5 Tips Menjelaskan Kematian pada Anak

Sumber: unsplash

Kematian selalu menjadi hal yang sulit untuk dibicarakan, terlebih dengan anak-anak. Hal yang tersulit apabila ada orang terdekat dengan anak-anak meninggal dan kita sebagai orang dewasa harus menjelaskan kepada mereka.

Walaupun sulit, Anda tetap harus memberikan pengertian soal konsep kematian pada anak yang mudah dipahami tapi tidak menimbulkan kesalahan persepsi, karena kematian dapat terjadi kapan saja dan tidak mungkin Anda terus-menerus menghindar pertanyaan seperti, “Kenapa ibu tidak pernah pulang?” atau “Om X kok tidak pernah datang lagi?”

Tanpa disadari, anak-anak sebetulnya telah memiliki konsep gambaran mengenai kematian. Misalnya dari dongeng yang dibaca atau kematian binatang atau tumbuhan yang dilihatnya.

Anak-anak biasanya memiliki emosi yang kuat mengenai kematian dengan menyimpan perasaan sedih, kesal, atau bahkan merasa bersalah. Untuk itu, menjelaskan kabar duka cita juga perlu melihat usia anak-anak, karena seiring dengan bertambahnya usia, pemahaman konsep kematian juga akan berubah.

Bagi anak-anak berusia 3-5 tahun, konsep kematian adalah perjalanan untuk kembali ke alam sana, atau kematian seperti tidur panjang lalu terbangun lagi.

Sementara bagi anak-anak berusia 5-9 tahun, kematian adalah sesuatu yang tidak bisa diubah, tapi mereka percaya bahwa kematian terjadi pada orang-orang tertentu.

Sedangkan anak-anak berusia 9 atau 10 tahun sudah mulai memahami bahwa semua makhluk hidup akan meninggal, termasuk anak-anak juga akan meninggal nantinya.

Lalu setelah melihat usia anak-anak, bagaimana caranya dapat menjelaskan kematian pada anak yang bisa dipahami dan tidak menimbulkan miskonsepsi di kemudian hari?

  1. Menjelaskan dengan Bahasa yang Mudah Dipahami

Usahakan untuk memberikan penjelasan mengenai kematian sejelas dan senyata mungkin. Selain itu pemilihan kata yang lebih akrab di telinga anak-anak, mudah dimengerti, dan singkat juga sangat membantu pemahaman mereka.

Misalnya dengan memberikan pengertian bahwa kematian membuat tubuh seseorang tidak berfungsi lagi, tidak dapat bergerak, tidak bernapas, tidak berbicara atau makan.

 

  1. Jangan Menghindari Pertanyaan

Wajar bila seorang anak akan terus bertanya tentang kematian, bahkan mengulang pertanyaan yang sama. Karena anak perlu waktu untuk memahami itu semua. Anda juga perlu menjawab dengan tenang dan tetap menunjukkan senyum supaya dapat membantu anak menghadapi rasa kehilangan orang yang dicintainya.

Selain menjelaskan apa itu kematian, perlu juga menjelaskan penyebab kematian tersebut. Seperti, kakek meninggal karena suatu penyakit. Lalu beritahu pula bahwa tidak semua penyakit menyebabkan kematian, hanya penyakit parah yang sudah tidak bisa diobat saja.

 

  1. Memahami Respons Anak

Kabar duka cita bisa menyebabkan trauma tersendiri bagi anak-anak. Setiap anak menunjukkan respons yang berbeda ketika seseorang menjelaskan apa itu kematian. Ada yang menunjukkan perasaan sedih, diam, menangis, atau bahkan normal seperti biasa.

Anda bisa menghibur dengan mengatakan bahwa bersedih dan berduka adalah hal yang normal, serta memeluk dan menghapus air matanya. Setelah membaik, Anda bisa mengalihkan anak pada hal yang disukainya agar anak tidak larut dalam kesedihan.

 

  1. Kembali ke Aktivitas Normal

Berduka memang cara terbaik untuk menyembuhkan rasa kehilangan. Tapi jangan sampai berduka membuat Anda lupa pada diri sendiri karena terlalu fokus pada anak. Mencoba kembali beraktivitas seperti sedia kala bisa membuat perasaan Anda dan anak menjadi lebih baik dan tidak terpuruk dalam kesedihan.

 

  1. Hubungi Dokter

Tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter bila anak mengalami kesulitan untuk menerima kematian orang terdekatnya, seperti tidur terganggu, atau aktivitas sehari-hari lainnya juga ikut terganggu. Karena bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental di kemudian bila tidak segera ditangani. Selain itu, membiarkan trauma berlarut-larut juga tidak baik untuk tumbuh kembang mental anak.

 

Menjelaskan kematian pada anak memang tidak pernah menjadi pekerjaan yang mudah. Tapi dengan informasi di atas Anda bisa membicarakannya dengan sederhana dan tepat.

Ingin mengabarkan kabar duka cita kepada kerabat lebih rapi dan terstruktur, serta bisa dishare di media sosial? Buat berita duka online di Kenangan.com aja. GRATIS dan nggak pake repot lagi karena tinggal isi dan Anda bisa langsung share di media sosial

           

 

Sumber:

https://lifestyle.kompas.com/read/2012/02/27/08201824/Menjelaskan.Konsep.Kematian.Pada.Anak

https://www.fimela.com/parenting/read/3809099/jangan-takut-begini-cara-baik-untuk-menjelaskan-kematian-pada-si-kecil

https://www.ayahbunda.co.id/balita-tips/menjelaskan-kematian

https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/menjelaskan-kematian-pada-anak/

https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/menjelaskan-kematian-pada-anak

https://www.ibudanbalita.com/artikel/menjelaskan-kematian-pada-anak

 

×
logo-kenangan Download aplikasi