7 Hal yang Perlu Anda Tahu Jika Ingin Donor Organ

Sumber: Robina Weermeijer (unsplash)

Masyarakat umumnya lebih mengenal donor darah sebagai salah satu yang bagian dari tubuh kita yang bisa didonorkan kepada orang lain. Tapi sebenarnya di dunia ini ada banyak orang yang sangat membutuhkan donor organ seperti ginjal, liver, kornea mata, usus, dan organ-organ lainnya. Lebih dari 21 orang per hari meninggal sebelum mendapat donor organ yang tepat untuk mereka. Hingga saat ini, permintaan orang yang membutuhkan organ lebih banyak daripada pendonor organ tersebut.

Meski ginjal dan darah bisa didonorkan ketika pendonor masih hidup, umumnya organ tubuh didonorkan ketika pendonor sudah meninggal dunia. Seseorang yang menjadi calon pendonor akan mengisi formulir tentang mendonasikan organ ketika sudah meninggal nanti dan menunjuk ahli waris yang akan memberitahukan hal tersebut ke bank donor organ atau pihak rumah sakit.

Mungkin Anda sendiri pernah terpikir untuk mendonasikan organ tubuh Anda, entah untuk orang yang membutuhkan organ tersebut atau penelitian ilmu pengetahuan. Tapi sebelum Anda mantap menjadi pendonor organ, ada tujuh hal yang perlu Anda tahu dan perhatikan tentang donor organ

 

  1. Kandidat Pendonor Organ

Semua orang dari berbagai kalangan dan umur bisa menjadi pendonor organ. Namun bila berusia di bawah 18 tahun, Anda butuh panduan dari orang tua dan ahli.

Bila Anda memiliki penyakit serius seperti kanker, HIV, diabetes, penyakit jantung, atau penyakit ginjal sebaiknya jagnan menjadi pendonor selama hidup. Anda juga harus terbuka dalam memberikan informasi terkait riwayat kesehatan Anda agar tim medis bisa menentukan apakah Anda layak menjadi pendonor organ atau tidak.

 

  1. Golongan Darah dan Tipe Jaringan dari Pendonor Organ

Penerima transplantasi organ akan lebih mudah menerima organ dari orang yang memiliki golongan darah dan tipe jaringan organ yang sama dengannya untuk meminimalisir kemungkinan tubuh penerima menolak organ baru. Sebelum operasi transplantasi organ, tim medis akan melakukan serangkaian pemeriksaan tes untuk menentukan kecocokan organ.

 

  1. Langkah Menjadi Pendonor Organ

Jika ingin mendonasikan organ Anda setelah meninggal, maka Anda akan mengisi formulir atau kartu tentang keinginan Anda mendonasikan organ Anda. Di beberapa negara, Anda bisa mendaftar melalui tempat asuransi jiwa  dimana Anda terdaftar.

Jika ingin mendonasikan organ ketika masih hidup, Anda dapat berkonsultasi dengan tim medis transplantasi organ atau mendaftar ke rumah sakit yang membutuhkan transplantasi organ.

 

  1. Menjadi Pendonor Organ Tidak Dibayar

Membayar organ atau jual beli organ sebenarnya adalah hal yang dilarang keras di Indonesia. Tapi masih banyak pasar gelap jual beli organ yang masih melangsungkan jual beli organ seharga puluhan hingga ratusan juta rupiah.

 

  1. Memberi Kesempatan Hidup pada Penerima Organ

Ketika Anda bisa menjadi pendonor organ, itu tandanya Anda dapat menyelamatkan hidup seseorang lewat organ yang Anda berikan.

 

  1. Risiko Operasi

Operasi donor organ adalah operasi besar dengan risiko yang tentunya besar juga. Ketika Anda menjadi pendonor organ semasa hidup, akan ada risiko operasi seperti pendarahan, infeksi, penggumpalan darah, kerusakan organ atau jaringan dekat organ yang akan didonasikan, atau reaksi alergi. Anda mungkin akan tetap merasa sakit selama proses pemulihan pasca operasi meskipun Anda dibius selama operasi berlangsung.

 

  1. Perasaan Setelah Mendonor Organ

Ketika Anda mantap akan keputusan Anda untuk mendonasikan bagian tubuh untuk menyelamatkan hidup orang lain, tentunya Anda akan merasa puas dengan keputusan tersebut. Walaupun transplantasi organ tidak berhasil, umumnya para pendonor tetap merasa positif karena meraka merasa sudah melakukan yang terbaik dan semaksimal mungkin untuk membantu orang tersebut.

Namun ketika hasil transplantasi organ tidak sesuai harapan atau Anda masih ragu-ragu dengan keputusannya mendonor organ, biasanya mungkin akan muncul perasaan bingung atau menyesal pada diri Anda.

Itulah 7 hal yang perlu Anda ketahui tentang donor organ. Tidak ada salahnya mendonor organ dan tetap berbuat baik meski kita sudah tidak ada di dunia ini. Sebab di luar sana, ada jutaan orang yang ingin memiliki kesempatan hidup sedikit lebih panjang dengan organ yang sehat.

×
logo-kenangan Download aplikasi