7 Kalimat Sederhana yang Mampu Menguatkan Orang yang Sedang Bersedih atau Berduka

Sumber: Anthony Tran (unsplash)

Dalam satu hari, seseorang sangat mungkin mengalami berbagai emosi. Ketika seseorang tiba-tiba dilanda kesedihan dan duka yang mendalam karena ditinggal oleh orang tercinta untuk selamanya, akan ada banyak hal yang terjadi di dalam dirinya. Sedih, kehilangan, lelah, putus asa, dan segala macam emosi bisa bercampur aduk menjadi satu yang bahkan ia sendiri mungkin tidak mengerti apa yang dirasakannya.

Di situasi seperti itu, orang-orang terdekat datang untuk menunjukkan empati dan dukungan agar mampu melewati masa-masa sulit. Tapi tidak jarang, ucapan-ucapan yang terlontar mungkin tujuannya menguatkan dan mendukung, malah justru terdengar menyebalkan.

Orang-orang yang sedang bersedih atau berduka sendiri lebih berharap memiliki seseorang yang mau menemani mereka di masa sulit. Tidak butuh banyak untaian kata, justru beberapa kalimat sederhana ini lebih ingin didengar oleh mereka yang berduka:

  1. “Kamu tidak pernah sendirian”

Ketika rentetan musibah dalam hidup melanda, kita tentu merasa benar-benar sendiri. Sendirian menghadapi hidup yang ternyata amat keras dan penuh cobaan. Apalagi jika kita sendiri tidak ada tempat bersandar untuk sekedar berkeluh kesah. Kalimat pendek itu bisa menjadi pengingat bahwa kita sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri di dunia ini.

 

  1. “Tidak ada yang abadi, termasuk perasaan sedihmu.”

Terkadang kita lupa jika di dunia ini sebenarnya tidak ada yang abadi, termasuk emosi dan perasaan negatif, seperti perasaan sedih yang sedang dirasakan. Perasaan seperti musim yang silih berganti, tidak akan bertahan selamanya di satu titik tapi akan terus berganti dengan yang lain. Perlu diingat jika badai itu pasti berlalu.

 

  1. “Tidak perlu terburu-buru untuk harus lebih baik saat ini juga.”

Kita tumbuh dengan nasihat bahwa orang dewasa, terutama laki-laki, tidak boleh menangis seperti anak-anak. Merasa sedih itu wajar karena itu perasaan yang pasti dirasakan oleh semua makhluk hidup. Kita harus sadar bahwa tidak perlu terburu-buru untuk segera pulih dari duka lara yang menimpa karena semua itu butuh proses.

 

  1. “Manusia punya batas kok, wajar jika lelah bukan karena lemah.”

Kesedihan berbeda dengan kelemahan. Merasa sedih bukan berarti kita manusia lemah. Kita memang berusaha tegar agar mampu menghadapi cobaan yang ada. Tapi ketika kita merasa lelah, tidak apa-apa beristirahat sejenak agar kita menjadi lebih kuat untuk bangkit lagi.

 

  1. “Sebaik-baiknya berusaha, ada hal yang memang di luar kuasa kita.”

Kita memang selalu diajarkan untuk selalu memberikan seluruh usaha terbaik kita. Tapi manusia sendiri ada batas kemampuannya. Ketika kita sudah berusaha namun ternyata yang terjadi tidak sesuai keinginan kita, maka sudah saatnya kita menerima karena berarti hal tersebut sudah di luar kuasa kita. Sudah saatnya kita menerima dan mencoba yang lain.

 

  1. “Merelakan memang tidak mudah. Tapi perlahan belajarlah untuk mengikhlaskan.”

Ketika kita sedih karena kehilangan atau gagal mendapatkan sesuatu, akan ada perasaan sulit untuk merelakan di hati kita. Merelakan kemudian mengikhlaskan memang bukan perkara mudah. Tidak apa-apa jika belum bisa merelakan. Coba terus dan jangan menyerah karena seiring berjalannya waktu, luka itu bisa disembuhkan asalkan ada kemauan dari diri kita untuk berupaya rela dan ikhlas.

 

  1. “Berhenti menyalahkan diri sendiri.”

Sebagian besar orang ketika mendapatkan hal buruk, tidak jarang malah menyalahkan dirinya sendiri. Di benaknya akan muncul pikiran seperti, “Apakah ia meninggalkanku karena kesalahanku?”, “Apa kesalahanku yang menyebabkan semua ini terjadi?”, “Seandainya aku...”

Menyalahkan diri sendiri atau orang lain, serta menyesali seumur hidup tidak akan mengubah keadaan. Kita jadi tidak bisa memaafkan diri kita sendiri. Maka dari itu sudah seharusnya kita memaafkan dan menyadari bahwa itu semua terjadi karena sebuah alasan.

Terdengar sederhana tapi sebenarnya salah satu dari tujuh kalimat di atas itu jauh lebih menenangkan untuk didengar oleh seseorang yang sedang bersedih atau berduka. Mereka tidak butuh wejangan yang memusingkan, tapi butuh dikuatkan dan didukung bahwa kita akan ada untuknya sehingga ia bisa melalui semua kesedihan atau duka yang sedang dirasakannya ini.

Anda juga bisa menguatkan orang-orang terdekat yang sedang berduka dengan menulis di kolom komentar berita duka di Kenangan.com. Komentar menguatkan, meski singkat, akan mampu menguatkan bagi ia yang sedang berduka atau bersedih.

 

×
logo-kenangan Download aplikasi