang lain. Dengan mencintai diri sendiri, kita berarti sudah berusaha meningkatkan kepercayaan diri kita sendiri.

Namun, terlalu mencintai diri sendiri juga tidak baik karena bisa menjadikan munculnya sifat narsisme, dimana seseorang menjadi narsis, egois, dan hanya mementingkan diri mereka sendiri. Tentu hal tersebut menyebalkan, malah justru akan menyulitkan untuk bersosialisasi dengan orang lain.

  1. Storge: Cinta Keluarga

Cinta keluarga bisa pula diartikan sebagai cinta yang akrab dan sangat dekat, seperti cinta yang dicurahkan antara orang tua dan anak.

Tipe cinta ini sama seperti philia yang tidak ada ketertarikan fisik atau seksual. Tapi ada ikatan kekeluargaan dan keakraban di antara orang-orang dan tidak bergantung pada kualitas pribadi seseorang.

  1. Pragma: Cinta Abadi

Pragma sebagai cinta abadi adalah kebalikan dari eros yang merupakan cinta erotis. Cinta tipe eros akan cenderung cepat pudar karena gairah dan intensitasnya yang hanya beberapa saat dalam waktu tertentu. Sementara pragma, adalah cinta yang matang dan berkembang untuk jangka waktu yang lama.

Bagaimana untuk mendapatkan tipe cinta ini? Dibutuhkan pasangan yang mau berkompromi dan berusaha untuk berbahagia satu sama lain. Karena cinta tipe ini adalah cinta yang tulus tanpa ada perasaan gairah seperti eros.

  1. Ludus: Cinta yang Menyenangkan

Cinta yang menyenangkan dan tidak terikat adalah tipe cinta Ludus. Hal ini melibatkan kegiatan seperti menggoda dan merayu, dan berfokus pada kesenangan.

Ludus digambarkan pada awal fase jatuh cinta yang diwarnai perasaan tergila-gila pada pasangan. Ada sensasi kupu-kupu di perut dan perasaan tidak bisa hidup tanpa orang yang dicintai. Cinta tipe ini membuat individu gembira dan bersemangat.

Ludus paling cocok jika dikombinasikan dengan tipe cinta philia yang merupakan cinta kasih, serta bekerja maksimal saat kedua belah pihak sudah matang dan mandiri.

 

Jadi, Anda termasuk menerima dan memberi tipe cinta yang mana kepada orang-orang terdekat Anda?

 

               

×
logo-kenangan Download aplikasi